Soal Senjata Brimob, Panglima TNI Akan Beri Surat Rekomendasi konferensi pers membahas polemik impor senjata. (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Polemik terkait senjata impor milik satuan Brimob Polri yang masih tertahan di Bandara Soekarno-Hatta, karena mendapat perhatian khus dari masyarakat luas.

Menanggapi hal itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan bahwa Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo akan mengeluarkan surat rekomendasi terkait impor senjata Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) kaliber 40 x 46 mm milik Brimob Polri yang masih tertahan di Area Cargo UNEX Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten.

"Berkaitan dengan SAGL 40 kali 46 yang masih tertahan di bea cukai Bandara Soeta, akan segara dikeluarkan rekomendasi dari Panglima TNI," ujarnya saat konferensi pers usai rapat membahas polemik impor senjata api di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (6/10).

Meski demikian, Wiranto menuturkan, surat rekomendasi yang akan dikeluarkan Panglima dengan catatan, amunisi tajamnya tersebut dititipkan ke Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

"Amunisi ada tiga macam, ada Smoke asap, dan gas air mata ada yang tajam. Amunisi tajamnya ini, nanti titip di Mabes TNI," pungkasnya.

Rapat koordinasi ini dihadiri Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Budi Gunawan, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi, dan Direktur PT Pindad Abraham Mouse.

Seperti diketahui, senjata Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46 milimeter sebanyak 280 pucuk lengkap dengan 5.932 butir peluru masuk ke Bandara Soekarno Hatta pada Jumat (29/9) malam dan kini masih berada di Gudang Kargo Bandara Soetta.

Polri mengakui bahwa senjata-senjata itu adalah milik Polri yang dikirim menggunakan maskapai asal Ukraina dan diimpor oleh PT Mustika Duta Mas Senjata itu, dibeli melalui mekanisme lelang sesuai dengan ketentuan pengadaan barang dan jasa. (Asp)

Baca juga berita terkait impor senjata Brimob Polri di: Pengamat Militer Sebut Pengadaan Senjata Brimob itu Ilegal
Kredit : asropih


Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH