Sneakers Sudah Tampil dengan  Desain Mewah Sneaker memiliki nilai mahal yang sangat personal. (Foto: Pixabay/Free-Photo)s

PENGGILA sneaker atau yang kerap disebut sneakerheads atau kicks ini menjadi bahan bakar bagi melonjak harga sneaker bekas. Meskipun namanya bekas, namun bukan benar-benar bekas dalam artian sebenarnya.

Menurut BBC, sebutan lain sneaker adalah crepes atau trainer dalam istilah English British. Para pemburu sneaker bekas ini tahu bahwa bekas bukan berarti memang pernah dipakai beraktivitas olahraga dan bau, tentunya.

Setiap acara pasar sepatu bekas ini selalu saja dipenuhi oleh penggila sneakers. Mengapa sedemikian popular di kalangan penggilanya? Banyak alasan yang diungkapkan oleh para penggila sneakers ini. Harga memang menjadi salah satu alasan, namun tak melulu seperti itu. Seperti yang diungkapkan oleh Simon Wood dari majalah Sneaker Freaker yang mengatakan bahwa alasannya sangat beragam bagi para pemburu sneakers itu.

sneakers
Sneaker hadir dalam berbagai kesempatan. (Foto: Pixabay/congerdesign)

Tak sedikit sneakers yang dijual dengan harga lebih tinggi dari harga pasaran. Bisa jadi karena kelangkaan model dan jenis sneakers tersebut. Wood menyebutkan bahwa sneakers itu bisa sangat murah harganya atau memang sangat langka di pasaran.

Acara-acara seperti itu seolah menjadi ajang perburuan harta karun. Sepatu-sepatu itu ada yang dijual dengan harga Rp600 ribu dan ada yang tak kurang seharga Rp70 juta.

Pun tak seperti itu pula harga yang kemudian tercantum. Para kolektor dalam ajang-ajang seperti itu juga memamerkan koleksi-koleksi yang langka di pasaran. Sebut saja Air Jordan VI, MJ True Blue, MJ True Blue III atau Carmine VI.

Harga

Menurut penggagas Crepe City, ajang jual beli sneakers bekas, Gerard Starkey menyebutkan ada beberapa sneakers yang memang dengan mudah diberi label harga. Namun adapula yang tak bisa diberikan patokan harga sebenarnya.

Terutama adalah bagi penggemar koleksi sepatu Michael Jordan yang sebagian besar hanya dapat memandangi sepatu langka yang dipajang. Pemiliknya biasanya enggan menjual barang koleksinya, karena mereka tahu harganya tidak terjangkau bila dibeli kembali. Faktor kelangkaan yang membuat sepatu-sepatu seperti itu memiliki bernilai sangat tinggi.

Starkey menyayangkan harga yang menggila untuk sneakers bekas itu. Para pemburu sneakers itu menghancurkan kesenangan memakai sneakers bukan hanya dari sisi manfaatnya namun juga sebagai fashion statement. Bukan masalah bagi mereka yang sudah mapan mampu membeli sneaker-sneaker bergengsi. Menjadi masalah bagi kalangan muda yang ingin mendapatkannya.

sneakers
Nike Air Max 1 merevolusi desain sepatu saat ini. (Foto: fashionbeans)

Sangat membanggakan bila seorang kolektor mendapatkan barang impiannya. Bahkan mereka memiliki saat-saat khusus untuk memakainya. Sneaker tertentu dari daftar langka bukan sneakers saja, lebih dari itu menunjukan pemiliknya sebagai sneakerheads atau kick.

Menurut pengamat sneakers Matt Powell dari SportsOneSource, mengungkapkan hanya di Amerika saja pasar sneaker bernilai lebih dari Rp400 triliun, sedangkan dunia lebih kurang bernilai sama. Ia menyebutkan pasar Amerika mengalami pertumbuhan sampai 5% per tahun, pasar internasional dan Tiongkok jauh lebih besar lagi.

Perkembangan pasar itu malah terjadi pada koleksi-koleksi premium end. Powell menambahkan karakter pasar sangat menonjolkan sisi personal pembelinya disamping kemampuan membelinya. Ia menambahkan bahwa generasi di tahun 80an yang menginginkan sneaker tertentu menjadi pemburu paling banyak. Mereka mencari sneaker-sneaker yang mereka inginkan dari masa muda mereka.

Meskipun demikian menurut Starkey, bukan tidak mustahil ada remaja yang membeli sneaker-sneaker mahal dan langka itu. Urusan uang membelinya darimana tidak dapat dipermasalahkan.

Arah pasar sneaker seperti ini pun berubah dengan perkembangan teknologi digital. Konektivitas antar warga dunia sudah tidak mengenal batas lagi dan memungkinkan pasar berkembang lebih luas. Pencarian koleksi menjadi lebih berkembang lagi dan ini sangat dirasakan oleh Starkey. Ia melihat dari perkembangan jumlah pembacanya yang terus naik menjadi jutaan orang.

sneakers
Converse Chuck Taylor Hi-Top 1936, sepatu sepanjang masa. (Foto: fashionbeans)

Koleksi

Pasar sneaker tidak akan pernah ada habisnya, meskipun generasi berganti. Permintaan terhadap sneaker tidak pernah surut dari model terbaru hingga klasik. Contohnya saja Converse Chuck Taylor Hi-Top berwarna hitam pertama kali dilepas ke pasar di tahun 1936. Namun pamornya tidak pernah surut sampai sekarang. Sneaker ini masih tetap diminati oleh semua generasi dari berbagai kalangan.

Sama halnya dengan New Balance yang menyuguhkan desain sederhana namun memberikan fungsi dan manfaat baik pada aktivitas olah raga. Dirilis pertama kali di tahun 1985 dengan harga US$100 tak membuat sepatu ini dimakan oleh waktu. Bahkan setiap lima tahun dirilis ulang.

Cerita Nike Air Max 1 yang dirilis di tahun 1987 merevolusi desain sneaker pada umumnya. Desain sol tengah yang memanfaatkan sirkulasi udara kemudian memberikan pencerahan bagi para pembuat sneaker. Lebih dari 30 tahun, desain sepatu ini masih menjadi contoh bagi pembuatan sneaker-sneaker yang ada saat ini.

sneakers
Y-3 hasil desain Yohji Yamamoto. (Foto: fashionbeans)

Sneaker tidak lagi terpisah dari kemewahan seperti beberapa dekade lalu. Kecenderungannya saat ini sudah mencampur dan membuat pasar high end yang berbeda pula. Sneaker kemudian lahir dari tangan-tangan desainer sepatu alias dipajang di butik-butik terkenal. Kemewahan desain pun disandang oleh sneaker.

Tengok saja sneaker Ami yang berbau Paris hasil rancangan Alexandre Mattiusi. Kemudian Y-3 hasil desain Yohji Yamamoto yang menjadi favorit penggila fashion.

Begitu juga rumah butik Valentino dan Yves Saint Laurent dengan rilisan Saint Laurent, serta Lanvin dengan desain anggunnya, melemparkan desain sneaker yang sangat detil kemewahannya.

Bahkan Buttero asal Itali yang didirikan oleh Mauro Sani di tahun 1974 terkenal dengan boot ridingnya, ikut merilis sneaker dengan pembuatan yang sangat detil.

Pengaruh sepatu Itali sangat kental ada dalam sneaker buatan Common Projects pembuat sepatu di New York. Yang menarik adalah sepatu Hailing dari Amsterdam yang meramu streetwear dengan high fashion menghasilkan desain kontemporer yang kekinian. (psr)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH