Soal Kasus Pemerasan Oknum Polisi, Informasi IPW Diduga Hoaks Pria bernama Budianto yang disebut Indonesia Police Watch (IPW) diperas oleh oknum penyidik Polres Metro Jakarta Selatan (MP/Kanu)

MerahPutih.Com - Pria bernama Budianto yang disebut Indonesia Police Watch (IPW) diperas oleh oknum penyidik Polres Metro Jakarta Selatan mengaku dicecar 16 pertanyaan saat diperiksa Propam Polda Metro Jaya.

"Pertanyaannya terkait dengan berita yang viral di media online (terkait tudingan pemerasan Rp1 miliar)," kata Budianto di Markas Polda Metro Jaya, Rabu (15/1).

Baca Juga:

Dicopot Lantaran Diduga Terima Suap Miliaran Rupiah, Begini Reaksi Kasat Reskrim Polres Jaksel

Dirinya mengklarifikasi kalau bukan polisi yang memerasnya saat itu. Tapi, adalah seorang makelar kasus berinisial A.

Dalam pemeriksaan itu, Budianto mengaku menyerahkan sejumlah bukti semisal bukti percakapan dengan si markus berinisial A terkait janjinya menyelesaikan kasus perusakan tanahnya.

IPW sengaja fitnah oknum polisi untuk naik jabatan
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane (MerahPutih/Rizki Fitrianto)

Dalam percakapan di WhatsApp itu, si A juga mengklaim kenal dengan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan saat itu, AKBP Andi Sinjaya Ghalib.

"Ternyata bukan oknum polisi, karena selama saya ke polres saya tidak pernah jumpa. Jadi, gak tahu menahu," kata dia lagi.

Sebelumnya diberitakan, Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Polri yang telah mencopot penyidik Polres Jakarta Selatan yang diduga meminta uang Rp1 Miliar kepada pelapor Budianto.

Baca Juga:

Polri Dikritik Karena Sejumlah Orang 'Dekat' Jokowi yang Dapat Jabatan Prestisius

"Tindakan tegas ini perlu dilakukan Polri kepada anggotanya yang brengsek agar citra Polri terjaga dan kepercayaan publik kepada jajaran kepolisian tetap terbangun," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane.

Kata dia, pencopotan penyidik Polres Jakarta Selatan itu tertuang dalam surat No: ST/13/I/2020 tertanggal 08 Januari 2020 dan yang bersangkutan digeser ke lembaga pendidikan.(Knu)

Baca Juga:

Perubahan Divhumas Polri Jadi Badan Dianggap untuk Akomodir Perwira yang Nganggur



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH