Soal Transparansi Anggaran Pemprov DKI Dianggap Kalah Dibanding Bogor Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto (depan-kedua kanan) (ANTARA/Riza Harahap)

MerahPutih.com - Pengamat perkotaan Azas Tigor Nainggolan menilai, Kota Bogor jauh lebih baik daripada DKI Jakarta soal kemampuan mengelola dan transparansi anggarannya.

"Publik bisa mengakses rincian APBD-nya melalui situs atau web Kota Bogor. Lalu kenapa Jakarta tidak bisa transparan dan tidak diakses rincian APBD-nya melalui situs atau webnya?" kata Azas dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Jumat (20/12).

Baca Juga:

Pohon Natal Milik Pemprov DKI di Lapangan Banteng Belum Terlihat

Azas menambahkan, Pemkot Bogor juga membuat web tersebut ruang yang menyediakan forum untuk bertanya atau mengkritik jika menemukan anggaran yang janggal.

"Lalu kenapa pula publik tidak boleh bertanya dan mengkritik anggaran janggal yang akan masuk di APBD Jakarta 2020?" sebut Azas.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto (Antaranews/Riza Harahap)
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto (Antaranews/Riza Harahap)

Azas melihat, ada indikasi upaya mau melakukan pembesaran anggaran atau juga membuat anggaran korup oleh Pemprov Jakarta.

Ia mencontohkan, ketika ada anggaran janggal seperti membeli lem Aibon sebesar Rp83 milyar, langsung anggota DPRD membela Gubernur Jakarta Anies Baswedan.

Azas menduga, di birokrasi Jakarta ada persengkokolan antara anggota DPRD dengan Gubenrur Jakarta Anies Baswedan.

"Kok anggota DPRD yang kritis dan menjalan fungsinya secara benar malah dilaporkan oleh sesama anggota DPRD Jakarta Badan Kehormatan DPRD atas tuduhan menyebarkan informasi pembahasan RAPBD," ungkap Koordinator Forum Warga Kota Jakarta ini.

Baca Juga:

Pemprov DKI Bakal Evaluasi DWP Soal Temuan Kondom oleh FPI

"Bahkan oleh Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatakan sikap kritis itu sebagai upaya cari panggung. Kalau anggota DPRD dan Gubernur Jakarta Anies Baswedan merasa dirinya bersih kenapa harus risih?" sebut Azas

Azas meminta, seharusnya seluruh anggota DPRD Jakarta dan Gubernur Jakarta Anies Baswedan belajar ke Pemkot Bogor soal transparansi anggaran.

"Ini untuk mencegah agar tidak ada korupsi," tutup dia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (MP/Asropih)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (MP/Asropih)

Seperti diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meluncurkan terobosan baru dalam hal transparansi pengelolaan APBD.

Dengan memanfaatkan laman website kotabogor.go.id, publik kini bisa mengetahui APBD Kota Bogor tahun 2020 secara rinci di situs tersebut.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, transparansi anggaran belanja daerah agar warga Kota Bogor bisa mengetahui rincian APBD 2020.

Jika ada kejanggalan, kata Bima, masyarakat dapat menyampaikan saran dan kritiknya melalui aplikasi Sistem Informasi Berbagi Aduan dan Saran (Si Badra) atau media sosial milik Pemkot Bogor maupun media sosial pribadinya

Total, ada 2.385 halaman di penjabaran APBD tahun 2020 dengan jumlah Rp2,5 triliun.

Semua itu, kata Bima, bisa diakses secara detail oleh masyarakat umum.

Kepada seluruh jajaran Pemkot Bogor, Bima mengajak untuk mengawal dan bekerja untuk kepentingan rakyat. (Knu)

Baca Juga:

Gerindra Masih Pertimbangkan Sekda Saefullah Jadi Wagub DKI


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH