Sindikat Keluarga Copet Gegerkan WSBK Mandalika, Beraksi Sampai Luar Negeri Sejumlah gerai UMKM saat berjualan di Sirkuit Mandalika, ajang berlangsungnya WSBK di Lombok Tengah, NTB (Antara/Akhyar)

MerahPutih.com - Gelaran World Superbike (WSBK) tahun 2021 di Sirkuit Mandalika menyisakan banyak cerita. Salah satunya dengan "kehadiran" gerombolan copet yang ternyata satu keluarga.

Adapun empat orang tersangka yang berhasil diamankan di antaranya berinisial DC (45). Ia merupakan suami dari LA (41). Mereka dibantu anak perempuannya berinisial DA (24) bersama AW (32) yang juga tetangganya. Uniknya, mereka semua berasal dari Jakarta.

Baca Juga:

Mengenal Toprak Razgatlioglu, Juara Baru WSBK

"Kami berhasil mengamankan empat pelaku yang terdiri dari satu pria dan tiga wanita ini, tertangkap melakukan pencurian handphone milik penonton di tribun tiket hijau tosca," kata Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) Kombes Artanto, dalam keterangan persnya yang dikutip, Kamis (25/11).

Mereka memiliki peran masing-masing. Pelaku LA berperan sebagai pengambil handphone korban dari dalam tas. Kemudian anak perempuannya, DA berperan sebagai pengalih perhatian korban. Selanjutnya, AW berperan menerima barang dari hasil eksekusi LA. Setelah mendapatkan barang, LA menyerahkan ke DC.

"Peran dari si bapak membongkar handphone korban, dan membuang kartu dan membuka kode pengaman," tambah Artanto.

Artanto menuturkan, aksi mereka diduga sudah terencana dikuatkan dengan temuan barang bukti lain, berupa empat unit telepon genggam. Yakni satu unit merek iPhone, dan tiga lainnya bermerek Samsung.

Baca Juga:

Michael van der Mark, Pembalap WSBK Berdarah Belanda-Ambon

Direktur Reskrimum Polda NTB Kombes Hari Brata mengatakan, tiga pelaku LA, DA dan AW tertangkap saat hendak menyeberang di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, selang beberapa jam usai DC tertangkap. Saat ini, keempat pelaku bersama barang bukti telah diamankan di Polda NTB untuk proses hukum lebih lanjut.

Kepada polisi, pelaku DC mengaku kesehariannya di Jakarta berbisnis rental sepeda. Karena sepi, ia kemudian memilih mencari uang dengan mencopet. Yang mengejutkan, istri DS, LA merupakan seorang residivis kasus yang sama.

Sasaran aksi para pelaku adalah wanita-wanita yang sedang lengah, misalnya ada korban yang terbuka tasnya. “Kalau (korban) laki-laki tidak berani saya,” ujar LA.

Atas perbuatannya itu, keempat pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 7 tahun.

Selain ke empat pelaku, polisi juga menangkap empat pelaku lain di hari yang sama. Mereka ini diduga masih satu komplotan. Sebab, sama-sama berasal dari luar daerah, dan pernah saling komunikasi.

Namun terkait siapa saja empat pelaku lain yang berhasil ditangkap, pihak kepolisian masih belum bersedia membeberkan, dengan alasan masih dilakukan pengembangan.

Polisi mengungkap, komplotan copet di WSBK Mandalika ini kerap beraksi pada kegiatan-kegiatan skala besar, seperti halnya perhelatan WSBK di Lombok. Mereka ternyata juga beraksi di luar negeri seperti di Malaysia dan Singapura.

Para pelaku sengaja datang ke Lombok, Jumat lalu (18/11), menggunakan pesawat Lion Air. Setelah sampai, kemudian mereka menginap di kos-kosan di wilayah Grupuk, Kabupaten Lombok Tengah.

Baru keesokan harinya, empat pelaku ini langsung beraksi di Sikuit Mandalika. Untuk bisa masuk arena sirkuit, para pelaku membeli tiket dengan harga Rp 400 ribu per orang dengan modal sendiri. Pelaku juga sempat beraksi di Lombok Epicentrum Mall, Mataram. (Knu)

Baca Juga:

Kelakuan Unik Pembalap WSBK di Surkuit Mandalika

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polandia Sambut Rencana Pendirian Pangkalan Militer oleh AS
Dunia
Polandia Sambut Rencana Pendirian Pangkalan Militer oleh AS

Polandia menyambut komitmen Presiden AS Joe Biden untuk membangun pangkalan militer.

Ganjil Genap di Tempat Wisata Hanya Berlaku di Seputar Pintu Masuk
Indonesia
Ganjil Genap di Tempat Wisata Hanya Berlaku di Seputar Pintu Masuk

Kebijakan ganjil genap ini akan terus berlaku sampai dengan waktu yang tidak ditentukan

Direktur Waru Kaltim Plantation Terseret Kasus Suap Bupati PPU
Indonesia
Direktur Waru Kaltim Plantation Terseret Kasus Suap Bupati PPU

KPK menetapkan Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur sebagai tersangka

Pemprov DKI Siapkan Rp 140 Miliar Hadiah Atlet Berprestasi PON Papua
Indonesia
Pemprov DKI Siapkan Rp 140 Miliar Hadiah Atlet Berprestasi PON Papua

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menyiapkan lebih dari Rp 100 miliar rupiah bagi atlet DKI yang berprestasi di PON Papua.

Dua Bulan Jabat Danjen Kopassus, Eks Ajudan Jokowi Promosi Jadi Pangdam Diponogero
Indonesia
Dua Bulan Jabat Danjen Kopassus, Eks Ajudan Jokowi Promosi Jadi Pangdam Diponogero

Keputusan Panglima TNI yang diteken pada Jumat (25/3) minggu lalu, Mayjen TNI Widi Prasetijono dimutasi menjadi Panglima Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro

(HOAKS atau FAKTA) : Kalau Jokowi Tiga Periode Ibu-Ibu Bayar Apapun Pakai Kartu
Indonesia
(HOAKS atau FAKTA) : Kalau Jokowi Tiga Periode Ibu-Ibu Bayar Apapun Pakai Kartu

Akun Facebook Boneka Cuan menyebarluaskan tangkapan layar sebuah artikel yang menunjukkan bahwa Ma’ruf Amin mengkampanyekan Jokowi untuk terpilih di periode ketiga, dengan imbuhan bahwa ibu-ibu akan cukup membayar apapun dengan kartu.

Di Bandung Harga Minyak Goreng Curah Capai Rp 25 Ribu Per Kilogram
Indonesia
Di Bandung Harga Minyak Goreng Curah Capai Rp 25 Ribu Per Kilogram

Secara umum stok bahan pokok cukup tersedia. Namun, salah satu bahan pokok yang sawan yaitu minyak goreng curah.

Alasan Polisi Tak Langsung Tangkap Pelaku   Pelecehan Seksual di Bekasi
Indonesia
Alasan Polisi Tak Langsung Tangkap Pelaku Pelecehan Seksual di Bekasi

Informasi polisi abaikan laporan kasus pelecehan seksual viral di media sosial salah satunya disebarkan oleh akun Twiiter @LionaNara.

Staf BPN hingga Mantan Camat di Kota Serang Bekerja Sama Jadi Mafia Tanah
Indonesia
Staf BPN hingga Mantan Camat di Kota Serang Bekerja Sama Jadi Mafia Tanah

Kesepuluh tersangka berinisial MH, RD, ID, SB, SA, JD, HS, SD, AH, dan HW. Tersangka MH merupakan mantan kepala desa dan camat Desa Bendung, Serang. Sedangkan, RD adalah petugas ukur BPN Serang.

27 Orang Relawan Erupsi Gunung Semeru dari Kampus Akbara Solo Terpapar COVID-19
Indonesia
27 Orang Relawan Erupsi Gunung Semeru dari Kampus Akbara Solo Terpapar COVID-19

Mereka yang positif Corona berjumlah 27 orang yang terdiri dari dosen dan mahasiswa yang sedang bertugas dalam misi pengabdian pada masyarakat yang terkena musibah erupsi Gunung Semeru.