Sistem Pengolahan Air di Israel Jadi Sasaran Hacker, Ada Apa? Sistem pengolahan Air Israel diretas (Foto: pixabay/kalhh)

DUA serangan siber dikabarkan telah menyerang fasilitas pengelolaan air Israel. Hal itu disampaikan oleh pejabat dari otoritas air pekan lalu.

Para pejabat mengatakan serangan tersebut telah terjadi bulan lalu yaitu pada bulan Juni. Namun tidak menyebabkan kerusakan pada organisasi yang diserang.

Baca Juga:

Diduga Ingin Mencuri Penelitian COVID-19, Dua Peretas Tiongkok Kena Tuntut AS

Seperti yang dilansir dari laman ZDnet, Serangan pertama menghantam pompa air pertanian di Galilea atas, sedangkan yang kedua menghantam pompa air di provinsi tengah Mateh Yehuda.

"Serangan itu spesifik dilakukan pada instalasi drainase kecil khusus di sektor pertanian yang segera dan secara independen diperbaiki oleh penduduk setempat, tidak ada dampak ataupun kerusakan," ucap Otoritas Air setempat pada sebuah pernyataan.

Sistem pengolahan air di israel di serang hacker (Foto: Pixabay/geralt)

Kedua serangan itu terjadi usai Israel mengalami serangan cyber pertama pada sistem pasokan akhirnya di bulan April.

Berbeda dengan yang terjadi pada dua serangan baru ini, serangan yang pertama itu punya dampak yang lebih menakutkan. Sumber intelijen barat mengklaim bahwa peretas telah mendapat akses ke beberapa sistem pengolahan air Israel, dan mencoba mengubah kadar klorin air sebelum terdeteksi dan dihentikan.

Bila serangan itu berhasil dan kadar klorin air telah disesuaikan, penyerang bisa menyebabkan keracunan ringan pada populasi lokal yang menggunakan fasiltias tersebut.

Baca Juga:

Peretas Rusia Diduga Curi Data Vaksin Virus Corona

Setelah terjadinya peretasan tersebut, Israel National Cyber-Directorate (INCD) dan Otoritas air mengirimkan peringatan mendesak, pada fasilitas pengolahan air untuk mengubah kata sandi dari peralatan yang terhubung internet, khususnya pada sistem operasional dan perangkat kontrol klorin.

Intelijen asing menyebutkan jika peretasan di Israel terkait dengan Iran (Foto: pixabay/thedigitalartist)

Pemerintah Israel sebetulnya tak pernah mengakui serangan pada bulan April lalu. Namun pejabat intelijen asing mengatakan peretasan itu terkait dengan Iran.

Setelah itu dua minggu kemudian usai serangan pada fasilitas pengolahan air, ada sebuah serangan siber di pelabuhan Shahid Rajaei di Bandar Abbas, Iran. Pihak Intelijen Amerika Serikat menyebut serangan itu ada kaitannya dengan israel, kemungkinan merupakan sebuah serangan balasan.

Selain itu, ada juga sejumlah insiden yang terjadi di Israel usai peretasan tersebut. Seperti halnya berbagai kecelakaan dan ledakan di Infrastuktur penting di Iran. Dari mulai pembangkit listrik, pelabuhan, pengolahan nuklir dan sebagainya. (Ryn)

Baca Juga:

Waspada, Peretas Kartu Kredit Bisa Bersembunyi Dalam Gambar

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH