Situs Patapan, Jejak Peradaban Megalitikum di  Banten Situs Patapan dikenal sebagai peninggalan masa Megalitikum di Serang, Banten (Foto: Disbudpar Banten)

MerahPutih Budaya - Peninggalan prasejaran yang tampak lebih muda terdapat di kampung parapan pasir, desa Nagara kecamatan Cikande, penduduk menyebutnya patapan. Situs Patapan merupakan bangunan terbuka yang di bangun di atas bebuah bukir dan terdapat batu pelinggih serta lapik atau altar.

Diperkirakan kepurbakalaan Patapan ini merupakan peninggalan Megalitik karena dari bentuk bangunannya mengingatkan kepada bentuk punden yang lazim dijumpai sebagai tinggalan arsitektur bangunan pemuja tradisi megalitik

Secara tertulis tidak ada sumber yang menyebut tentang Situs Patapan, namun daerah lokasi situs berada yaitu Cikande (Kibin dulu masuk dalam wilayah kec. Cikande) pernah disebut dalam catatan Portugis. Disebutkan oleh Tome Pires pada kunjungannya di daerah Banten tahun 1513 bahwa Cheguede (Cikande) merupakan sebuah kota dagang pada masa Hindu di bawah kekuasaan Pajajaran.

Situs Patapan jadi kawasan Cagar Budaya di Serang, Banten (Foto: Instagram @thisisindonesia)

Situs Patapan ini termasuk situs dinilai sudah ada sebelum adanya bangunan candi karena susunan bantunya berupa punden berundak. Ini merupakan peninggalan zaman megalitikum.

Berdasarkan data yang dihimpun merahputih.com dari berbagai sumber, batu yang dipilih kemudian diletakan atau didirikan di suatu tempat untuk mengenang orang yang sudah meninggal. Namun, tidak jarang menhir itu pun berfungsi sebagai simbol-simbol ekonomi si mati. Kelompok menhir, dimanapun selalu beragam jenis.Artinya tidak ada yang berdiri tunggal, selalu ada kompleks atau secara bersama-sama berdampingan dengan bangunan lain, seperti dekat dolmen, peti kubur batu, atau batu altar.

Situs Patapan di Kabupaten Serang Menhir dapat dijumpai Kecamatan Baros, berdiri dalam satu kompleks. Peninggalan menhir megalitik di Cikande tampaknya lebih muda dibandingkan dengan menhir yang ditemukan didaerah lainnya di Banten, penduduk sekitar menyebutnya Patapan. Di situs ini, yang dijumpai semacam batu pelinggih dan lapik atau altar. Dicurigai kepurbakalaan Situs Patapan sangat mungkin merupakan peninggalan Hindu yang datang, patapan tetap dipakai sebagai tempat persembahan agama Hindu.

Anak-anak sekolah sedang berkunjung ke Situs Patapan, Serang Banten (Foto: Instagram @thisisindonesia)

Dengan kata lain, megalitik Patapan itu peninggalan yang berlanjut dari tradisi prasejarah diteruskan ke era Hindu-Budha. Menhir lain yang ditemukan di daerah Banten yaitu berada di Kampung Bedug, Desa Waringin, Kecamatan Mancak, Anyer, yang berukuran panjang 87 cm dengan garis tengah 25 cm, berdiri bersama-sama dengan menhir yang lebih kecil. Penduduk setempat menyebutnya Sirit Baduy.

Selain Situs Patapan, temuan lain yang tidak kalah pentingnya di Desa ini adalah batu lumping berlubang tujuh, berada di atas bukit. Batu ini oleh penduduk disebut sebagai batu paniisan. Menurut warga sekitar batu tersebut berfungsi untuk mendinginkan logam setelah peleburan. Hal ini juga sebagai bukti bahwa Banten telah meninggalkan zaman Prasejarah ke Sejarah. Jika penasaran, silakan langsung berkunjung ke Cikande, kabupaten Serang, Banten.

BACA JUGA:

  1. Yuk, Sejenak Teduhkan Hati di Gunung Santri Serang
  2. Danau Tasikardi Peninggalan Sultan Banten untuk Sang Ibunda
  3. Pantun Bambu, Musik Tradisional Banten yang Terancam Punah
  4. Pantai Binuangeun Banten Surganya Para Pemancing
  5. Bendrong Lesung, Tari Keceriaan Musim Panen dari Banten

 

 



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH