Gubernur Jatim: Penyerangan Suporter Merupakan Kemunduran Ratusan pendukung Surabaya United, Bonek dikumpukan untuk menjalani pemeriksaan polisi di Lapangan Mapolres Sragen, Jawa Tengah, Sabtu, (19/12). ANTARA FOTO/Maulana Surya

MerahPutih Sepak Bola - Penyerangan terhadap Aremania -sebutan suporter Arema Cronous- yang sampai menelan korban jiwa, tidak luput dari perhatian Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.

Satu orang suporter meninggal bernama Eko Prasetyo (28), setelah bus yang ditumpanginya bersama rombongan Aremania yang hendak menuju Sleman untuk menyaksikan laga antara Arema dan Surabaya United di Stadion Maguharjo dilempari oleh sekolompok suporter, Sabtu (19/12), di Sragen.

Dikatakan Soekarwo, perbedaan yang terjadi sebaiknya diselesaikan dengan duduk bersama. Sehingga, bukan dengan perlakuan kekerasan saling serang.

"Kita akan konsolidasi keamanan, karena membangun nasionalisme itu ada pada rasa dan nyaman. Sedangkan kalau kemajemukan atau perbedaan pendapat, tidak harus diselaikan dengan kekerasan," terangnya.

Peristiwa tersebut, dilanjutkannya, merupakan suatu kemunduran di tengah komitmen pemerintah mengajak masyarakat untuk peduli sesama dan membangun bangsa.

Masih terkait bentrokan tersebut, Polisi di Polsek Ngrampal, Sragen, sudah mengamankan sejumlah pelaku dan truk berikut barang bukti batu, pentungan kayu, besi dan lain-lainnya.

"Tantangan kedepan sebenarnya tidak hanya masalah keamanan dan ketertiban, namun bagimana membangun nasionalisme dengan hal yang positif. Karena itu, dibutuhkan kesadaran. Termasuk, bela negara yang sebenarnya bisa menjadi modal sosial bangsa berdaulat mandiri berkepribadian berdasarkan kebersamaan dan gotong royong," tutupnya. (esa)

BACA JUGA:

  1. Mantan Ketum Jakmania: Solo Aman, Tak Seperti Jalur Gaza
  2. Mantan Ketum The Jakmania Ajak Semua Pihak Perjuangkan Kompetisi
  3. Sepuluh Pemain Mitra Kukar Kubur Harapan PS TNI
  4. Kemenpora Imbau Suporter untuk Kurangi Euforia
  5. Kemenpora Sebut Akan Ada Tata Kelola Suporter


Rendy Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH