Singgung Kader Karbitan, Megawati Sebut Tak Ada Elite di PDIP Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: MP/Win)

MerahPutih.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyinggung 'politisi kutu loncat' dalam pidato Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 partai berlogo banteng moncong putih itu.

"PDIP mengalami pasang naik dan pasang surut. Kita alami kekalahan dalam pemilu. Contoh pada 2004 dan 2009. Meskipun kalah, partai ini tidak pernah pilih jalan pintas. Tak asal comot caleg apalagi dari parpol lain," ujar Megawati di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (10/1).

Menurut dia, PDIP menginginkan kader ideologis yang selalu memegang teguh Pancasila 1 Juni 1945. Karena itu, partai pemenang Pemilu 2014 ini tak ingin merekrut kader demi mendongkrak elektabilitas semata.

"Kendati partai ini terbuka, saya tak ingin partai ini diisi oleh karbitan," tandasnya.

Megawati menjelaskan, yang dimaksudkan kader karbitan yakni seseorang yang mendadak mengaku seorang kader ketika jelang pemilihan umum saja. Jika seseorang tersebut tidak diberi rekomendasi baik oleh partai, maka biasanya akan melompat ke parpol lainnya.

"Mengaku kader, tapi ketika tak direkom lalu loncat ke partai lain. Partai ini bagi kami bukan kendaraan untuk lompat kekuasaan. Ada fenomena pragmatisme politik," katanya.

Megawati mengakui fenomena tersebut terjadi di PDIP. Namun, ia tak pernah menyesal kehilangan kader model seperti itu. Pasalnya yang dibutuhkan oleh PDIP ialah kader ideologis.

"Kita tak kecil hati kehilangan politisi pragmatis seperti itu," ucapnya.

Megawati dalam acara kantor DPP PDIP Jakarta Pusaat (MP/Fadhli)
Megawati dalam acara kantor DPP PDIP Jakarta Pusaat (MP/Fadhli)

Justru, kata Mega, hal tersebut merupakan seleksi alam ideologi. Seleksi akan memilih mana kader dan bukan kader. PDIP terus berupaya menjadikan partai sebagai sekolah politik bagi kadernya dan jadi pelopor serta menjadi disiplin.

"Secara alamiah ideologi mereka akan menyingkir atau tersingkir dari PDIP. Seorang kader ideologis tak pernah hengkang dari partainya. Mereka tak akan palingkan hati dari partai yang dicintainya," ucap Putri Bung Karno.

Di kesempatan itu, Megawati mengundang pengurus di tingkat kelurahan hingga anak ranting. Mereka inilah penopang PDIP hingga berusia 46 tahun. "Terima kasih saya ucapkan kepada kalian semua," ucapnya.

Kehadiran mereka, tambah dia, sebagai pengingat agar tak ada elite partai di PDIP, semua sama. Ini bukan perbedaan status. Ini hanya perbedaan wilayah kerja politik saja.

"Ketum sama dengan kalian. Hanya wilayahnya yang beda. Di parpol ini tak boleh ada diskriminasi politik," pungkasnya. (Fdi)


Tags Artikel Ini

Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH