Sosok Soeharto takkan Pengaruhi Elektabilitas Partai Berkarya Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto. FOTO/Istimewa

MerahPutih.com - Analis politik Teguh Yuwono menilai pemasangan foto sosok presiden kedua Indonesia, Soeharto di setiap atribut kampanye takkan berpengaruh terhadap elektabilitas parpol peserta Pemilu 2019 itu.

Teguh Yuwono mengakui bahwa loyalis Pak Harto (sapaan akrab presiden ke-2 RI H.M. Soeharto) hingga sekarang masih ada. Namun, mereka tersebar ke sejumlah partai politik, termasuk Golongan Karya (Golkar) yang didirikan oleh Pak Harto.

Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto (kedua kiri), Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso (kedua kanan), kader baru Partai Berkarya Titiek Soerharto (tengah), dan sejumlah kader partai berfoto bersama saat jumpa pers di Museum Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, Yogyakarta, Senin, 11 Juni 2018. ANTARA FOTO

"Tinggal Tommy Soeharto (sapaan akrab Hutomo Mandala Putra) sebagai Ketua Umum Partai Berkarya memanggil pulang para loyalis itu," kata Teguh Yuwono seperti dilansir Antara, Selasa (2/10)

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso mengatakan bahwa partainya berencana secara masif memasang foto presiden ke-2 RI Soeharto di setiap atribut kampanye partainya.

"Kalau tidak dilarang undang-undang, kami berencana secara masif memasang foto Pak Harto di baliho, spanduk, videotron, dan billboard di seluruh Indonesia," kata Priyo usai diskusi di Jakarta, Jumat (28/9).

Sementara itu, dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, ada larangan bagi pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu membawa atau menggunakan tanda gambar dan/atau atribut selain dari tanda gambar dan/atau atribut peserta pemilu yang bersangkutan (vide Pasal 280 Ayat 1 Huruf i).

Foto: Partai Berkarya

Larangan tersebut juga termaktub di dalam Pasal 69 Ayat (1) Huruf i Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum sebagaimana telah diubah dengan PKPU No. 28/2018.

Terkait dengan rencana Partai Berkarya yang akan menggelar acara nonton bareng film G-30-S/PKI setiap 30 September, Teguh Yuwono mengatakan dampaknya terhadap partai tersebut biasa saja.

"Ini bukan isu baru. Jadi, efek politiknya sudah terlihat," katanya. (*)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH