Sosok Capres 2024 Dinilai Masih Gelap Ilustrasi calon presiden. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - Beberapa kalangan menyebut sulit untuk mengambil kesimpulan mengenai siapa yang akan menjadi calon presiden (capres) pada pemilihan presiden (pilpres) ke depan. Hal itu dikarenakan peta ruang pilpres 2024 masih sangat terbuka. Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPR RI Faisol Riza menyatakan, terbuka waktu untuk calon-calon lain untuk bersaing, termasuk dalam hal ini para ketua umum partai.

Baca Juga

Syarat Mengusung Capres 2024 Berdasarkan Hasil Pemilu 2019 Dipertanyakan

"Ruang pilpres masih sangat terbuka, jadi belum bisa disimpulkan apapun," ucap Faisol dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (16/10) Menurut Faisol, salah satu yang menjadi tanda bahwa masih terbukanya ruang pilpres 2024 adalah masih sulitnya menentukan jadwal pilpres 2024.

"Dengan demikian masih terbuka ruang bagi semua partai politik untuk menyusun agenda sebaik mungkin supaya bisa memenangkan pemilu 2024," jelas dia.

Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi PKB Faisol Riza. (Istimewa)
Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi PKB Faisol Riza. (Istimewa)

Faisol mengatakan, jika melihat secara umum hasil survei terkini, maka didapati bahwa elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto cukup unggul di atas nama-nama lain yang muncul.

Meski begitu, PKB belum melihat adanya kekuatan capres tertentu yang cukup signifikan dalam kontes pilpres ke depan. "Karena masih cukup banyak ruang yang kosong yang belum didominasi oleh satu orang calon," jelas dia.

Hal ini berbeda jauh dari dinamka sebelum Pilpres 2019 lalu. "Pada saat 2017 itu kesimpulan PKB pada waktu itu bahwa tidak ada presiden selain Jokowi dan Prabowo. Oleh karena itu pilpres dianggap sudah selesai," ungkap Ketua Komisi VI DPR RI itu. Menurut legislator dapil Jawa Timur II tersebut, kondisi inilah yang tidak terjadi pada tahun 2021 dan awal 2022.

"Karena peta capres masih begitu terbuka. Oleh karena itu sangat sulit untuk mengambil suatu kesimpulan yang cukup dominan siapa yang akan menjadi capres ke depan," pungkasnya. (Knu)

Baca Juga

KPU Tegaskan Syarat Mengusung Capres 2024 Berdasarkan Hasil Pemilu 2019

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Surabaya Masuk PPKM Level 1
Indonesia
Surabaya Masuk PPKM Level 1

Kota Surabaya satu di antara lima daerah di Jawa Timur masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1.

Sikap Pemerintah Indonesia Terkait Situasi Politik Myanmar
Dunia
Sikap Pemerintah Indonesia Terkait Situasi Politik Myanmar

Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan sikap atas memanasnya politik di Myanmar setelah pihak militer menangkap Aung San Suu Kyi dan Presiden Myanmar Win Myint, Senin (1/2) dini hari WIB.

AHY Dinilai Tengah Playing Victims dan Tak Percaya Diri
Indonesia
AHY Dinilai Tengah Playing Victims dan Tak Percaya Diri

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) belakangan tengah menuai sorotan.

Pimpinan KPK Ngotot Pecat 51 Pegawai, PBNU Sebut Bentuk Perintangan Penyidikan
Indonesia
Pimpinan KPK Ngotot Pecat 51 Pegawai, PBNU Sebut Bentuk Perintangan Penyidikan

Marzuki mengaku khawatir pemberhentian 51 pegawai KPK lantaran tidak lolos TWK, sebagai bagian dari upaya pelemahan lembaga antikorupsi itu oleh pihak-pihak eksternal.

Terbukti Korupsi, PNS Sekretariat Kota Jakbar Diberhentikan Secara Tidak Hormat
Indonesia
Terbukti Korupsi, PNS Sekretariat Kota Jakbar Diberhentikan Secara Tidak Hormat

pemberhentian itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 989 Tahun 2021 yang ditandatangani Gubernur Anies Baswedan pada 16 Agustus 2021, berdasarkan putusan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)

Kemenhub Galau Putuskan Tarif Baru Bus Batik Solo Trans
Indonesia
Kemenhub Galau Putuskan Tarif Baru Bus Batik Solo Trans

"Tarif BST tersebut sejauh ini masih kami kaji dengan menyesuaikan kemampuan masyarakat Solo," ujar Yani.

Tahun Depan, Sejumlah Kampus di Yogyakarta Masih Terapkan Kuliah Daring
Indonesia
Tahun Depan, Sejumlah Kampus di Yogyakarta Masih Terapkan Kuliah Daring

Sejumlah kampus di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diprediksi masih menerapkan kuliah daring (online) di awal tahun 2021.

10 Korban Tewas Akibat Kebakaran di Jakarta Timur Teridentifikasi
Indonesia
10 Korban Tewas Akibat Kebakaran di Jakarta Timur Teridentifikasi

Penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik.

Jokowi Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen di 2021
Indonesia
Jokowi Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen di 2021

Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk bekerja lebih keras dan meninggalkan cara-cara kerja yang normatif.

Angka Tes Swab Solo di Atas 90 Persen Nasional, Gibran: Akan Kami Tingkatkan
Indonesia
Angka Tes Swab Solo di Atas 90 Persen Nasional, Gibran: Akan Kami Tingkatkan

Kelima daerah dengan testing terbanyak adalah Kota Jakarta Pusat, Kota Jakarta Selatan, Kota Surakarta, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Sumenep.