Sisa Material Abu Vulkanis Menyelimuti Boyolali, Warga Kesulitan Cari Pakan Ternak Material abu vulkanis akibat erupsi Gunung Merapi masih menempel di rumput dan rumah warga di Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (29/1). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Erupsi Gunung Merapi telah terjadi dua bari lalu atau tepatnya Rabu (27/1). Namun, sisa material abu vulkanis yang sangat tebal masih ditemukan di sejumlah desa di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (29/1).

Hal tersebut mengakibatkan sejumlah warga di lereng Gunung Merapi kesulitan mencari rumput untuk pakan hewan ternak karena rumput terkena abu vulkanis.

Baca Juga

BPBD Sleman Ungsikan Ratusan Warga Lereng Merapi

Seorang warga Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Marsono (51) mengatakan, hujan abu vulkanis akibat erupsi Merapi masih tersisa sampai sekarang. Abu vulkanis yang sangat tebal tersebut menempel di lantai rumah warga, genteng, tanaman sayuran hingga rumput.

"Kami terpaksa harus membersihkan abu vulkanis yang menempel lantai halaman rumah," kata Marsono, Jumat (29/1).

Material abu vulkanis akibat erupsi Gunung Merapi masih menempel di rumput dan rumah warga di Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (29/1). (MP/Ismail)
Material abu vulkanis akibat erupsi Gunung Merapi masih menempel di rumput dan rumah warga di Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (29/1). (MP/Ismail)

Biasanya abu vulkanis, lanjut dia, hilang setelah diterjang hujan deras. Namun, kali ini abu vulkanis masih menempel di lantai rumah karena sangat tebal.

"Abu yang ada di genteng rumah juga kami bersihkan karena kalau dibiarkan dapat merusak atap rumah," tutur dia.

Ia mengatakan abu vulkanis mengakibatkan warga mengalami kesulitan mencari rumput untuk pakan hewan ternak. Rumput banyak yang rusak dan tidak layak dimakan hewan akibat terkena abu vulkanis.

"Kami terpaksa mencuci rumput yang terkena abu vulkanis ke sungai dulu. Jika tidak hewan ternak sapi dan kambing tidak mau makan karena terkontaminasi abu vulkanis," kata dia.

Camat Tamansari, Wurlaksono mengatakan, hujan abu vulkanik juga melanda di sejumlah desa Kecamatan Tamansari. Sisa material abu vulkanis masih tampak menempel di sejumlah jalan desa dan lahan sayuran milik warga lereng Merapi.

"Hujan abu yang terjadi di Kecamatan Tamansari bercampur pasir dan air. Hujan abu berlangsung sekitar 30 menit dan cukup tebal," kata Wurlaksono.

Material abu vulkanis akibat erupsi Gunung Merapi masih menempel di rumput dan rumah warga di Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (29/1). (MP/Ismail)
Material abu vulkanis akibat erupsi Gunung Merapi masih menempel di rumput dan rumah warga di Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (29/1). (MP/Ismail)

Ia menjelaskan ada empat desa terdampak hujan abu vulkanis, yakni Desa Sangup, Desa Mriyan, Desa Sumur, dan Desa Lanjaran. Untuk hujan abu bercampur pasir terjadi Desa Mriyan dan Desa Sangup.

"Warga di Desa Mriyan dan Desa Sangup kesulitan cari pakan hewan ternak karena rumput bercampur abu dan pasir vulkanis material Merapi. Peternak terpaksa membeli pakan," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

Barak Pengungsian Merapi Dilengkapi Posko Swab dan Wifi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PT KAI Temukan Calon Penumpang KRL Bawa STRP Tanpa Kop Perusahaan
Indonesia
PT KAI Temukan Calon Penumpang KRL Bawa STRP Tanpa Kop Perusahaan

Dokumen tersebut berlaku di hari yang sama

Waspada, 26 Wilayah ini Berpotensi Terjadi Ancaman Cuaca Ekstrem
Indonesia
Waspada, 26 Wilayah ini Berpotensi Terjadi Ancaman Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait ancaman cuaca ekstrem dengan curah hujan sedang hingga lebat. Cuaca ini diperkirakan terjadi di 26 wilayah di Tanah Air, pada hari ini, Jumat (20/8).

Mensos Risma Pantau Banjir di Indramayu
Indonesia
Mensos Risma Pantau Banjir di Indramayu

Menteri Sosial, Tri Rismaharini memantau banjir di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Hal ini guna memastikan kebutuhan makanan para korban terpenuhi.

Kabag MKD DPR Chrysanti Permatasari Mangkir dari Panggilan KPK
Indonesia
Kabag MKD DPR Chrysanti Permatasari Mangkir dari Panggilan KPK

Kepala Bagian Sekretariat Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR Chrysanti Permatasari mangkir atau tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mensos Siapkan Antisipasi agar Dana Bansos COVID-19 Tak Diselewengkan
Indonesia
Mensos Siapkan Antisipasi agar Dana Bansos COVID-19 Tak Diselewengkan

Menteri Sosial Tri Rismaharini memastikan ada sejumlah langkah untuk mencegah korupsi bantuan sosial selama PPKM.

PPKM Efektif, Wagub DKI Minta Pemerintah Pusat Tambah Fasilitas COVID-19
Indonesia
PPKM Efektif, Wagub DKI Minta Pemerintah Pusat Tambah Fasilitas COVID-19

Pemprov DKI Jakarta meminta Pemerintah Pusat untuk menambah fasilitas kesehatan dalam penanganan COVID-19, agar pelaksanaan PPKM berjalan efektif.

Anggota DPRD Kenneth Pelanggar Prokes Dipidana, Tapi harus Efektif dan Humanis
Indonesia
Anggota DPRD Kenneth Pelanggar Prokes Dipidana, Tapi harus Efektif dan Humanis

Menurut Kent, secara statistik, pidana kurungan belum membuktikan bisa memberikan efek jera bagi seseorang.

Jabodetabek Diguyur Hujan, Warga Diminta Waspadai Banjir
Indonesia
Jabodetabek Diguyur Hujan, Warga Diminta Waspadai Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memberikan informasi peringatan dini.

Mahfud MD Soroti Ancaman Komjen Listyo ke Polisi Terlibat Narkoba Minim Pujian
Indonesia
Mahfud MD Soroti Ancaman Komjen Listyo ke Polisi Terlibat Narkoba Minim Pujian

Ada sejumlah jawaban Listyo Sigit yang kemudian mendapatkan applause dari para anggota Komisi III.

LBH HKTI Diharapkan Berkontribusi Besar Selesaikan Konflik Agraria
Indonesia
LBH HKTI Diharapkan Berkontribusi Besar Selesaikan Konflik Agraria

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) membentuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) HKTI.