Soal Video TikTok Viral, BIN Bantah Pernah Undang Hana Hanifah Hana Hanifah. (Foto: Instagram @hanaaaast)

MerahPutih.com - Beredar viral video TikTok Hana Hanifah, yang tengah terbelit kasus dugaan prostitusi bergoyang TikTok dengan latar logo Badan Intelijen Negara (BIN).

Dalam video itu, tampak Hana Hanifah berama tiga orang pria yang ikut bergoyang mengikuti irama.

Baca Juga:

Kolaborasi Melacak Prostitusi Online ABG Apartemen Kalibata

Mereka berjoget di dalam ruangan yang bagian temboknya terpasang logo berukuran besar mirip dengan lambang BIN.

Logo berbentuk lingkaran itu berlatar warna merah dengan burung garuda di tengahnya.

Tampak tulisan yang melingkar di logo itu meski hanya sebagian terbaca "Intelijen Negara" di bagian atasnya dan "Republik Indonesia" di bawahnya.

Deputi VII BIN Wawan Purwanto menyebu, lembaganya tidak pernah mengundang Hana Hanifah dalam berbagai kegiatan.

"Goyang TikTok yang viral tidak dilakukan di kantor BIN meskipun ada logo BIN," kata Wawan dalam keterangannya kepada Merahputih.com, Kamis (16/7).

Hana Hanifa (kanan) didampingi kuasa hukumnya, Machi Ahmad saat jumpa pers di Mako Polrestabes Medan pada Selasa malam. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)
Hana Hanifah (kanan) didampingi kuasa hukumnya, Machi Ahmad saat jumpa pers di Mako Polrestabes Medan pada Selasa malam. (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Wawan menduga ada pihak lain yang memasang logo itu meskipun tidak ada kaitannya dengan BIN. Menurutnya, ada pula akun-akun di media sosial (medsos) yang mengatasnamakan BIN.

Menurut Wawan, ada pihak yang memasang logo hanya untuk kebanggaan semata, meskipun tidak ada kaitannya dengan BIN. Begitupun dengan akun medsos, ada akun yang mengatasnamakan BIN padahal bukan milik BIN.

"Hal ini tetap ditertibkan guna menepis kemungkinan penyalahgunaan yang merugikan nama baik BIN," ujar Wawan.

Baca Juga:

Anak Buah Anies Endus Dugaan Prostitusi di Diskotek Top One

Wawan menegaskan, semua gambar Hana Hanifah tidak ada yang diambil di BIN, dan BIN tidak pernah berhubungan dengan Hana apalagi mengundangnya baik secara formal maupun informal.

Wawan membenarkan adanya kejuaraan menembak yang digelar BIN. Namun kegiatan itu disebut Wawan tidak bisa diikuti oleh sembarang orang.

Di BIN memang pernah ada kejuaraan menembak, namun hanya diikuti oleh member maupun utusan instansi lain secara ketat.

"Nama Hana Hanifah tidak ada dalam daftar member maupun utusan instansi lain, sehingga tidak bisa masuk baik di tempat latihan maupun di arena kejuaraan tersebut," kata Wawan. (*)

Baca Juga:

Diduga Jadi Tempat Prostitusi, Karaoke Vins Disegel Anak Buah Anies

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Penyerangan di Polsek Ciracas Diduga karena Info Hoaks, Pelaku Perlu Diproses di Peradilan Umum
Indonesia
Penyerangan di Polsek Ciracas Diduga karena Info Hoaks, Pelaku Perlu Diproses di Peradilan Umum

Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia meminta oknum TNI yang diduga terlibat penyerangan Mapolsek Metro Ciracas

Kodam Jaya-Polda Metro Jaya Gelar Patroli Berskala Besar
Indonesia
Kodam Jaya-Polda Metro Jaya Gelar Patroli Berskala Besar

Patroli tidak ada kaitannya dengan hal lain

Wali Kota Surabaya Larang Pemilik Swalayan Tarik Sewa Lahan ke UMKM
Indonesia
Wali Kota Surabaya Larang Pemilik Swalayan Tarik Sewa Lahan ke UMKM

Pemkot menemukan pelanggaran berupa pendirian bangunan semi permanen di lahan parkir swalayan yang disewakan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Satpol PP DKI Sebut Banyak Tempat Hiburan Tutup Jam 9, Buka Lagi pada 11 Malam
Indonesia
Satpol PP DKI Sebut Banyak Tempat Hiburan Tutup Jam 9, Buka Lagi pada 11 Malam

Satpol PP DKI Jakarta mengakui kerap kucing-kucingan dengan pelaku usaha atau tempat hiburan dalam pelaksanaan pengawasan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pemkot Tangerang Minta Polisi Turun Tangan Tindak Pungli Bansos COVID-19
Indonesia
Pemkot Tangerang Minta Polisi Turun Tangan Tindak Pungli Bansos COVID-19

Pemkot Tangerang meminta kepada aparat kepolisian untuk turun tangan menindak pelaku pungutan liar (pungli) yang merugikan masyarakat penerima bantuan sosial (bansos) COVID-19.

KPK Bantah Nonaktifkan 75 Pegawai
Indonesia
KPK Bantah Nonaktifkan 75 Pegawai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui telah menyampaikan salinan surat keputusan (SK) pimpinan mengenai hasil asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) kepada atasan masing-masing 75 pegawai lembaga anturasuah yang dinyatakan tidak lulus TWK.

Relawan Jokowi Minta 5 Menteri Ini Dicopot
Indonesia
Relawan Jokowi Minta 5 Menteri Ini Dicopot

Menurut Noel, ada lima menteri yang layak untuk dicopot

Polisi di Seluruh Indonesia Siap Bubarkan Kerumunan Massa Sesuai Perintah Kapolri
Indonesia
Polisi di Seluruh Indonesia Siap Bubarkan Kerumunan Massa Sesuai Perintah Kapolri

Kapolri mengeluarkan dua kali maklumat kepada jajaran

Moeldoko Jadi Ketum Tanpa Punya KTA, AHY: Ini Melecehkan
Indonesia
Moeldoko Jadi Ketum Tanpa Punya KTA, AHY: Ini Melecehkan

KLB Demokrat di Sumut digelar demi kepentingan pribadi semata

Hari Bhayangkara, Jokowi Berpesan Serius Tangani COVID-19 hingga Jangan Gaptek
Indonesia
Hari Bhayangkara, Jokowi Berpesan Serius Tangani COVID-19 hingga Jangan Gaptek

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 Bhayangkara di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/7).