Skincare Populer Yang Dibenci oleh Dermatologis Cermat memilih produk skin care (Sumber: Gal Meet Glam)

SKINCARE kian digandrungi oleh perempuan yang bertekad miliki kulit glowing alami. Instagram dan YouTube menjadi platform sempurna untuk mendapatkan informasi seputar produk-produk perawatan kulit terbaru. Hal tersebut diperkuat dengan kehadiran para beauty vlogger, baik dalam maupun luar negeri. Para beautyvlogger kerap merekomendasikan skin care tertentu

Ada sejumlah produk kecantikan yang direkomendasikan oleh tak hanya satu tetapi banyak beauty vlogger. Banyaknya beauty vlogger yang merekomendasikan produk tersebut membuat mereka percaya produk tersebut memang berkualitas. Padahal kenyataannya tak selalu demikian.

Beberapa produk kecantikan yang populer di masyarakat justru tidak direkomendasikan oleh para dermatologis. Berikut beberapa produk populer yang dibenci oleh dermatologis:

1. Activated Charcoal Mask (Masker Arang Aktif)

Charcoal mask

Active Charcoal (Sumber: Stylecraze)

Jika kamu melakukan pencarian di internet, kata activated charcoal mungkin menempati peringkat teratas yang paling banyak dicari orang. Masker ini menjadi populer karena diklaim mampu membersihkan pori-pori dengan mudah. Tak hanya dalam bentuk masker, activated charcoal juga banyak terdapat di sabun cuci muka. Seorang ahli bedah kulit, Kathleen Suozzi menjelaskan bahwa masker yang sering dipasarkan untuk pemilik kulit berminyak ini tidak seperti yang dibayangkan. Proses detoksifikasi yang digadang-gadang olehnya pun tak sesuai harapan. "Arang aktif dapat menyerap kotoran yang hanya terdapat di permukaan kulit," ujarnya. Sementara untuk kotoran dari polusi yang mengendap di kulit tidak bersih secara signifikan.

2. Snail Mucin (Lendir Siput)

Snail mucin
Lendir siput (Sumber: Fifty Shades of Snail)

Bahan skin care yang berasal dari lendir siput pertama kali dipopulerkan di Korea Selatan. Begitu banyak perawatan kulit K-Beauty yang menggunakan lendir siput, mulai dari masker lembaran, essence, hingga pelembab. Meskipun banyak ditemukan di produk skin care, tak semua orang cocok dengan produk kecantikan berbahan siput ini. Snail mucin memiliki kandungan hyaluronic acid (asam hialuronat) yang sangat tinggi. "Hyaluronic bisa ditemukan diproduk perawatan kulit lainnya, tidak perlu dari siput," ujar Suozzi.

3. Jade Facial Roller

Produk kecantikan
Jade facial roller (Sumber: Allure)

Pecinta skin care tentu tak asaing dengan rol wajah yang satu ini. Rol ini terbuat dari berbagai jenis kristal mulai dari batu kecubung hingga, kuarsa mawar hingga batu giok. Batu rol ini dipercaya mampu membuat produk kecantikan menyerap secara efektif. Selain itu, jade facial roller disebut-sebut mampu mengurangi pembengkakan kulit secara alami. Namun, klaim itu dibantah oleh Ahli Bedah Kosmetik, Gary Linkov. "Rol batu giok ini mungkin tampak holistik dan menyejukkan, tetapi tidak ada data pendukung yang menyebutnya mampu mengurangi pembengkakan pada kulit," kata Linkov. Menurutnya, mengurangi asupan makanan asin jauh lebih efektif dalam mengurangi pembengkakan. Hasilnya pun jauh lebih signifikan daripada roller manual tersebut.

4. Toner Wajah

Toner
Toner wajah (Sumber: Into the Gloss)

Toner wajah yang kaya antioksidan sering dianjurkan dalam setiam rejimen perawatan kulit apapun. Produk ini disebut-sebut menetralkan kembali pH wajah setelah penggunaan cleanser oil based, micellar water, dan facial foam. Hal tersebut disanggah oleh Dokter Kulit, Zain Husain. "Toner wajah dapat menyebabkan dehidrasi kulit dan menimbulkan peradangan. Dalam beberapa kasus justru dapat memperburuk jerawat," urai Husain. Alih-alih menggunakan toner berbasis alkohol. ia justru menyarankan kita untuk menggunakan produk yang mengandung asam glikolat dan salisilat. "Kedua bahan itu justru melakukan pekerjaan yang jauh lebih baik dalam mengobati jerawat dan efektif dalam menangani pengelupasan kulit," sarannya.

Kredit : iftinavia


Iftinavia Pradinantia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH