Sound Engineer, Seniman di Balik Layar Joseph Manurung, seorang sound engineer yang sudah wara-wiri di belantika musik Indonesia (Foto: Youtube/Merah Putih)

Lagu-lagu yang biasa kita dengar, baik di radio maupun daring (online), bukanlah hasil rekaman murni tanpa polesan. Ada peran seorang sound engineer untuk mematangkan sebuah lagu. Dengan memadukan seni, kreativitas, dan teknik, mereka bisa memoles rekaman mentah menjadi produk yang berkualitas dan punya nilai jual.

Selain menjadi "koki" rekaman, sound engineer juga bertanggung jawab atas unsur artistik dan kualitas suara pada pertunjukan langsung. Dengan demikian, suara yang dihasilkan dapat dinikmati para penonton. Bahkan, pesan dan rasa dari sebuah lagu dapat tersampaikan dengan baik kepada audiensi. Bisa dibilang, sound engineer adalah "seniman di balik layar", tak kelihatan tapi peranannya cukup vital.

"Profesi sound engineer jarang dilirik orang. Kita mirip sama koki, kerjanya di belakang. Orang menikmati masakannya tapi enggak tahu kita. Itulah yang kira-kira kita lakukan di dunia audio ini, entah di belakang panggung, entah di studio. Seperti anggota band kesekian, tapi sekaligus representasi dari penonton," ujar Joseph Manurung, seorang sound engineer sekaligus pemilik Blessing Studio yang berlokasi di Ciputat, Tangerang Selatan.

blessing studio joseph manurung
Joseph Manurung dan studio kecilnya di rumah (Foto: Instagram/mixbyjm)

Menurutnya, bekerja di studio atau pun belakang panggung sama-sama menarik. Situasi dan tantangannya berbeda. "Di studio, kita membuat satu karya yang kemungkinan besar akan didengar berulang-ulang dan sifatnya lebih abadi. Tapi kalau live, kita membuat sesuatu yang bisa dinikmati saat itu juga," tambah pria yang ada di balik album Second Chance milik NOAH.

Namun, karena minimnya pengetahuan orang awam akan profesi ini, sering kali permintaan yang datang kepadanya tidak masuk akal. Sejago-jagonya sound engineer, kualitas materi rekaman mentah juga perlu dijaga. Tidak bisa disulap begitu saja, walau teknologi juga sudah canggih. Materi awal yang sudah baik tentu akan lebih mudah mengolahnya.

"Jadi kita pakai pendekatan, kita coba ngobrol, bila perlu kita demokan supaya tahu bedanya. Ada juga orang yang sebenarnya enggak ngerti konsep musiknya mau seperti apa dan diserahkan begitu saja ke kita. Kadang-kadang kita berpikir, 'Emang kita tukang sulap apa?' Ya tapi kita kerjakan dengan musikalitas, dengan semaksimal mungkin, dengan profesional, dan seringnya sih mereka puas," ujar Joseph kepada merahputih.com.

Simak wawancara lengkap dengan Joseph Manurung seputar profesi sound engineer dalam program "Sancaya" di akun Youtube merahputih.com berikut ini:

Selain sound engineer, Anda dapat pula menambah wawasan mengenai pekerjaan lainnya yang tak banyak diketahui orang. Salah satunya fashion stylist. Baca beritanya di Alvin Dwipayana Beberkan Pekerjaan Seorang "Fashion Stylist" dan Penghasilan Fantastis Seorang "Fashion Stylist": Capai Rp50 Juta.


Tags Artikel Ini

Asty TC

LAINNYA DARI MERAH PUTIH