Sindir KAMI, Megawati: Kayaknya Banyak yang Kepengen Jadi Presiden Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri. Foto: PDIP

MerahPutih.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengomentari deklarasi dan pernyataan sikap Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Menurutnya, KAMI sepertinya refleksi banyaknya orang yang ingin menjadi presiden.

Komentar Megawati itu disampaikan dalam pidatonya di pembukaan Sekolah Calon Kepala Daerah (Cakada) Gelombang II Menuju Pilkada Serentak 2020 secara daring, Rabu (26/8).

Baca Juga

94 Peserta Termasuk Menantu Jokowi Sekolah Cakada PDIP Angkatan ll

Awalnya, Megawati bicara soal menjadi calon kepala daerah adalah bukan soal gagah-gagahan. Namun soal komitmen membangun daerah. Presiden RI Kelima itu lalu mencontohkan wilayah Samosir di Sumatera Utara, yang kini kemajuannya semakin terlihat. Kebetulan Bupatinya adalah kader PDIP, Rapidin Simbolon.

Terakhir, Megawati mengaku mendengar Samosir sudah berhasil mengekspor sayur-sayuran. Baginya, ini adalah hal konkrit yang bisa dilakukan oleh para calon kepala daerah jika akhirnya terpilih.

Tangkapan layar saat Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan kepada 75 pasangan calon kepala daerah yang diajukan partai itu di Pilkada Serentak 2020. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)
Tangkapan layar saat Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan kepada 75 pasangan calon kepala daerah yang diajukan partai itu di Pilkada Serentak 2020. (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Setelahnya, Megawati lalu seakan membandingkan dengan isu terkini terkait aksi KAMI.

"Kan suka begitu sekarang. Saya suka ketawa. Kan banyak orang ini kan, kemarin kemarin ada pemberitaan, ada orang yang bentuk KAMI," kata Megawati.

"Wah KAMI itu kayaknya banyak banget yang kepingin jadi presiden. Ya daripada bikin seperti itu, kenapa ya dari dulu nggak cari partai?" lanjutnya.

Megawati mengatakan, adalah aturan di Indonesia sesuai tata kenegaraan pemerintahan bahwa untuk mengikuti pemilu maupun pilkada, maka seseorang harus mendapatkan dukungan partai politik.

Baca Juga

Jokowi: Takut Lakukan Korupsi Bisa Didasarkan Ketakutan Kepada Neraka

Lebih jauh, Megawati mengatakan bahwa bukan hal mudah menjadi pemimpin, di daerah sekalipun. Memang ada jalur independen yang sah. Namun, jalur independen berarti si kepala daerah nantinya takkan memiliki fraksi yang akan membela kebijakannya di parlemen setempat. (Pon)

Penulis : Andika Pratama Andika Pratama
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Solo Masuk Daerah Rawan Natal dan Tahun Baru, Polisi: Berani Sweeping Kita Tindak Tegas
Indonesia
Solo Masuk Daerah Rawan Natal dan Tahun Baru, Polisi: Berani Sweeping Kita Tindak Tegas

"Saya tidak akan berikan ruang bagi pelaku sweeping Nataru. Semua anggota sudah jelas dapat perintah itu. Ini demi menjaga kondusifitas Solo," ujar Iwan

Maskapai Batasi Barang Bawaan Penumpang di Kabin Pesawat
Indonesia
Maskapai Batasi Barang Bawaan Penumpang di Kabin Pesawat

Dalam penerapan aturan ini, penumpang hanya diperbolehkan membawa satu tas kecil ke dalam pesawat berupa tas laptop atau tas jinjing dengan ukuran 40 cm (tinggi) x 30 cm (panjang) x 10 cm (lebar) dengan berat tidak lebih dari tujuh kilogram.

Pasien COVID-19 RS Darurat Wisma Atlet Berkurang 9 Orang
Indonesia
Pasien COVID-19 RS Darurat Wisma Atlet Berkurang 9 Orang

Jumlah PDP sudah menurun menjadi 165 orang

Anies Tak Mengetahui Penghargaan Adikarya Wisata ke Diskotek Colosseum
Indonesia
Anies Tak Mengetahui Penghargaan Adikarya Wisata ke Diskotek Colosseum

Gubernur Anies Baswedan tidak mengetahui pengharaan Adikarya Wisata 2019 untuk hiburan malam Colosseum Jakarta karena menggunakan tanda tangan cetak.

Polri tak Beri Izin Nobar Film Pengkhianatan G30S/PKI
Indonesia
Polri tak Beri Izin Nobar Film Pengkhianatan G30S/PKI

Mabes Polri memastikan ridak akan mengeluarkan izin keramaian terkait rencana acara nonton bareng (nobar) film G30S/PKI.

Buntut 'Kacung WHO', Polisi Layangkan Panggilan Kedua Buat JRX
Indonesia
Pemerintah Diminta Bantu Modal Pengusaha Ultra Mikro
Indonesia
Pemerintah Diminta Bantu Modal Pengusaha Ultra Mikro

Puteri mendorong pengoptimalan peran Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dalam pembiayaan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha terdampak pandemi COVID-19.

PKB: Tanpa Gus Dur Tidak Ada Perayaan Imlek dan Cap Go Meh
Indonesia
PKB: Tanpa Gus Dur Tidak Ada Perayaan Imlek dan Cap Go Meh

PKB, kata dia, akan terus melanjutkan perjuangan dan cita-cita Gus Dur tersebut dan akan selalu memastikan Pancasila dan kebhinekaan tetap tegak kokoh di Bumi Pertiwi Indonesia.

Gara-gara Virus Corona, Pemerintah Diskon Tiket Pesawat Domestik 30 Persen
Indonesia
Gara-gara Virus Corona, Pemerintah Diskon Tiket Pesawat Domestik 30 Persen

Kebijakan itu dilakukan guna mendongkrak industri pariwisata yang tertekan karena dampak wabah virus corona (Covid-19).

OTT Bandung Barat Belum Tuntas, KPK Diminta Pastikan Nasib Pejabat Lain
Indonesia
OTT Bandung Barat Belum Tuntas, KPK Diminta Pastikan Nasib Pejabat Lain

KPK diminta menuntaskan kasus operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bandung Barat Abubakar.