Sindikat Pemalsuan Surat PCR di Bandara Halim Perdanakusuma Dibongkar Polisi Konferensi pers pengungkapan kasus PCR palsu (MP/Kanugraha)

Merahputih.com - Polres Metro Jakarta Timur mengamankan lima orang terkait kasus pemalsuan surat PCR. Mereka ditangkap di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (21/7) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Erwin Kurniawan mengatakan para tersangka yang diamankan masing-masing berinisial DI (32), MRB (48), MG (28), dan dua orang pemesan surat DDS (33) dan KA (39).

Baca Juga

Rizal Ramli Soroti Besarnya Anggaran COVID-19

"Berawal dari laporan masyarakat terkait kecurigaan pemalsuan surat PCR dengan hasil negatif yang dilakukan oleh beberapa orang dan digunakan oleh salah satu penumpang pesawat terbang," ungkap Erwin saat konferensi pers, Jumat (23/7).

Menurut Erwin, pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan berinisial DDS dan KA. Mereka adalah para calon penumpang yang memesan surat keterangan hasil negatif PCR palsu.

Dari pengakuan kedua tersangka, anggota Satreskrim Polresro Jakarta Timur kemudian menangkap tiga orang lainnya yang bertindak sebagai pembuat surat keterangan palsu.

Konferensi pers pengungkapan kasus PCR palsu (MP/Kanugraha)

"Dari informasi pemesan, kami tangkap tiga orang dengan inisial DI, MR, dan MG yang melakukan pembuatan soft copy, mencetak surat PCR palsu dengan perannya masing-masing," tuturnya.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit laptop, printer, CPU, uang tunai Rp600 ribu, dan dua lembar contoh surat hasil negatif PCR palsu. Kasus sindikat ini berbeda dengan kasus pria bercadar yang menggunakan hasil PCR istrinya di Bandara Halimperdanakusuma, Minggu (18/7) lalu.

Adapun pria berinisial DW itu mengelabui petugas Bandara Halim Perdanakusuma demi menuju Ternate, Maluku Utara. DW ketahuan menggunakan hasil tes PCR istrinya agar lolos pemeriksaan protokol kesehatan.

Baca Juga

Polda Metro Ringkus 2 Pelaku Pemalsuan Surat Hasil Tes COVID-19

Atas perbuatannya, kelima tersangka akan dikenakan Pasal 263 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun. Selain itu, dijerat Pasal 268 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal empat tahun.

Kemudian, kelimanya juga disangkakan dengan Pasal 14 Ayat 1 UU No. 4 tahun 1984 dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun dan/atau denda Rp 1.000.000, serta Pasal 9 Ayat 1 UU No. 6 tahun 2018 dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Luhut Dorong Pemkab Sleman Tingkatkan Vaksinasi 15 Ribu Orang Per Hari
Indonesia
Luhut Dorong Pemkab Sleman Tingkatkan Vaksinasi 15 Ribu Orang Per Hari

Luhut Binsar Panjaitan mendorong Pemkab Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta meningkatkan jumlah sasaran vaksinasi COVID-19 hingga 15 ribu orang per hari.

Penjelasan Kapuspen TNI Terkait Sanksi Dua Anggotanya yang 'Sambut' Rizieq Shihab
Indonesia
Penjelasan Kapuspen TNI Terkait Sanksi Dua Anggotanya yang 'Sambut' Rizieq Shihab

seluruh prajurit TNI terikat dengan aturan yang juga mengatur terkait perilaku personil TNI dalam bermedia sosial

Penting, Hari Ini Batas Akhir Lapor Diri PPDB Jalur Prestasi dan Non-Akademi
Indonesia
Penting, Hari Ini Batas Akhir Lapor Diri PPDB Jalur Prestasi dan Non-Akademi

Pemprov DKI Jakarta meminta kepada Calon Penerimaan Peserta Didik Baru (CPPBD) tahun pelajaran 2021/2022 untuk segera lapor diri.

Pelanggar PSBB Terbanyak di Tanah Abang
Indonesia
Pelanggar PSBB Terbanyak di Tanah Abang

Bila dihitung, total hasil dari sanksi denda pelanggar PSBB, yang diterima Satpol PP Jakarta Pusat selama sepekan Rp21 juta.

Polisi Gerebeg Perwira TNI, Kapolresta Malang Minta Maaf
Indonesia
Polisi Gerebeg Perwira TNI, Kapolresta Malang Minta Maaf

Kapolresta Malang Leonardus berjanji akan memproses dan memberikan hukuman kepada anggotanya secara kode etik Polri secara transparan agar kesalahan serupa tidak terjadi lagi.

Kadinkes DKI Akui Kasus Harian COVID-19 di Jakarta Turun
Indonesia
Kadinkes DKI Akui Kasus Harian COVID-19 di Jakarta Turun

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menjelaskan alasan jumlah kasus positif harian di ibu kota mengalami penurunan dan tidak tinggi seperti beberapa waktu lalu.

Kapolri Minta Warga Bergejala COVID-19 Mau Dirawat di Isolasi Terpusat
Indonesia
Kapolri Minta Warga Bergejala COVID-19 Mau Dirawat di Isolasi Terpusat

Kegiatan vaksinasi massal yang dihadiri Panglima dan Kapolri ini merupakan kegiatan vaksinasi massal ketiga

Puan Pimpin Rapat Paripurna Penetapan Komjen Listyo Jadi Kapolri
Indonesia
Puan Pimpin Rapat Paripurna Penetapan Komjen Listyo Jadi Kapolri

DPR menggelar rapat paripurna tentang hasil uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap calon kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

[HOAKS atau FAKTA]: Denny Siregar Curhat Hidupnya Makin Susah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Denny Siregar Curhat Hidupnya Makin Susah

Postingan gambar tersebut diunggah oleh akun bernama Dhani Agung di grup LAWAN KADRUN.

Ganjil Genap Redam Wisatawan Datang ke Puncak Bogor
Indonesia
Ganjil Genap Redam Wisatawan Datang ke Puncak Bogor

Sementara itu, data kasus terkonfirmasi positif virus korona COVID-19 di Indonesia, tercatat jumlah pasien positif COVID-19 mencapai 4.167.511 orang, Minggu (12/9)