Sistem Penggunaan Senjata di Lingkungan Polri Perlu Diperbaiki Lokasi penembakan anggota TNI di kafe Jalan Cengkareng Raya, Kecamatan Cengkareng, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (25/2) dini hari. (Foto: MP/Kanugrahan)

Merahputih.com - Kasus penembakan oleh oknum Polisi Bripka CS terhadap anggota prajurit TNI dan beberapa warga sipil di Cengkareng, Jakarta Barat mesti jadi momentum perbaikan manajerial di Kepolisian.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mendesak, sistem penggunaan senjata di kalangan kepolisian diperbaiki. Tujuannya agar kasus seperti Bripka CS tak berulang. Misalnya ketentuan psikotes setiap enam bulan bagi anggota Polri pemegang senjata harus konsisten dilakukan.

Baca Juga:

Kesaksian Pengunjung Cafe Ketakutan saat Oknum Polisi Tembak Mati Prajurit TNI

"Termasuk pengawasan maksimal terhadap aparatur kepolisian yang terindikasi melenceng perlu konsisten dilakukan," ujar Neta kepada wartawan, Jumat (26/2).

Menurut dia, tak ada kebijakan khusus yang harus dibuat Kapolri untuk mengatasi persoalan aktual yang tengah dihadapi Polri dan Kapolri saat ini. Adapun persoalan aktual dimaksud itu terkait Polisi terlibat narkoba dan Polisi koboi yang asal main tembak saja.

Sebabnya, ketentuan ketentuan itu sudah menjadi SOP dan sudah ada dalam berbagai ketentuan serta secara teori semuanya sudah cukup komperhensif.

Namun, pengawasan tidak konsisten dan kepedulian masing-masing atasan selalu melemah. "Yang perlu dilakukan itu komitmen untuk konsisten menjalankan semua konsep yang ada dan konsisten menjalankan fungsi pengawasan," tuturnya.

Tim Inafis melakukan olah TKP peristiwa penembakan yang menewaskan tiga orang di Kafe RM Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (25/2/2021). (ANTARA/Devi Nindy)

Dia menambahkan, Kapolri harus memilih Kapolres yang peduli dan konsisten mengawasi sikap, prilaku, dan kinerja bawahannya.

Selalu ada evalusi, terutama terhadap personil yang sudah menunjukkan tanda-tanda aneh.

"Perilaku, dan kinerja bawahannya harus segera dicopot dari jabatannya, sebelum anak buah berulah, dan menjadi monster bagi masyarakat," katanya.

Polda Metro Jaya sebelumnya mengungkap motif penembakan di Cengkareng yang dilakukan oknum polisi Bripka CS. Bripka CS diduga melakukan penembakan karena tidak terima ditagih uang minuman senilai Rp 3,3 juta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkap insiden penembakan di Cengkareng terjadi saat RM Cafe hendak tutup pada Kamis (25/2) pukul 04.30 WIB dini hari.

"Kronologis sekitar pukul 02.00 tersangka CS ke TKP yang merupakan kafe, lalu melakukan kegiatan minum-minum," kata Yusri dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/2).

Baca Juga:

Buntut Prajurit TNI Tewas Ditembak, Perwira Diminta Lakukan Pengawasan ke Anggota

Kemudian, menjelang kafe tutup, terjadi percekcokan antara Bripka CS dan kasir kafe. Pukul 04.00 pada saat melakukan pembayaran, terjadi cekcok antara tersangka dan pegawai.

Dengan kondisi mabuk saudara CS mengeluarkan senpi dan melakukan penembakan ke 4 korban. "Tiga meninggal dunia dan satu dirawat di rumah sakit," jelasnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Kembali Panggil Anak Raja Dangdut Terkait Korupsi Proyek Kota Banjar
Indonesia
KPK Kembali Panggil Anak Raja Dangdut Terkait Korupsi Proyek Kota Banjar

KPK kembali memanggil anak Raja Dangdut Rhoma Irama, Rommy Syahrial, terkait kasus dugaan suap proyek pekerjaan infrastruktur pada Dinas PUPR Kota Banjar tahun anggaran 2012-2017.

Alasan Perlunya Pemerintah Beri Kepastian Investasi di Bidang Pertahanan
Indonesia
Alasan Perlunya Pemerintah Beri Kepastian Investasi di Bidang Pertahanan

Investasi yang dilakukan secara langsung di tahun 2021-2024 akan meningkatkan posisi tawar Indonesia

Ketua DPRD DKI Tunda Rapat Paripurna Interpelasi Formula E
Indonesia
Ketua DPRD DKI Tunda Rapat Paripurna Interpelasi Formula E

"Saya rasa hari ini masih belum bisa kuorum, saya tunda selama 1 jam untuk paripurna ini mendapatkan kuorum, bisa disetujui?," lanjut Prasetyo.

KPK Tahan Bupati Kolaka Timur
Indonesia
KPK Tahan Bupati Kolaka Timur

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung nenahan Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka Timur, Anzarullah.

Eks Kapolsek Astana Anyar Terjerat Narkoba, Komisi III: Tidak Perlu Dihukum Mati
Indonesia
Eks Kapolsek Astana Anyar Terjerat Narkoba, Komisi III: Tidak Perlu Dihukum Mati

“Nggak lah (hukuman mati) ini kan masalah landasan hukumnya ada, tidak serta merta dikit-dikit hukum mati. Nanti lama-lama motong ayam hukum mati lagi. Jadi tidak demikian landasan hukum yang ada,” kata Sahroni

Waspada Pinjaman Online Ilegal Muncul di Google Play Store!
Lainnya
Waspada Pinjaman Online Ilegal Muncul di Google Play Store!

Kominfo telah memblokir aplikasi pinjol ilegal sejumlah 151 aplikasi.

Penambahan Kasus Aktif COVID-19 di Bawah 4 Ribu
Indonesia
Penambahan Kasus Aktif COVID-19 di Bawah 4 Ribu

Akumulasi positif saat ini lebih dari 4,1 juta kasus atau sebanyak 4.178.164 kasus.

Tamu Akad Nikah di DKI Jakarta Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksin
Indonesia
TNI AU Kirim 26 Ribu Kilogram Paket Bantuan ke NTT
Indonesia
TNI AU Kirim 26 Ribu Kilogram Paket Bantuan ke NTT

Selain membawa bantuan untuk korban bencana alam di NTT dan NTB, TNI juga memberangkatkan prajuritnya untuk membantu evakuasi dan pertolongan pertama.

Pasien COVID-19 di RS Darurat Wisma Atlet Terus Alami Penambahan
Indonesia
Pasien COVID-19 di RS Darurat Wisma Atlet Terus Alami Penambahan

Total ada sebanyak 4.935 pasien positif virus corona tengah menjalani isolasi mandiri dan perawatan di Tower 4 - 7 Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran.