Soal Dua Cawagub dari PKS, Ketua DPRD DKI Sebut Bisa Saja Keduanya Tidak Lolos Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. Foto: MP/Asropih

MerahPutih.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama Partai Gerindra telah menyerahkan cawagub Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto kepada Gubernur Anies Baswedan. Kedua Cawagub itu kemudian dibahas dalam paripurna DPRD DKI Jakarta.

Menariknya, meski paripurna penentuan pengganti Sandiaga Uno itu belum digelar, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengungkapkan bahwa bisa saja Agung Yulianto dan Ahmad Syaikut tidak lolos. Salah satu alasan yang disampaikan Prasetyo yakni kedua cawagub yang sudah disepakati PKS dan Gerindra itu belum mengetahui betul seluk beluk dan situasi Jakarta.

"Bisa terpilih, bisa tidak terpilih. Tergantung bagaimana temen calon ini menjelaskan siapa dirinya dan mengerti sampai sejauh mana (soal) Jakarta," kata Prasetyo di Jakarta, Senin (4/3).

Cawagub DKI Agung Yulianto
calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Agung Julianto. (Foto: merahputih.com/Asropih)

Politikus PDI Perjuangan ini pun memastikan dirinya tidak akan menahan dua nama calon Wagub dari PKS itu melenggang menduduki kursi DKI 2.

Hanya saja, menurut Prasetyo, dua nama calon orang nomor dua di Jakarta itu harus bersilahturahmi ke semua fraksi DPRD DKI Jakarta.

"Karena ini saya akan laksanakan pertanyaannya temen-teman ini harus sowan saya ini saya ini. Namanya kita beradat ketimur-timuran datangilah semua fraksi karena ada 106 anggota fraksi didatangi aja semuanya ngobrol," tuturnya.

Ahmad Syaikhu
Kader PKS Ahmad Syaikhu. (MP/Mauritz)

Sebelumnya, Prasetyo Edi Marsudi mengaku pihaknya telah menerima surat pengantar dua nama cawagub DKI Jakarta dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dalam waktu dekat, sambung Prasetyo, pihaknya akan menyerahkan surat tersebut ke Badan Musyawarah (Bamus) untuk segera membuat tata tertib pemilihan cawagub.

"Melalui surat ini saya akan meneruskan ke Bamus untuk di agendakan didalam paripurna nanti," tuntas Prasetyo Edi Marsudi.(Asp)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel:Kualitas Pendidikan Buruk, Indonesia Terancam Hadapi Bencana Demografi

Kredit : asropih


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH