Sopir TransJakarta Mengidap Epilepsi, Pemprov DKI Lakukan Evaluasi Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (3/11). Foto: MP/Asropih

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta bakal mengevaluasi secara menyeluruh jajaran PT TransJakarta guna mencegah kecelakaan maut dua armada di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, tak terulang kembali.

Apalagi dari hasil pemeriksaan polisi, tabrakan beruntun yang menyebabkan dua orang tewas ini terjadi akibat sang sopir hilang kesadaran karena mempunyai penyakit bawaan epilepsi.

Baca Juga

Polisi Hentikan Kasus Kecelakaan Maut Bus TransJakarta

Saat hilang kesadaraan itu, sang sopir tak sengaja menginjak pedal gas yang menyebabkan bus yang disopirinya menyundul bus lain di depannya.

"Kami akan evaluasi dari PT Transjakarta dan memastikan supaya tidak terulang lagi," ujar Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (3/11).

Menurutnya, hasil investigasi polisi ini bakal dijadikan bahan evaluasi. Hal ini supaya kejadian kecelakaan TransJakarta tak terulang lagi.

"Temuan dari polisi menjadi penting untuk menjadi bahan pertimbangan dan evaluasi dari Transjakarta," papar dia.

bus transjakarta
Kondisi bus TransJakarta yang mengalami kecelakaan di Cawang, Jakarta, Senin (25/10/2021). ANTARA/HO-Satlantas Polres Metro Jaktim

Sebelumnya, tabrakan beruntun dua armada bus TransJakarta terjadi pada Senin (25/10) pagi. Akibat kecelakaan itu, 33 orang menjadi korban. Di mana, dua di antaranya meninggal dunia dan 31 orang mengalami luka ringan dan berat.

Kecelakaan maut dua bus Transjakarta di Halte Cawang-Ciliwung, Jakarta Timur diduga terjadi karena salah satu sopir bus berinisial J mengidap epilepsi. Ia kehilangan kesadaran ketika penyakit epilepsi yang dideritanya kambuh.

"Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas disebabkan pengemudi Transjakarta B 7477 TK kehilangan kesadaran," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, Rabu (3/11). (Asp)

Baca Juga

Tersangka Tabrakan Maut Bus TransJakarta Ternyata Punya Penyakit Bawaan

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hari Terakhir Paralimpiade, Menpora Yakin Indonesia Tambah Emas
Indonesia
Hari Terakhir Paralimpiade, Menpora Yakin Indonesia Tambah Emas

ndonesia dapat mengirim lebih banyak atletnya pada Paralimpiade Paris 2024, terutama setelah adanya Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang bakal menjadi cetak biru pembinaan olahraga prestasi Tanah Air.

Selain Vaksinasi, Ibu Hamil Terpapar COVID-19 Harus Disediakan Isolasi Terpusat
Indonesia
Selain Vaksinasi, Ibu Hamil Terpapar COVID-19 Harus Disediakan Isolasi Terpusat

Pemerintah mendorong setiap daerah untuk segera menyiapkan fasilitas isolasi terpusat (Isoter) bagi ibu hamil. Pengobatan dan pemulihan di dalam fasilitas Isoter dinilai lebih efektif.

Presidential Threshold Terbaik adalah 0 Persen
Indonesia
Presidential Threshold Terbaik adalah 0 Persen

Ketua DPD RI A La Nyalla Mahmud Mattalitti berpendapat bahwa Presidential Threshold terbaik adalah 0 persen.

Firli Bahuri Pastikan Kepala Daerah yang Kena OTT Bupati Penajam Paser Utara
Indonesia
Firli Bahuri Pastikan Kepala Daerah yang Kena OTT Bupati Penajam Paser Utara

KPK terus bekerja hingga Indonesia terbebas dari belenggu korupsi

Kembali ke PPKM Level 1, PPKM Level 2 di Jakarta Cuma Satu Hari
Indonesia
Kembali ke PPKM Level 1, PPKM Level 2 di Jakarta Cuma Satu Hari

Dengan perubahan status PPKM di Jakarta dan sekitarnya, maka sejumlah aktivitas masyarakat kembali kapasitasnya maksimal 100 persen

Jelang Nataru, Penumpang KRL di Jakarta dan Yogya Melonjak
Indonesia
Jelang Nataru, Penumpang KRL di Jakarta dan Yogya Melonjak

Peningkatan volume juga disumbang oleh para pengguna yang mulai kembali menggunakan KRL setelah beberapa waktu beraktivitas dari rumah

Kodam Jaya Limpahkan Kasus Karantina Selebgram Rachel Vennya ke Kepolisian
Indonesia
Kodam Jaya Limpahkan Kasus Karantina Selebgram Rachel Vennya ke Kepolisian

Kodam Jaya selaku Komando Satuan Tugas Gabungan Terpadu COVID-19 berencana melimpahkan kasus kaburnya Rachel Vennya dari karantina di RSDC Wisma Atlet kepada kepolisian.

Jabar Luncurkan Aplikasi Lowongan Kerja Bagi Calon Pekerja Migran
Indonesia
Jabar Luncurkan Aplikasi Lowongan Kerja Bagi Calon Pekerja Migran

Hingga saat ini pekerja migran asal Jabar masih di dominasi warga Indramayu, Cirebon, Subang, Karawang dan Cianjur. Adapun jumlah angkatan kerja di Jabar angkanya mencapai 24,7 juta.

Cari Warga Yang Belum Divaksin, Gibran Maksimalkan Vaksin Door to Door
Indonesia
Cari Warga Yang Belum Divaksin, Gibran Maksimalkan Vaksin Door to Door

"Jika warga siang sibuk kerja, jadi malam hari bisa vaksin. Kami layani di Puskesmas yang melayani rawat inap," kata Siti.

Bank DKI Terus Kembangkan Layanan Perbankan Digital
Indonesia
Bank DKI Terus Kembangkan Layanan Perbankan Digital

Bank DKI terus berkomitmen mengembangkan layanan perbankan digital seiring digitalisasi yang masuk ke hampir seluruh lini kehidupan.