Soal Skandal Djoko Tjandra, ICW Desak Kejagung dan Polri Koperatif dengan KPK Djoko Tjandra. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Bareskrim Polri untuk koperatif dengan supervisi yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penanganan skandal Djoko Tjandra.

"ICW mendesak agar Kejaksaan Agung dan Bareskrim Polri dapat kooperatif terhadap KPK," kata Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Kamis (12/11).

Desakan itu disampaikan menyikapi belum diserahkannya dokumen dan berkas perkara Djoko Tjandra oleh Polri dan Kejagung kepada KPK. Padahal, KPK telah dua kali mengirimkan surat untuk meminta berkas tersebut.

Baca Juga

Anita Kolopaking Murung Dapat 'Legal Fee' USD50 dari Pinangki, Suami: Moody Gitu

"KPK sudah menerbitkan surat perintah supervisi disertai dengan mengirimkan surat kepada Kejaksaan Agung dan Bareskrim agar segera menyerahkan berbagai dokumen terkait kasus yang melibatkan Joko S Tjandra, namun sepertinya tidak ditindaklanjuti dengan baik," ujarnya.

Kurnia mengingatkan, tugas supervisi yang dijalankan KPK merupakan amanat UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK. Supervisi yang dilakukan KPK semakin kuat dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 102 Tahun 2020 tentang Supervisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Dalam Pasal 6 ayat (2) huruf a dan b Perpres 102/2020 menyebutkan bahwa KPK berwenang meminta kronologis dan juga laporan perkembangan penanganan perkara yang sedang dikerjakan oleh Kepolisian dan Kejaksaan," bebernya.

Kurnia menegaskan, supervisi ini penting dilakukan KPK untuk mendalami atau menyelidiki kemungkinan adanya aktor lain yang terlibat dalam skandal Djoko Tjandra.

Salah satunya mengenai alasan Djoko Tjandra mempercayai begitu saja Pinangki Sirna Malasari. Padahal, Pinangki tak memiliki jabatan penting di Kejagung yang bersinggungan langsung dengan perkara yang menjerat Djoko Tjandra.

"Apakah mungkin ada petinggi institusi tertentu yang menjamin bahwa ia dapat membantu Joko S Tjandra?," imbuhnya.

Di sisi lain, ICW juga menilai KPK seakan tidak padu untuk turut mengusut skandal Djoko Tjandra yang melibatkan aparat penegak hukum. Sejauh ini, ICW melihat hanya satu dari lima pimpinan yang menaruh perhatian terhadap perkembangan penanganan skandal tersebut.

Baca Juga

Polri dan Kejagung Tak Gubris Permintaan KPK Kirim Berkas Skandal Djoko Tjandra

"Selama ini yang memberikan perhatian lebih terhadap perkara Joko S Tjandra hanya satu di antara lima Pimpinan KPK," tutup Kurnia. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jasa Marga Simulasi Penanganan COVID-19 di Jalan Tol Bareng Polisi
Indonesia
Jasa Marga Simulasi Penanganan COVID-19 di Jalan Tol Bareng Polisi

Jangan sampai kita justru malah membuat rantai penularan baru

Selama Ada WNI Diobservasi di Pulau Sebaru, Kopaska Terus Patroli Siang-Malam
Indonesia
Selama Ada WNI Diobservasi di Pulau Sebaru, Kopaska Terus Patroli Siang-Malam

Dansatgas Kopaska Johan Wahyudi memberikan arahan kepada seluruh personel sebelum operasi pengamanan laut dilakukan

Berbagai Opini Negatif soal COVID-19 Dinilai karena Pemerintah Belum All Out
Indonesia
Berbagai Opini Negatif soal COVID-19 Dinilai karena Pemerintah Belum All Out

Pemerintah memang perlu meyakinkan kepada publik bahwa pemerintah bekerja sepenuhnya dalam melawan COVID-19 ini.

Dua Pasien Isolasi RSHS Bandung Negatif Virus Corona
Indonesia
Dua Pasien Isolasi RSHS Bandung Negatif Virus Corona

Pasien WNA berinisial HG sudah dipulangkan karena kondisinya semakin membaik.

Pegawainya Positif COVID-19, Kantor LPSK Lockdown Lima Hari
Indonesia
Pegawainya Positif COVID-19, Kantor LPSK Lockdown Lima Hari

Kantor LPSK akan kembali beroperasi dan dibuka untuk umum pada hari Senin, 14 September 2020.

Pfizer Tetapkan Harga Jual Vaksin COVID-19, Berapa?
Dunia
Pfizer Tetapkan Harga Jual Vaksin COVID-19, Berapa?

Harga jual vaksin antara Pfizer dan AS ditetapkan dalam kontrak yang diumumkan pada minggu lalu.

Biar Efisien, Hunian Terintegrasi Transit Terus Diperbanyak
City Property
Biar Efisien, Hunian Terintegrasi Transit Terus Diperbanyak

Beberapa TOD kini sudah dibangun tidak jauh dari stasiun kereta api ataupun commuter line seperti Stasiun Pasar Senen, Pondok Cina, Depok Baru, Jatijajar, Citayam dan Cinere.

Polisi Ungkap Kronologi Penghasutan hingga Kerumunan di Sidang Praperadilan Rizieq
Indonesia
Polisi Ungkap Kronologi Penghasutan hingga Kerumunan di Sidang Praperadilan Rizieq

Polda Metro Jaya menyampaikan jawaban atas permohonan praperadilan Rizieq tersebut.

Berikut Rekayasa Perjalanan KRL saat PSBB Transisi
Indonesia
Berikut Rekayasa Perjalanan KRL saat PSBB Transisi

KCI kembali melakukan rekayasa operasional KRL Commuter Line mulai 15 Oktober 2020 sehubungan dengan pemberlakuan masa PSBB transisi di wilayah DKI Jakarta.

Ketika JHL Group Melawan COVID-19, Sumbang Perlengkapan Medis ke Banyak Rumah Sakit
Indonesia
Ketika JHL Group Melawan COVID-19, Sumbang Perlengkapan Medis ke Banyak Rumah Sakit

JHL Group menyadari, petugas kesehatan sebagai garda terdepan penanganan virus ini membutuhkan banyak alat kesehatan