Soal Manuver Ketua Umum PSI, PDIP: Odong-Odong Jangan Ajari Kita Berlari Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie. (MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Politisi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu turut mengomentari manuver Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie yang menyerang parpol nasionalis, bahkan yang sama-sama pro-Jokowi.

Anggota Komisi III DPR ini menyindir PSI sebagai odong-odong. "Odong-odong jangan mengajarkan truk juggernaut berlari," kata Masinton saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (14/3).

Politisi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu. (MP/Ponco Sulaksono)
Politisi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu. (MP/Ponco Sulaksono)

Masyarakat, kata Masinton, tidak perlu meragukan nasionalisme partai politik lama, termasuk PDI Perjuangan. Ia memastikan, partai besutan Megawati Soekarnoputri itu berkomitmen memperjuangkan pluralisme dan Bhineka Tunggal Ika.

"Kalau untuk keberpihakan secara ideologi dia (PSI) enggak ada apa-apanya. Dalam konteks memperjuangkan nasionalisme, memperjuangkan pluralisme, dan kebhinekaan kita (PDIP) itu sudah diuji waktu dam sejarah," ujar dia.

Bekas aktivis Reformasi 98 ini tak mau mengomentari lebih jauh manuver politik PSI. Sebab, menurut Masinton, PSI saat ini tengah mencari perhatian publik demi meraup suara di pemilihan legislatif (pileg).

"Mengomentari yang odong-odong begini, menurut saya, sih, enggak pas juga, sih. Jadi, ya, namanya juga lagi mencari sensasi lah," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI, Grace Natalie melontarkan 'serangan' bertubi-tubi ke parpol nasionalis, bahkan yang sama-sama pro-Jokowi saat berpidato politik di Medan International Convention Center, Senin (11/3).

Kala itu, Grace menyindir partai-partai nasionalis yang tidak melakukan pembelaan terhadap korban persekusi, intoleransi dan meloloskan perda berbau SARA.

"PSI hadir tatkala negeri ini terancam intoleransi akut, uang pajak dicuri secara sistematis, orang tidak menjalankan ibadah dengan tenang. Negeri di mana orang seenaknya bisa menyebarkan fitnah SARA," kata Grace.

"Ke mana kalian hei partai nasionalis saat ibu Melyana divonis 18 bulan penjara. Kenapa hanya Sekjen PSI dan saya sebagai Ketua Partai yang hanya menjenguk beliau di penjara?," jelas Grace. (Pon)

Baca Juga: Bantah Berkhianat, PSI: Pidato Grace Natalie Kritik Sekaligus Pendidikan Politi

Kredit : ponco


Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH