Soal Dokter Terawan, PB IDI Pasrah Serahkan ke Kemenkes PB IDI Saat jumpa pers. (MP/Fadhli)

MerahPutih.com - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) merekomendasikan menunda keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) terkait pemecatan dr Terawan Agus Putranto.

Ketua PB IDI Ilham Oetama Marsis menjelaskan, penundaan pemecatan dikarenakan kontroversi praktik brainwash Dokter Terawan yang semakin menyita perhatian publik.

"Bahwa tindakan terapi dengan menggunakan metode Digital Substraction Angiogram (DSA) lebih dikenal oleh awam dengan sebutan Brain Wash telah menimbulkan perdebatan secara terbuka dan tidak pada tempatnya di kalangan dokter," kata Ilham di Kantornya Jalan Samratulangi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/4).

Karenanya, kata dia, PB IDI melalui rapat besar seluruh elemen IDI merekomendasikan menunda pemecatan Dokter Terawan.

"Oleh karenanya ditegaskan bahwa hingga saat ini Dokter Terawan masih berstatus sebagai anggota IDI," terang dia.

Selang 4-5 jam setelah operasi pasien mengalami kesembuhan signifikan. (Foto: wisemedic)
Selang 4-5 jam setelah operasi pasien mengalami kesembuhan signifikan. (Foto: wisemedic)

Guna menindaklanjuti polemik praktik "cuci otak" Dokter Terawan, lanjutnya, PB IDI melalui rapat Majelis Pimpinan Pusat (MPP) pada tanggal 8 April 2018 yang dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan pusat yaitu Ketua Umum PB IDI, Ketua MKEK, Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia Kedokteran (MKKI) dan Majelis Pengembangan Pelayanan Kedokteran (MPPK) memutuskan, mengembalikan penilaian kepada Kementerian Kesehatan RI.

"MPP merekomendasikan penilaian terhadap tindakan terapi dengan metode DSA/Brain Wash dilakukan oleh Tim Health Technology Assessment (HTA) Kementerian Kesehatan RI," tuntasnya. (Fdi)

Baca juga berita terkait di: Pemecatan dr Terawan Ditunda, Begini Penjelasan IDI

Kredit : fadhli


Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH