Sintetik Opioid Mulai Beredar, Pemkot Bandung Rumuskan Strategi Tekan Peredaran Pemusnahan narkoba. (Foto: BNN)

MerahPutih.com - Pemerintah Kota Bandung dan para pemangku kepentingan terus merumukan strategi preventif hingga reaktif terhadap bahaya narkoba, terutama jenis-jenis baru yang mulai marak beredar di masyarakat.

Rumusan ini dilakukan Tim Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GNPN) Kota Bandung.

Baca Juga:

Tangkap Bandar Narkoba, BNNP Jateng Sita Aset Hasil TPPU Rp 683 Juta

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Bandung mengatakan, sesuai Permendagri 12 tahun 2019, Kota Bandung sudah ada Perda nomor 5 tahun 2021 tentang keterlibatan pemerintah bekerja sama dengan seluruh stakeholder masyarakat untuk menangani bahaya narkoba.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, menggunakan pendekatan kemasyarakatan melalui program Kampung Tangguh Bersih Narkoba (Bersinar). Namun dalam rangka pencegahan bahaya Narkoba tetap memerlukan formulasi tambahan agar bisa menjangkau ke level lingkungan keluarga.

"Wali Kota sudah mengeluarkan surat keputusan ada 23 Kampung Bersinar, mudah-mudahan nanti biasa ada di 151 kelurahan, tahun kemarin baru 8 kelurahan. Ini menandakan keseriusan tim P4GN Kota Bandung dan jajaran lainnya," ujarnya.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung, Deni Yus Danial menuturkan, penguatan strategi demand reduction (pengurangan permintaan) dan supply reduction (pengurangan pasokan) diperlukan untuk mengantisipasi narkoba jenis baru yang kini tengah marak di seluruh dunia.

"Mengantisipasi perkembangan narkotika jenis baru yang saat ini viral. Di sejumlah kota besar di dunia, opioid sintesis," cetus Deni.

Deni menuturkan, upaya yang lebih komprehensif bukan hanya penetrasi difokuskan pada masyarakat. Namun, pembaharuan wawasan di internal tim terpadu harus menjadi perhatian agar tak ketinggalan oleh para produsen narkoba sintetis.

"Mengntisipasi dengan pengetahuan zat. Kami harus mengetahui bagaimana zat adiktif yang berkembang. Untuk itu kita hadirkan dari farmasi ITB agar paham jenis tersebut untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran," jelasnya.

Dosen Sekolah Farmasi ITB, Rahmana Kartasasmita, mengungkapkan saat ini tengah beredar di masyarakat sintetik opioid dari golongan fentanyl yang efeknya 150 kali lipat dari morfin. Golongan opioid ini, kerjanya menyerupai opiat tetapi tidak didapatkan dari opium alias sintesis buatan.

Rahmana menyebutkan, dari regulasi terbaru dalam Permenkes Nomor 4 Tahun 2021 saja sudah tambahan 35 zat turunan fentanyl yang masuk dalam kategori narkoba golongan 1.

"Golongan satu ini maknanya adalah narkotika yang tidak boleh digunakan pengobatan. Memiliki efek ketergantungan sangat kuat dan membahayakan, setara dengan canabis," kata Rahmana.

Menurut Rahmana, saat ini hanya ada 4 senyama turunan fentanyl yang diperbolehkan digunakan untuk keperluan medis. Namun dengan catatan harus melalui syarat yang cukup ketat. Yaitu melalui resep dokter dan itupun harus ditunjang oleh indikasi yang tepat.

"Di negara lain penyalahgunaannya marak, di Amerika sudah ada videonya itu karena memang efeknya lebih kuat 100-150 kali dari morfin sedangkan harganya lebih murah karena mudah didapatkan," cetusnya.

Rahmana mengingatkan kemunculan narkoba jenis baru harus selalu diantisipasi. Sebagai peneliti, pihaknya berupaya terus menginformasikans segala bentuk informasi mengenai jenis narkoba terbaru.

"Perlu kerja sama dan koordinasi dengan semua pihak. Jadi apa yang kita lakukan hari ini sebagai bentuk kepedulian," katanya.

Tim Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GNPN) Kota Bandung.
im Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GNPN) Kota Bandung.

Kepala Kejari Kota Bandung, Iwa Suwia Pribawa berharap, setiap informasi hasil penelitian terkait jenis narkoba terbaru ini bisa ditindaklanjuti segera dibakukan ke dalam sebuah regulasi. Sehingga penegakan hukum semakin cepat dan tepat karena sudah ada pasal yang diberlakukan.

Ia menegaskan, ada tren peningkatan untuk penegakan hukum kasus yang telah diajukan kepada kami oleh penyidik baik dari kepolisan atau BNN," kata Iwa.

"Kami konsisten memberikan hukuman sesuai aturan yang ada. Kami telah menuntut hukuman mati terhadap pengedar tembakau gorila. Ada yang dikabulkan oleh hakim baik untuk hukuman mati, seumur hidup dan 20 tahun," ungkapnya. (Imanha/ Jawa Barat)

Baca Juga:

Bareskrim Sita Aset Bandar Narkoba Senilai Rp 338 Miliar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Instruksi Mendagri Tetapkan PPKM di Jakarta Level 2
Indonesia
Instruksi Mendagri Tetapkan PPKM di Jakarta Level 2

Selama satu bulan terakhir, penurunan level untuk wilayah aglomerasi tertahan beberapa kabupaten kota yang belum mampu mencapai target vaksinasi.

Mahasiswa UNS Meninggal Usai Ikuti Kegiatan Menwa
Indonesia
Mahasiswa UNS Meninggal Usai Ikuti Kegiatan Menwa

Wakil Rektor Riset dan Inovasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Kuncoro Diharjo membenarkan adanya mahasiswi UNS meninggal.

Korban Pelecehan Seksual dan Perundungan Pegawai KPI Pusat Tak Pernah Tulis Pesan Berantai
Indonesia
Korban Pelecehan Seksual dan Perundungan Pegawai KPI Pusat Tak Pernah Tulis Pesan Berantai

Korban juga mengaku tindakan tersebut membuat mentalnya rusak

Tiket MotoGP Mandalika Mulai Dijual 6 Januari 2022
Indonesia
Tiket MotoGP Mandalika Mulai Dijual 6 Januari 2022

Penggemar MotoGP tanah air siap-siap untuk menonton secara langsung di Sirkuit Mandalika, Lombok.

Pakar Tata Kota Harap DKI Prioritaskan Persoalan Polusi Udara seperti Banjir
Indonesia
Pakar Tata Kota Harap DKI Prioritaskan Persoalan Polusi Udara seperti Banjir

Kualitas udara ibu kota menjadi yang terburuk di dunia versi lembaga data kualitas udara IQ Air.

Presiden Jokowi Rencanakan Salat Id di Yogyakarta
Indonesia
Presiden Jokowi Rencanakan Salat Id di Yogyakarta

Presiden Joko Widodo mengatakan dirinya akan mudik dan melaksanakan salat Id pada Lebaran 2022 di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baleg Mulai Bahas Aturan Buat Akomodir Omnibus Law
Indonesia
Baleg Mulai Bahas Aturan Buat Akomodir Omnibus Law

Pembahasan RUU PPP tidak akan sekadar menampung pendapat yang menjadi putusan MK terkait Ominbus Law atau dikenal Cipta Kerja (Ciptaker).

700.000 Kendaraan Diprediksi Keluar Masuk Tol Solo-Ngawi Saat Lebaran
Indonesia
700.000 Kendaraan Diprediksi Keluar Masuk Tol Solo-Ngawi Saat Lebaran

Sesuai hasil analisis serta kajian internal, pengelola ruas tol Solo-Ngawi ini memprediksi sebanyak 700.000 kendaraan bakal keluar masuk di ruas tol tersebut.

Bagikan BLT di Puncak Bogor, Jokowi Dorong Usaha Kecil Terus Berkembang
Indonesia
Bagikan BLT di Puncak Bogor, Jokowi Dorong Usaha Kecil Terus Berkembang

Rombongan Presiden Joko Widodo membagikan bantuan langsung tunai (BLT) di Pasar Cisarua dan Pasar Ciawi yang berlokasi di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis. Jokowi tiba di Pasar Cisarua pukul 14.30 WIB didampingi Menteri Sosial Tri Rismaharini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Bogor Ade Yasin.

Kakorlantas Sebut Ganjil Genap Mampu Redam Mobilitas di Puncak
Indonesia
Kakorlantas Sebut Ganjil Genap Mampu Redam Mobilitas di Puncak

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Istiono menyebut, selama ganjil genap, tak ada kepadatan di kawasan pegunungan yang ramai tiap akhir pekan itu.