Sosok King Maker Tak Terungkap meski Pinangki Divonis 10 Tahun Penjara Jaksa Pinangki Sirna Malasari di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (11/1). (Desca Lidya Natalia)

MerahPutih.com - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menyatakan sosok "King Maker" dalam perkara suap pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) memang benar adanya. Namun, sosok "King Maker" tak terungkap. Padahal, salah satu terdakwa dalam perkara ini, Pinangki Sirna Malasari, telah divonis 10 tahun penjara.

"Menimbang bahwa berdasarkan bukti elektronik berupa komunikasi chat menggunakan aplikasi WA yang isinya dibenarkan oleh terdakwa, saksi Anita Kolopaking, serta keterangan saksi Rahmat telah terbukti benar adanya sosok 'King Maker'," kata hakim ketua Ignasius Eko Purwanto dalam persidangan, Senin (8/2).

Selama proses persidangan, majelis hakim sudah berusaha menggali keterangan dari tersangka atau pun para saksi. Sejauh ini, sosok "King Maker" hanya sempat diperbincangkan oleh jaksa Pinangki ketika bertemu dengan Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, dan Rahmat.

Baca Juga:

Kasus Fatwa MA Djoko Tjandra, Jaksa Pinangki Divonis 10 Tahun Penjara

"Majelis hakim telah berupaya menggali siapa sosok 'King Maker' tersebut dengan menanyakannya kepada terdakwa dan saksi Anita karena diperbincangkan dalam chat dan disebut oleh terdakwa pada pertemuan yang dihadiri oleh terdakwa, saksi Anita, saksi Rahmat, dan saksi Djoko Tjandra pad November 2020, namun tetap tidak terungkap di persidangan," ujar dia.

Jaksa Pinangki Sirna Malasari menjalani sidang pembacaan vonis di pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin (8/2). (Antara/Desca Lidya Natalia)
Jaksa Pinangki Sirna Malasari menjalani sidang pembacaan vonis di pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin (8/2). (Antara/Desca Lidya Natalia)

Sosok "King Maker" berkaitan erat dengan action plan. Sebab, sosok tersebut yang menjadi inisiator agar Djoko Tjandra tak dieksekusi dalam pekara korupsi cessie Bank Bali.

Sebelumnya diberitakan, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 10 tahun penjara dan denda Rp600 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Baca Juga:

Pinangki Divonis 10 Tahun, Hakim: Tuntutan Jaksa Terlalu Rendah

Pinangki dinyatakan terbukti menerima suap USD500 ribu dari USD1 juta yang dijanjikan oleh terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra.

Mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung itu juga dinyatakan terbukti melakukan pemufakatan jahat dan pencucian uang atas uang suap yang diterimanya dari Djoko Tjandra. (Pon)

Baca Juga:

ICW Desak Hakim Vonis Jaksa Pinangki 20 Tahun Penjara

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Larangan Mudik Lebaran, Polda Jateng Antisipasi 14 titik Perbatasan
Indonesia
Larangan Mudik Lebaran, Polda Jateng Antisipasi 14 titik Perbatasan

Ia tidak ingin muncul klaster baru di Jawa Tengah akibat mudik

Pemprov DKI Wajibkan Tes Antigen ke Warga Masuk Pengungsian Banjir
Indonesia
Pemprov DKI Wajibkan Tes Antigen ke Warga Masuk Pengungsian Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta akan melaksanakan tes COVID-19 bagi warga yang akan masuk tempat pengungsian banjir.

Belasan Kampanye Calon Kepala Daerah di Jateng Dibubarkan
Indonesia
Belasan Kampanye Calon Kepala Daerah di Jateng Dibubarkan

Dia menjelaskan pembubaran konvoi yang dilakukan Bawaslu karena melanggar protokol kesehatan.

Wagub DKI Beberkan Program Penanganan Banjir di Jakarta
Indonesia
Wagub DKI Beberkan Program Penanganan Banjir di Jakarta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membeberkan sejumlah program dalam mengantisipasi banjir di ibu kota. Salah satunya pengerukan 13 sungai yang ada di Jakarta.

Reaksi Tegas PAN soal Tuduhan Radikal kepada Din Syamsuddin
Indonesia
Reaksi Tegas PAN soal Tuduhan Radikal kepada Din Syamsuddin

Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) menyayangkan tuduhan terhadap mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin yang disebut sebagai seorang yang radikal.

Tak Perlu Ekstrem Hilangkan Barbuk Djoko Tjandra Maupun Jaksa Pinangki
Indonesia
Tak Perlu Ekstrem Hilangkan Barbuk Djoko Tjandra Maupun Jaksa Pinangki

Jika benar kebakaran itu disengaja maka hal tersebut amat berisiko bagi Kejaksaan Agung

Anak-anak Banyak Terpapar, PKS Minta DKI Buka Sekolah Setelah Aman Corona
Indonesia
Anak-anak Banyak Terpapar, PKS Minta DKI Buka Sekolah Setelah Aman Corona

Lebih dari 800 anak di Indonesia terpapar COVID-19.

Anies tak Menduga Pengunjung Pasar Tanah Abang Naik 2 Kali Lipat
Indonesia
Anies tak Menduga Pengunjung Pasar Tanah Abang Naik 2 Kali Lipat

"Hari Jumat dan hari2 biasanya itu paling sekitar 35 ribu. Kemarin itu 87 ribu orang yang datang. Jadi, memang hari kemarin terjadi lonjakan yang tidak terduga," urai Anies.

Dewas KPK Tindaklanjuti Dua Laporan Terkait Pelanggaran Etik Firli
Indonesia
Dewas KPK Tindaklanjuti Dua Laporan Terkait Pelanggaran Etik Firli

"Semua laporan pengaduan masyarakat terkait dugaan pelanggaran etik oleh pimpinan dan pegawai KPK akan ditindaklanjuti oleh Dewas," tegas Haris.

Operasi Ketupat Jaya 2021 Fokus Cegah Kerumunan dan Pelanggaran Prokes di Jakpus
Indonesia
Operasi Ketupat Jaya 2021 Fokus Cegah Kerumunan dan Pelanggaran Prokes di Jakpus

Polres Metro Jakarta Pusat menggelar Operasi Ketupat Jaya 2021. Kegiatan ini untuk melakukan pengawasan terhadap pelanggar protokol kesehatan jelang Lebaran.