SBMPTN 2021 Solusi Gagal Masuk Kampus Negeri Jalur Undangan, Intip Caranya Dokumentasi seleksi penerimaan mahasiswa baru. (ANT)

MerahPutih.com - Pendaftaran untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) masih dibuka hingga 1 April 2021 mendatang.

Bagi mereka yang tidak lolos masuk ke dalam perguruan tinggi melalui jalur undangan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMBPTN), SBMPTN 2021 alternatif solusi mengejar impian bisa belajar di perguruan tinggi yang diinginkan.

Baca Juga:

SBMPTN Bukan Ajang Diskriminasi Disabilitas

Para pendaftar yang ingin lolos dan bisa diterima harus terlebih dahulu mengikuti seleksi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang merupakan tes masuk ke perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

Dikutip Antara dari laman resmi, Kamis (25/3), LTMPT adalah satu-satunya lembaga penyelenggara tes perguruan tinggi di Indonesia. Pelaksanaan UTBK oleh LTMPT memiliki keunggulan karena hasil tes kredibel, terstandar dan nilai diberikan secara individu kepada peserta.

Ruang Kuliah. (Foto: UI)
Ruang Kuliah. (Foto: UI)

UTBK bisa diikuti bagi mereka yang sudah dinyatakan lulus pada tahun 2019, 2020, dan 2021 dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK dan sederajat), serta lulusan Paket C tahun 2019, 2020, dan 2021 dengan umur maksimal 25 tahun. Peserta hanya diperbolehkan mengikuti UTBK satu kali, nantinya hasil UTBK 2021 hanya berlaku untuk mengikuti SBMPTN 2021 dan Penerimaan di PTN tahun 2021.

SBMPTN 2021 dilakukan berdasarkan hasil UTBK dan dapat ditambah dengan kriteria lain sesuai dengan talenta khusus yang ditetapkan PTN, PTKIN dan Politeknik Negeri yang bersangkutan. Bagi mereka yang masih bingung untuk mengikuti tes seleksi yang diadakan oleh LTMPT, berikut tata cara lengkap untuk mengikuti tes seleksi SMBPTN 2021.

Persyaratan bagi peserta UTBK-SBMPTN

  • Memiliki Akun LTMPT dan sudah permanen sebelum penutupan registrasi akun.
  • Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).
  • Siswa SMA/MA/SMK/sederajat calon lulusan tahun 2021 harus memiliki Surat Keterangan Siswa SMA/MA/SMK Kelas 12 pada tahun 2021 atau peserta didik Paket C tahun 2021 dengan umur maksimal 25 tahun (per 1 Juli 2021).
  • Siswa lulusan SMA/MA/SMK/sederajat tahun 2019 dan 2020 atau lulusan Paket C tahun 2019 dan 2020 harus memiliki ijazah dengan umur maksimal 25 tahun (per 1 Juli 2021).
  • Bagi lulusan SMA sederajat dari luar negeri harus memiliki ijazah yang sudah disetarakan.
  • Tidak lulus jalur SNMPTN pada tahun 2019, 2020, dan 2021.

Persyaratan Tes Peserta:

  • Peserta yang akan memilih prodi Saintek maka mengikuti TPS dan TKA Saintek;
  • Peserta yang akan memilih prodi Soshum, maka mengikuti TPS dan TKA Soshum; dan
  • Peserta yang akan memilih prodi Campuran (Saintek dan Soshum), maka mengikuti TPS, TKA Saintek dan TKA Soshum.
  • Khusus Program Studi Kedokteran dan Kedokteran Gigi hanya dapat dipilih oleh siswa lulusan SMA/MA jurusan IPA saja.
  • Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses studi.
  • Bagi peserta yang memilih program studi bidang Seni dan Olahraga wajib mengunggah portofolio.
  • Bagi peserta tuna netra wajib mengunggah Surat Pernyataan Tuna Netra
  • Membayar biaya UTBK melalui bank Mandiri, BNI, BTN, dan BRI

Pendaftaran UTBK-SBMPTN 2021, secara umum dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

  • Login menggunakan akun LTMPT di https://portal.ltmpt.ac.id
  • Melengkapi Biodata
  • Memilih Program Studi
  • Mengunggah Portofolio
  • Memilih Pusat UTBK
  • Melihat Nomor Pendaftaran
  • Konfirmasi Kartu Peserta
  • Unduh Kartu Peserta (wajib)

Baca Juga:

Kuota SNMPTN UGM Cuma 2.000 Calon Mahasiswa

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hari Terakhir 2020, Seluruh Jakarta Diperkirakan Diguyur Hujan
Indonesia
Hari Terakhir 2020, Seluruh Jakarta Diperkirakan Diguyur Hujan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memperkirakan hujan akan mengguyur seluruh wilayah baik kota atau pun kabupaten di Provinsi DKI Jakarta pada hari terakhir 2020.

KPK Selidiki Transaksi Perbankan Dugaan Suap Azis Syamsuddin
Indonesia
KPK Selidiki Transaksi Perbankan Dugaan Suap Azis Syamsuddin

KPK telah menetapkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sebagai tersangka

Kapolri Minta Percepat Vaksinasi di Papua untuk Kelancaran PON XX
Indonesia
Kapolri Minta Percepat Vaksinasi di Papua untuk Kelancaran PON XX

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta jajarannya di Papua untuk mempercepat capaian vaksinasi. Hal ini dilakukan guna mendukung pelaksanaan PON XX di Bumi Cendrawasih.

Buruh yang Rayakan May Day Diingatkan Protokol Kesehatan
Indonesia
Buruh yang Rayakan May Day Diingatkan Protokol Kesehatan

Ida secara khusus mengajak untuk belajar dari pengalaman negara lain seperti India

Banjir Bandang NTT Renggut 84 Jiwa, 71 Masih Hilang
Indonesia
Banjir Bandang NTT Renggut 84 Jiwa, 71 Masih Hilang

BNPB mencatat bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan korban meninggal sebanyak 84 orang.

Polisi Putar Balik 36.468 Kendaraan Pemudik
Indonesia
Polisi Putar Balik 36.468 Kendaraan Pemudik

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sudah mencatat 36.468 unit kendaraan pemudik yang diminta putar balik selama larangan mudik.

KPK Periksa Kabag Sekretariat Komisi VIII DPR Terkait Suap Bansos
Indonesia
KPK Periksa Kabag Sekretariat Komisi VIII DPR Terkait Suap Bansos

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kepala Bagian sekertariat Komisi VIII DPR, Sigit Bawono Prasetyo, Selasa (26/1).

14 Titik Lokasi Vaksinasi Keliling di Jakarta, Senin (9/8)
Indonesia
14 Titik Lokasi Vaksinasi Keliling di Jakarta, Senin (9/8)

Pada Senin (9/8), vaksinasi keliling hadir di lima wilayah kota administrasi DKI Jakarta. Ada 14 titik lokasi sasaran vaksin.

Pendaftaran Masuk PTN lewat SBMPTN Diperpajang Satu Hari
Indonesia
Pendaftaran Masuk PTN lewat SBMPTN Diperpajang Satu Hari

Jumlah peserta yang mendaftar dengan status peserta reguler sebanyak 515.472 siswa dan yang mendaftar dengan status pemegang nomor pendaftaran KIP Kuliah sebanyak 211.573 siswa.

Kandas Perlawanan Penolakan UU Cipta Kerja
Indonesia
Kandas Perlawanan Penolakan UU Cipta Kerja

UU Ciptaker atau Omnibus Law mendapatkan penolakan dari sejumlah kalangan. Aksi penolakan itu dilakukan melalui aksi demontrasi dengan turun ke jalan.