Sindikat Timur Tengah Simpan Sabu Ratusan Kg di Villa Taman Anggrek Sukabumi Ilsutrasi barang bukti narkoba jenis sabu.Sejumlah anggota Dit Narkoba Polda Metro Jaya memeriksa paket-paket sabu yang gagal diselundupkan di Dermaga eks Hotel Mandalika, Anyer, Serang, Banten, Kamis

MerahPutih.com - Mabes Polri kembali membongkar sindikat bandar sabu dengan jumlah ratusan kilogram yang mencari untung di tengah Pandemi COVID-19 saat ini. Sindikat bandar sabu dari Timur Tengah ini memakai Villa Taman Anggrek, Sukaraja, Sukabumi, Jawa Barat untuk menyimpan stok narkoba siap edar.

"Total berat bruto (sabu yang disita) 402 Kg," kata Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo, di Sukabumi, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (4/6).

Baca Juga:

Sabu-sabu 1 Ton Siap Edar Saat Pandemi Covid-19, Ketua MPR: Bandar Pesta Pora

Listyo membeberkan detik-detik pengungkapan penyelundupan sabu yang digelar Rabu 3 Juni 2020 kemarin. Awalnya, Tim Khusus Satuan Tugas Khusus Polri Merah Putih yang dipimpin Brigjen Ferdy Sambo selaku Kasatgassus dan Kombes Herry Heryawan selaku Kasubsatgas Lidik mendapat informasi kalau telah terjadi transaksi narkoba jenis sabu dari Iran dengan metode ship to ship di tengah Laut Samudera Hindia.

Lantas, tim melakukan pendalaman dan penelusuran terhadap informasi sabu asal Iran tersebut. Pada akhirnya, tim melakukan pembuntutan terhadap dua orang kru kapal di Pelabuhan Ratu. Dari keduanya disita sabu seberat 2 Kg. Selanjutnya, tim melakukan pengembangan hingga menangkap tiga orang lain.

Polri dan Bea Cukai akan awasi barang impor lantaran bisa jadi pintu masuk virus corona
Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo. (Foto: antaranews)

Sampai kemudian berakhir pada penggeledahan sebuah rumah kosong pada sebuah rumah di Villa Taman Anggrek, Sukaraja, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu 3 Juni 2020 sekira pukul 18.30 WIB. Dalam pengungkapan ini, ada enam orang yang ditangkap. Mereka adalah BK, I, S, NH, R dan YF.

Sebelumnya diberitakan, Bareskrim Polri membongkar gudang penyimpanan sabu yang berada di RT 01 RW 03, Kampung Kepandean Got, Kelurahan Taktakan, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten.

Dari penggrebekkan yang dilakukan Jumat malam, 22 Mei 2020 sekitar pukul 18.30 wib, berhasil diperoleh sabu seberat 821 kilogram (kg). Jika beredar, maka sabu yang disimpan di ruko berwarna cokelat itu, akan merusak 3,2 juta generasi penerus bangsa.

"Pengungkapan jaringan narkotika internasional Timur Tengah, yang semalam kita ungkap pukul 18.30 wib, dengan sabu seberat 821 kg," kata Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo. (Knu)

Baca Juga:

Kejar-kejaran dengan Polisi, Tersangka Sindikat Sabu-Sabu Internasional Tewas Ditembak


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH