Solo Kini Punya Rumah Singgah bagi ADHA Rumah Singgah ADHA, Solo. (Foto: MP/WIN)

MASIH teringat jelas di benak Yunus. Dua tahun lalu ia diusir warga sekitar lantaran mengurusi para anak dengan HIV/AIDS (ADHA). Akibatnya, Yunus dan kawan-kawan dari Yayasan Lentera harus berpindah-pindah untuk mencari tempat yang layak.

Namun, persoalan itu sirna sudah. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo baru saja meresmikan sebuah rumah singgah atau shelter bagi ADHA di kawasan Taman Makam Pahlawan Kusuma Bakti, Jurug.

Di sini lah sekitar 20 anak penderita AIDS akan mendapatkan perlakuan sama seperti anak normal. Sejatinya, tak ada lagi diskriminasi.

“Tepat di hari ini juga, dua tahun lalu, kami pernah beberapa kali ditolak saat mengontrak sebuah rumah. Warga menolak, karena anak-anak yang kami asuh adalah ADHA,” kisah Yunus.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan Solo merupakan kota pertama kalinya yang ada di Indonesia yang memiliki tempat menampung ADHA.

“Ingat, mereka juga perlu mendapatkan seperti anak pada umumnya. Jangan ada diskriminasi. Yang dijauhi bukan orangnya, namun penyakitnya,” tegas wali kota yang akrab disapa Rudy itu.

Terpisah, Direktur Rehabilitasi Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial Sonny M Wanalu yang hadir mewakili Menteri Sosial Khofifah Endar Parawansa menegaskan pihaknya sangat mendukung langkah yang Pemkot Solo. Menurutnya, bagaimana pun juga warga Indonesia berhak mendapatkan perlakuan sama, tanpa ada hal yang membedakan secara khusus. (*)

Artikel ini dibuat berdasarkan laporan WIN, kontributor Merahputih.com area Solo dan sekitarnya.

Simak pula artikel Gaya Hidup Anak Muda Rawan HIV/AIDS.


Tags Artikel Ini

Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH