Sindikat Swab Test Antigen Bekas Raup Untung hingga Miliaran Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra (kiri) menunjukkan alat tes uji cepat COVID-19 bekas saat ekspos kasus. ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus

MerahPutih.com - Sindikat penggunaan alat tes antigen bekas di Bandara Kualanamu meraup untung hingga miliaran rupiah. Para pelaku notabene oknum di perusahaan Kimia Farma.

Aksi mereka berlangsung selama empat bulan lebih.

"Kalau dari Desember 2020, kurang lebih sementara perkiraan kita Rp1,8 miliar sudah masuk kepada yang bersangkutan," kata Kapolda Sumut Irjen Panca Putra kepada wartawan, Jumat (30/4).

Baca Juga:

Ribuan Orang Jadi Korban Swab Test Antigen Bekas di Bandara Kualanamu

Panca menyebut, pihaknya sudah menyita uang ratusan juta dari hasil kejahatan tersebut sejauh ini.

"Yang jelas ini ada Rp149 juta yang kita sita dari tangan tersangka," ucap Panca.

Panca menyebutkan, rata-rata pasien yang di-swab di Kualanamu sekitar 250 orang per hari. Namun yang dilaporkan ke bandara dan pusat kantor laboratorium Kimia Farma di Jalan RA Kartini sekitar 100 orang.

Dengan demikian, keuntungan tersangka setiap harinya mencapai Rp30 juta.

Kemudian sisanya sekitar 150 pasien merupakan keuntungan yang didapat tersangka PM dari hasil penggunaan cotton bud tes antigen bekas.

Di mana rata-rata hasil dari keuntungan penggunaan cotton buds tes antigen bekas yang dibawa pelaku SR ke PM, yaitu sekitar Rp30 juta.

"Uang itu akan digunakan untuk PM dan lembur karyawan laboratorium Kimia Farma yang berlokasi di Jalan RA Kartini Medan," tutur Panca.

Ekspose kasus di Mapolda Sumut terkait kasus penggunaan alat uji cepat COVID-19 bekas di Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang. ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus
Ekspose kasus di Mapolda Sumut terkait kasus penggunaan alat uji cepat COVID-19 bekas di Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang. ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus

Mantan Direktur Penyidikan KPK ini menjelaskan, para pelaku memproduksi dan mendaur ulang stik untuk swab antigen.

Stik ini dikumpulkan oleh para pelaku, kemudian dicuci kembali, dibersihkan dengan cara mereka sendiri, lalu dikemas ulang, dan digunakan oleh para pelaku untuk melakukan swab test kembali di Bandara Kualanamu.

Mereka melakukan daur ulang rapid test antigen atas perintah Kepala Kantor Wilayah atau Business Manager PT Kimia Farma Solusi yang ada di Kota Medan.

Mereka juga bekerja sama sesuai kontrak dengan pihak Angkasa Pura II dalam rangka melaksanakan swab test antigen kepada para penumpang yang akan melaksanakan perjalanan udara.

Setiap kali melakukan swab test, biayanya adalah Rp200 ribu dengan perjanjian kerja sama antara pihak PT Angkasa Pura dan PT Kimia Farma.

"Mereka membagi hasil, tetapi yang melaksanakan pemeriksaan di sana adalah para pelaku yang bekerja di kantor Kimia Farma," katanya.

Menurutnya, proses daur ulang itu tidak memenuhi syarat kesehatan dan standar data yang dipersyaratkan oleh UU tentang Kesehatan.

Stik bekas yang digunakan tersebut dipergunakan kembali untuk melakukan pemeriksaan kepada konsumen. Kemudian hasilnya oleh para pelaku yang kemudian dibuatkan surat keterangan.

Baca Juga:

Swab Antigen Pakai Alat Bekas di Bandara Kualanamu Diduga Sejak Desember 2020

Dari hasil penyelidikan, kegiatan tersebut dilakukan PC selaku business manager atau pelaksana tugas kepala kantor Kimia Farma yang ada di Kota Medan dan dibantu oleh empat orang lainnya, yakni DP, SP, MR, dan RN.

Mereka berempat dikoordinasi oleh PC melakukan daur ulang stik untuk digunakan kembali kepada masyarakat yang akan melakukan tes swab antigen di Bandara Kualanamu.

Dalam kasus ini, para pelaku dikenakan pasal 98 ayat (3) jo pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar jo pasal 8 huruf (b), (d) dan (e) Jo pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda Rp2 miliar. (Knu)

Baca Juga:

Ini Peran Lima Tersangka Kasus Penggunaan Alat Tes Antigen Bekas

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Sejumlah Santri di Jember Bertumbangan Usai Divaksin Sinovac
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Sejumlah Santri di Jember Bertumbangan Usai Divaksin Sinovac

Akun Facebook Rahmat Lubis mengunggah sebuah status dengan klaim narasi bahwa vaksin COVID-19 Sinovac memakan korban santri di Jember.

Jakarta Pusat Siapkan Dua Kali Lipat Lokasi Pengungsian Korban Banjir
Indonesia
Jakarta Pusat Siapkan Dua Kali Lipat Lokasi Pengungsian Korban Banjir

Jakarta Pusat menyiapkan dua kali lipat lokasi penampungan pengungsi sebagai antisipasi terjadi banjir akibat intensitas curah hujan tinggi.

KRI Temukan Dugaan Titik Kotak Hitam SJ-182, Kopaska Sampai Denjaka Terjun ke Laut
Indonesia
KRI Temukan Dugaan Titik Kotak Hitam SJ-182, Kopaska Sampai Denjaka Terjun ke Laut

Titik dugaan lokasi kotak hitam sudah ditemukan KRI Rigel-933

Begini Syarat Sekolah Dibolehkan Belajar Tatap Muka Saat Pandemi
Indonesia
Begini Syarat Sekolah Dibolehkan Belajar Tatap Muka Saat Pandemi

Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten/ Kota di zona kuning dan hijau juga wajib menutup kembali pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan apabila ditemukan kasus konfirmasi positif .

Kompensasi Dampak Penerima Vaksin, Pemerintah Dituntut Konsisten
Indonesia
Kompensasi Dampak Penerima Vaksin, Pemerintah Dituntut Konsisten

Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menandatangani Perpres Nomor 14 Tahun 2021 pada 9 Februari 2021.

DPRD Minta Anies Rombak Hotel Melati Jadi Ruang Perawatan Pasien COVID-19
Indonesia
DPRD Minta Anies Rombak Hotel Melati Jadi Ruang Perawatan Pasien COVID-19

Pemrov DKI Jakarta diminta untuk bertindak cepat dalam mengantisipasi semakin menipisnya ruang perawatan bagi pasien COVID-19.

Jokowi Lantik Mahfud MD hingga Mantan Deputi BIN Jadi Anggota Kompolnas
Indonesia
Jokowi Lantik Mahfud MD hingga Mantan Deputi BIN Jadi Anggota Kompolnas

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik sembilan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) masa jabatan 2020-2024 di Jakarta, Rabu (19/8)

[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Sinovac Sebenarnya Diperuntukkan untuk Ayam
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Sinovac Sebenarnya Diperuntukkan untuk Ayam

Akun Facebook Lois Lois pada 9 Maret 2021 mengunggah sebuah tangkapan layar artikel berjudul “Guru di Kota Tegal Meninggal Usai Divaksin Sinovac”

Terlibat Dugaan Terorisme, Kubu Munarman Diminta Tak Berlindung di Balik HAM
Indonesia
Terlibat Dugaan Terorisme, Kubu Munarman Diminta Tak Berlindung di Balik HAM

Petrus menyebut, tindakan Densus 88, baik mengenai penangkapannya maupun penutupan mata Munarman saat penangkapan, adalah tindakan yang sah menurut hukum.

Paksa Bawa Pulang Jenazah Dalam Perda Penanganan COVID-19 Disanksi Denda Rp7,5 Juta
Indonesia
Paksa Bawa Pulang Jenazah Dalam Perda Penanganan COVID-19 Disanksi Denda Rp7,5 Juta

warga akan dikenakan sanksi denda administratif maksimal Rp7.500.000 bila masyarakat memaksa membawa pulang jenazah dengan kekerasan pasien COVID-19.