Singapura Temukan Klaster-Klaster Baru COVID-19 Pemandangan perahu yang nyaris kosong dekat Merlion Park, di sepanjang Marina Bay, Singapura, Kamis (26/3/2020). (REUTERS/EDGAR SU)

MerahPutih.com - Otoritas kesehatan Singapura mendeteksi klaster-klaster baru COVID-19 di asrama-asrama pekerja asing.

Kebanyakan kasus-kasus di Singapura yang hampir sebanyak 57.000 berasal dari asrama-asrama yang berjubel yang dihuni lebih dari 300.000. Sebagian besar para pekerja Asia Selatan di sektor-sektor seperti konstruksi dan pembuatan kapal.

Baca Juga:

Singapura Pakai Drone untuk Terapkan Social Distancing

Dikutip Antara, otoritas mengumumkan bulan lalu bahwa semua pekerja yang tinggal di asrama telah pulih atau teruji bebas dari COVID-19.

Tapi lebih dua pekan terakhir, klaster-klaster baru muncul. Pada Rabu, kementerian kesehatan mengatakan klaster-klaster terdeteksi di tiga lagi asrama setelah menemukan tautan di antara kasus-kasus.

Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay.com/geralt)
Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay.com/geralt)

Di samping tes usap, Singapura juga melakukan tes serologis di asrama-asrama untuk menentukan apakah beberapa dari kasus ini merupakan infeksi saat ini atau sebelum-sebelumnya.

Di antara 43 kasus baru di asrama yang terjadi Rabu, tes serologis memperlihatkan hasil sedikitnya 23 positif, yang mungkin menunjukkan infeksi sebelumnya.

Baca Juga:

Indonesia dan Singapura Bahas Aturan Perjalanan Bisnis

Meski pada awalnya mendapat pujian internasional dalam menahan persebaran virus, Singapura harus menjalankan karantina wilayah selama dua bulan setelah penularan massal di asrama-asrama. Singapura juga memulai karantina ketat dan menjalankan pengujian untuk asrama-asrama.

Pemerintah akan "bertindak lebih agresif dan lebih dini pada asrama-asrama pekerja migran" andaikan tahu lebih awal mengenai kasus tanpa gejala dan betapa mudahnya infeksi dapat menyebar, kata Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dalam pidato pada Rabu. (*)

Baca Juga:

Bandara YIA Buka Kembali Penerbangan ke Singapura Bulan Depan

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pangdam Jaya Ancam Bubarkan Acara Reuni 212 Jika Tetap Digelar
Indonesia
Pangdam Jaya Ancam Bubarkan Acara Reuni 212 Jika Tetap Digelar

Ia juga akan menindak tegas jika Reuni 212 tetap digelar.

Tim Labfor Polri Telusuri Pemantik Api di Gedung Kejagung
Indonesia
Tim Labfor Polri Telusuri Pemantik Api di Gedung Kejagung

"Ini untuk bisa diidentifikasi apakah penyebab dari kebakaran ini yang akan dipelajari oleh tim," katanya.

Asa Tau Samawa Jati Diri Rakyat Sumbawa
Tradisi
Asa Tau Samawa Jati Diri Rakyat Sumbawa

Dalam ekosistem pacuan, ada anak–anak tangguh yang sedari kecil disatukan jiwanya dengan kuda.

Satgas COVID-19 Akui Kesulitan Tracing Massa di Petamburan dan Megamendung
Indonesia
Satgas COVID-19 Akui Kesulitan Tracing Massa di Petamburan dan Megamendung

Petugas kesehatan mengaku kesulitan untuk melakukan tracing atau pelacakan COVID-19 kepada massa di Petamburan, Jakarta dan Megamendung, Bogor.

Ketegangan dan Ancaman Keamanan Jelang Pelantikan Biden
Dunia
Ketegangan dan Ancaman Keamanan Jelang Pelantikan Biden

Pakar sejarah kepresidenan dari Universitas Virginia, Barbara Perry mengemukakan, Biden mungkin menghadapi kombinasi tahun 1861 dan 1933.

Polisi Dijadwalkan Periksa Rizieq Shihab Besok
Indonesia
Polisi Dijadwalkan Periksa Rizieq Shihab Besok

"Pemanggilan MRS untuk hadir hari Selasa (1/12)," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus

Lion Air Berhenti Beroperasi, Begini Kondisi Bandara Adi Soemarmo Solo Saat Ini
Indonesia
Lion Air Berhenti Beroperasi, Begini Kondisi Bandara Adi Soemarmo Solo Saat Ini

Penghentian operasional tersebut berlaku untuk kedatangan dan pemberangkatan untuk semua tujuan penerbangan.

Pemilik Hotel Karantina Pasien COVID-19 Diminta Taat Prokes
Indonesia
Pemilik Hotel Karantina Pasien COVID-19 Diminta Taat Prokes

Pemerintah Pusat juga telah menyiapkan sejumlah fasilitas isolasi, seperti Wisma Atlet dan beberapa hotel

Anies Akui Masih Ada Kesalahan Data Pengiriman Paket Sembako
Indonesia
Anies Akui Masih Ada Kesalahan Data Pengiriman Paket Sembako

Kenapa itu terjadi? Karena banyak yang sekarang tidak memiliki pekerjaan

Begini Alasan Relawan Beri 'Nasi Anjing' ke Warga Warakas
Indonesia
Begini Alasan Relawan Beri 'Nasi Anjing' ke Warga Warakas

Warga penerima bantuan dan pihak pemberi bantuan yaitu komunitas bernama Yayasan Qahal Family sepakat untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan.