Kesehatan
Sinopharm, Vaksin COVID-19 Tiongkok dapat Persetujuan dari WHO Ini adalah vaksin pertama yang dikembangkan negara non-Barat yang mendapatkan dukungan WHO. (Foto: bbc.com)

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) memberikan persetujuan darurat untuk vaksin COVID-19 yang dibuat oleh perusahaan milik negara Tiongkok, Sinopharm. Ini adalah vaksin pertama yang dikembangkan negara non-Barat yang mendapatkan dukungan WHO. Vaksin tersebut telah diberikan kepada jutaan orang di Tiongkok dan negara lain.

WHO sebelumnya hanya menyetujui vaksin yang dibuat oleh Pfizer, AstraZeneca, Johnson & Johnson dan Moderna. Namun regulator kesehatan setempat di berbagai negara, terutama yang kurang mampu seperti Afrika, Amerika Latin dan Asia, telah menyetujui vaksi buatan Tiongkok ini untuk penggunaan darurat.

Baca Juga:

Berkat COVID-19, Ilmuwan Bisa Temukan Vaksin Kanker dan HIV

vaksin
Vaksin Sinopharm dianjurkan untuk diberikan dalam dua dosis kepada mereka yang berusia 18 tahun ke atas. (Foto: livemint.com)

Dengan sedikit data yang dirilis secara internasional sejak awal, keefektifan berbagai vaksin Tingkok telah lama dinilai tidak pasti. Namun, WHO pada hari Jumat (7/5) mengatakan, telah memvalidasi "keamanan, kemanjuran dan kualitas" dari vaksin Sinopharm yang dikembangkan Beijing Institute of Biological Products.

WHO mengatakan, penambahan daftar vaksin yang mendapatkan persetujuan memiliki "potensi untuk mempercepat akses vaksin COVID-19 untuk negara-negara yang berusaha melindungi petugas kesehatan dan populasi yang berisiko", demikian diberitakan bbc.com (8/5).

Vaksin Sinopharm dianjurkan untuk diberikan dalam dua dosis kepada mereka yang berusia 18 tahun ke atas. Keputusan persetujuan vaksin Sinovac yang juga buatan Tiongkok diharapkan dalam beberapa hari mendatang akan dikeluarkan. Sementara, vaksin Sputnik Rusia sedang dalam penilaian.

Persetujuan WHO ini menjadi penting karena merupakan lampu hijau dari badan kesehatan global yang dapat menjadi pedoman bagi regulator nasional bahwa vaksin itu aman dan efektif. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, hal itu akan memberi negara "kepercayaan untuk mempercepat persetujuan peraturan mereka sendiri".

Ini juga berarti bahwa vaksin tersebut dapat digunakan dalam program Covax global, yang didirikan tahun lalu untuk mencoba memastikan akses yang adil terhadap vaksin di antara negara-negara berada dan kurang mampu. Keputusan untuk mendaftarkan vaksin Tiongkok untuk penggunaan darurat diharapkan memberikan dorongan substansial untuk program Covax yang tengah berjuang dengan masalah pasokan.

Baca Juga:

Jika Sudah Pernah Terkena COVID-19, Apa Masih Butuh Vaksin?

vaksin
Kemanjuran vaksin Sinopharm untuk kasus gejala dan rawat inap COVID-19 diperkirakan 79%. (Foto: cnn.com)

Selain Tingkok, negara yang sudah menggunakan vaksin Sinopharmt antara lain UEA, Pakistan, dan Hongaria. Keputusan untuk menyetujui vaksin untuk penggunaan darurat itu dibuat kelompok penasihat teknis WHO yang meninjau data klinis dan praktik manufaktur terbaru.

Dikatakan, kemanjuran vaksin untuk kasus gejala dan rawat inap COVID-19 diperkirakan 79%. WHO mencatat bahwa hanya sedikit orang dewasa di atas usia 60 yang dilibatkan dalam uji klinis, sehingga kemanjuran tidak dapat diperkirakan untuk kelompok usia ini. Namun, tidak ada alasan untuk berpikir bahwa vaksin akan bertindak berbeda pada penerima yang lebih tua.

Badan kesehatan belum mencapai keputusan tentang vaksin Sinovac Tiongkok. Pakar WHO pada hari Jumat mengatakan mereka menunggu informasi tambahan sebelum mereka dapat membuat rekomendasi. Jutaan dosis vaksin itu juga telah dikirim ke sejumlah negara, yang mengizinkan penggunaan daruratnya.

Salah satu keunggulan utama vaksin Sinopharm adalah dapat disimpan di lemari es standar pada suhu 2-8 derajat Celcius, seperti vaksin AstraZeneca. WHO mengatakan, "persyaratan penyimpanan yang mudah" ini membuat vaksin Sinopharm "sangat cocok untuk rangkaian sumber daya rendah". (aru)

Baca Juga:

Mengapa Vaksin COVID-19 Sinovac Tidak Berlaku Seumur Hidup?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Inspirasi Phantom Tempus dari Astronomi dan Waktu
Fun
Inspirasi Phantom Tempus dari Astronomi dan Waktu

Hanya ada 20 unit yang dirpoduksi dan sudah habis.

Simone Ashley Jadi Pemeran Utama Wanita di ‘Bridgerton 2’
ShowBiz
Simone Ashley Jadi Pemeran Utama Wanita di ‘Bridgerton 2’

Bridgerton musim kedua akan kembali diproduksi di musim semi 2021.

'Alice in Borderland' Bakal Rilis Desember di Netflix
ShowBiz
'Alice in Borderland' Bakal Rilis Desember di Netflix

Serial ini adalah adaptasi dari manga bergenre thriller

Album 'Day by Day' Milik Mocca Dirilis dalam Bentuk Kaset
ShowBiz
Album 'Day by Day' Milik Mocca Dirilis dalam Bentuk Kaset

Dari hanya merencanakan album mini menjadi album penuh.

Tampil Nyentrik ala Anak Racing Negeri Aing
Fashion
Tampil Nyentrik ala Anak Racing Negeri Aing

Enggak masalah norak, yang penting racing.

Mesin Ini Bisa Bikin Kamu 'Sober' 3 Kali Lebih Cepat
Fun
Mesin Ini Bisa Bikin Kamu 'Sober' 3 Kali Lebih Cepat

Kini kamu bisa sober lebih cepat setelah mabuk alkohol.

Touring Aman Ala Eddi Brokoli
Fun
Touring Aman Ala Eddi Brokoli

Eddi Brokoli membagikan pengalaman touringnya.

Kain Tidak Terpakai Disulap Jadi Pakaian Cantik di JFW 2021
Fashion
Kain Tidak Terpakai Disulap Jadi Pakaian Cantik di JFW 2021

Bahan kain tak terpakai justru menjadi koleksi pakaian berkelas.

Penelitian Terbaru: Risiko Kematian COVID 3,5 Kali lipat dari Influenza
Fun
Penelitian Terbaru: Risiko Kematian COVID 3,5 Kali lipat dari Influenza

COVID-19 jauh lebih parah daripada influenza musiman.