Sistem Drainase Jakarta Miliki Ambang Batas, La Nina Bikin Khawatir Anies Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: MP/Asropih)

Merahputih.com - Fenomena La Nina yang menyerang Indonesia membuat kekhawatiran Pemprov DKI. Sebab fenomena ini mengakibatkan curah hujan meningkat singnifikan, tetapi daya tampung yang dimiliki DKI untuk menerima air terbatas.

"Perlu saya sampaikan di sini, sistem drainase kota Jakarta memiliki ambang batas," ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Jakarta, Rabu (4/11).

Baca Juga:

Jokowi Perintahkan Cegah Lonjakan COVID-19 Saat Libur Panjang Oktober

Drainase yang ada di Jakarta rata-rata memiliki kapasitas maksimal untuk menampung 100 Millimeter (mm) hujan per hari.

"Rata-rata, ada yang 50, ada yang 70, ada yang 120, ada yang 150 mm, tergantung kawasannya. Tapi rata-rata sekitar 100," jelas dia.

Apabila turun hujan dengan curah di bawah 100 mm maka Jakarta aman, tidak ada banjir. Di sisi lain, apabila curah hujan berada di angka di atas 100 mm dipastikan ibu kota terkepung banjir.

Warga Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, melintas di RT11 RW05 yang terendam banjir dengan ketinggian berkisar 50-70 sentimeter, Selasa (22/9). (ANTARA/Andi Firdaus)
Warga Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, melintas di RT11 RW05 yang terendam banjir dengan ketinggian berkisar 50-70 sentimeter, Selasa (22/9). (ANTARA/Andi Firdaus)

"Seperti pada awal tahun ini di Bulan Januari kita mengalami curah hujan sebesar 377 mm per hari. 3,7 kali lipat dari kapasitas yang dimiliki. Sehingga mau-tidak mau air akan tergenang, terjadilah banjir," jelas Anies.

Anies menegaskan, ada dua indikator keberhasilan penanganan banjir apabila memiliki curah hujan tinggi seperti awal 2020 dan melampaui kapasitas drainase yang ada.

"Satu tidak ada korban, semua warga selamat. Dua, genangan harus surut dalam 6 jam," jelas Anies.

Baca Juga:

Jakarta Bakal Diguyur Hujan Lebat

"Seluruh unsur bersiaga di sini. Insya Allah Jakarta bisa terbebas dari banjir. Jika ada curah hujan yg amat lebat, kita bisa surut dalam waktu kurang dari 6 jam," lanjutnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pengamat Minta Anies Tambah dan Perdalam Waduk Antisipasi Banjir
Indonesia
Pengamat Minta Anies Tambah dan Perdalam Waduk Antisipasi Banjir

Rissalwan bilang, wilayah Jakarta belum masuk dalam puncak musim penghujan atau masih dalam era perubahan iklim yang biasa disebut pancaroba

 Situasi Diprediksi Pulih Bulan Juni, Kelompok 45 Tahun Ke Atas Diminta Batasi Kegiatan
Indonesia
Situasi Diprediksi Pulih Bulan Juni, Kelompok 45 Tahun Ke Atas Diminta Batasi Kegiatan

Ikrama menyatakan, warga yang rentan terpapar Covid-19 agar tetap bekerja dari rumah, yang kelompok usia di atas 45 tahun.

Masyarakat Diajak Bergotong Royong Rapatkan Barisan Wujudkan Indonesia Maju
Indonesia
Masyarakat Diajak Bergotong Royong Rapatkan Barisan Wujudkan Indonesia Maju

Kondisi sulit masih akan dihadapi sebagai dampak negatif dari pandemi COVID-19

Kepala Perunding PLO Dilarikan ke RS Tel Aviv
Dunia
Kepala Perunding PLO Dilarikan ke RS Tel Aviv

Erekat, berusia 65 tahun itu, menjalani perawatan medis di rumah sejak 8 Oktober mengumumkan bahwa dia terinfeksi COVID-19.

Pemprov DKI Evaluasi SKPD Terkait Kerumunan Acara Rizieq Shihab
Indonesia
Pemprov DKI Evaluasi SKPD Terkait Kerumunan Acara Rizieq Shihab

Kebijakan ini dilakukan pasca terjadinya kerumuman di acara pernikahan putri Rizieq Shihab beberapa waktu lalu.

Kemendagri Sebut Sidik Jari di e-KTP Permudah Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air
Indonesia
Kemendagri Sebut Sidik Jari di e-KTP Permudah Proses Identifikasi Korban Sriwijaya Air

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan, sebanyak 13 korban Sriwijaya Air berhasil teridentifikasi melalui sidik jari. Hal ini setelah dicocokkan dengan data biometrik dalam database kependudukan Dukcapil.

DPR Ungkap Ada "Kuda Hitam" Berpotensi Jadi Kapolri Baru
Indonesia
DPR Ungkap Ada "Kuda Hitam" Berpotensi Jadi Kapolri Baru

Sosok calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis masih misterius.

Jokowi Teken UU Cipta Kerja, Demokrat: Abaikan Aspirasi Rakyat
Indonesia
Jokowi Teken UU Cipta Kerja, Demokrat: Abaikan Aspirasi Rakyat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi meneken Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja pada Senin (2/11) kemarin.

Kerahkan Ribuan Aparat, Polisi Amankan dan Tindak Pelanggar Prokes di Pilkada Tangsel
Indonesia
Kerahkan Ribuan Aparat, Polisi Amankan dan Tindak Pelanggar Prokes di Pilkada Tangsel

Paslon juga diminta tak melakukan perayaan jika memenangu Pilkada. Ini mengingat angka penyebaran COVID-19 yang semakin tinggi di Tangsel.

Ketua DPR Beri PR Buat Komjen Listyo Sigit
Indonesia
Ketua DPR Beri PR Buat Komjen Listyo Sigit

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis.