Skuter Elektrik Dilarang di New York dan London, Jakarta? GrabWheels merupakan layanan besutan Grab. (Foto: Grab)

PEMANDANGAN baru ini belakangan sering ditemukan di Ibu Kota, bahkan sampai memakan korban jiwa. Adalah skuter elektrik yang kini tengah menjadi wahana seru-seruan bagi penduduk Jakarta. Memang menyenangkan menjelajah kota dengan kendaraan simpel yang tengah tren. Sambil jalan-jalan, konten untuk media sosial pun aman. Setelah memakan korban, pemerintah memberlakukan aturan dan larangan baru untuk penggunaan skuter elektrik di Jakarta.

Kendaraan yang cukup fungsional ini ternyata juga memiliki akibat buruk lho, makanya beberapa kota besar dunia termasuk New York dan London melarang penggunaan skuter listrik. Terlepas dari popularitasnya, pemerintah di kedua kota tidak terlalu terburu-buru untuk memutuskan apakah skuter elektrik aman digunakan. Jika ada yang menggunakannya, mereka lebih memanfaatkan sisi fungsional dari kendaraan.

Baca juga:

Otoped Listrik, Inovasi atau Masalah Baru?

Di London, skuter elektrik ilegal karena hukum nasional Inggris, beberapa di antaranya berasal dari era Victoria. Sementara itu, di New York, ada undang-undang untuk melegalkan mereka di tingkat negara bagian, tetapi gubernur negara bagian belum menandatangani RUU yang memungkinkan skuter listrik untuk secara resmi legal.

Situasi yang terjadi pada kedua kota metropolitan (padat pedestrian) tersebut menjadi problema utama penggunaan skuter listrik di jalan. Orang bisa saja dengan mudah membeli dan menggunakannya di jalan, namun ketika polisi melihatnya, pihak berwajib berhak memberhentikan penggunanya.

Skuter Elektrik Dilarang di New York dan London, Jakarta?
Otoped listrik yang mempermudah aktivitas sehari-hari. (Foto: Mad Charge)

Berbeda dengan fungsinya sebagai rekreasi di Jakarta, skuter elektrik digunakan orang-orang di New York dan London sebagai alat transportasi yang fungsional. Harganya yang relatif murah, mudah dikendarai, dan tentu bebas macet.

Terlebih beberapa merek sudah dilengkapi dengan fitur ramah lingkungan, dibandingkan melakukan perjalanan menggunakan mobil. Pengaruh skuter elektrik untuk lalu lintas bahkan sangat kecil.

Perkembangan peradaban jelas tidak bisa dihentikan dan terelakkan, seperti dari pejalan kaki menjadi skuter elektrik. Hal ini berlaku untuk seluruh kota di dunia, termasuk Jakarta. Antusiasme orang akan perkembangan teknologi bagaimanapun harus dibarengi dengan peraturan dan regulasi yang jelas, seperti kasus skuter elektronik. (ADP)

Baca juga:

GrabWheels Makan Korban Jiwa, Polisi Larang Skuter Listrik Masuk Jalan Raya DKI



Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH