Soal Tudingan 'Propaganda Rusia', BPN Sebut Jokowi 'Blunder' Presiden Jokowi dan Presiden Rusia Vladimir Putin (@RusEmbJakarta)

MerahPutih.com - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Priyo Budi Santoso menyayangkan tudingan capres petahana Joko Widodo yang menyebut Prabowo-Sandi menggunakan 'Propaganda Rusia' dalam Pilpres 2019. Propaganda yang dimaksud adalah menyebar kebohongan, pesimisme, dan ketakutan pada masyarakat.

Atas tudingan itu, Priyo menilai Jokowi ceroboh, karena langsung ditanggapi pihak Kedubes Rusia di Jakarta.

"Jadi, kali ini mohon maaf saya harus mengatakan pak Jokowi agak ceroboh," kata Priyo kepada wartawan di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (6/1).

Priyo berkarya
Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso (MP/Ponco Sulaksono)

Menurut Priyo, Presiden RI ke-7 berlebihan dan tergesa-gesa dalam mengeluarkan pernyataan yang belum tentu benar adanya.

Sehingga, dikhawatirkan akibat konotasi yang tertempel pada pernyataan 'Propaganda Rusia' dapat mengganggu hubungan baik kedua negara.

"Saya agak prihatin presiden tergesa-gesa dan grusa grusu menyampaikan itu yang kita khawatir akan mempengaruhi hubungan baik antara kedua negara," ujarnya.

Pad kesempatan yang sama, dia juga membantah kubunya menggunakan konsultan asing asal Rusia. Politisi Partai Berkarya itu mengaku, tim yang digunakan murni asal dalam negeri dengan propaganda Bojong Koneng.

"Saya juga ingin menjelaskan, dari kami, tudingan soal konsultan asing sama sekali tidak benar. Justru propaganda yang kami lakukan adalah propaganda dari bojong koneng jadi tidak benar," pungkasnya. (Fdi)

Kredit : fadhli

Tags Artikel Ini

Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH