Simulasi Smart City Tour Cirebon, Bangkitkan Wisata Ciayumajakuning Ciayumajakuning mempersiapkan diri untuk membangkitkan wisatanya. (Foto: MP/Mauritz)

PANDEMI COVID-19 memang belum berlalu, namun situasi dan kondisinya dinilai mulai berangsur membaik. Demikian pula yang diyakini oleh pemerintah Kota Cirebon yang melihat bangkitnya pariwisata di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning).

Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati, meyakini bahwa industri pariwisata di wilayah Ciayumajakuning akan bangkit kembali. Ini ia sampaikan dalam acara Simulasi Smart City Tour Cirebon.


Baca Juga:

Empat Objek Wisata di Kota Jogja Sudah Beroperasi Kembali, Ini Daftarnya

cirebon
Goa Sunyaragi, salah sati destinasi wisata di Cirebon. (Foto: MP/Mauritz)


Eti menjelaskan bahwa sebelum terjadinya wabah Pandemi COVID-19, sudah ada kesepakatan dengan daerah-daerah yang ada di wilayah Ciayumajakuning untuk bersama-sama memajukan pariwisata. “Sempat tertunda karena Pandemi, sekarang kita bersama-sama menindaklanjuti kesepakatan tersebut.” kata Eti.

Tentunya industri pariwisata di wilayah itu tak serta-merta kembali pada kenormalan dahulu. Saat ini tentunya harus diiringi dengan protokol kesehatan anti COVID-19 yang ketat. “Tentu saja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran COVID-19,” tegas Eti.

Dimulai dari simulasi yang melibatkan sejumlah pelaku wisata di wilayah Cirebon dan mendatangi sejumlah lokasi wisata yang ada di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon. Melalui kegiatan ini Eti berharap bisa membangkitkan kembali pariwisata termasuk jumlah kunjungan wisatawan di wilayah Ciayumajakuning. “Ke depannya kita memiliki paket wisata yang titik poinnya ada di gedung negara,” ungkap Eti.

Sementara itu Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Agus Suherman, menjelaskan bahwa tujuan dilakukannya kegiatan ini untuk membangkitkan industri pariwisata di wilayah tiga Cirebon, memberikan informasi standar protokol kesehatan untuk wisatawan yang berkunjung ke Kota Cirebon dan mensinergikan seluruh elemen pariwisata di wilayah 3 Cirebon.

“Sekaligus menjadi media promosi bahwa pariwisata di wilayah 3 Cirebon sudah siap menerima kembali wisatawan dengan menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Agus.


Baca Juga:

Tradisi Ngisis Keraton Kasepuhan Cirebon, Bersihkan Wayang Kulit Berusia Ratusan Tahun

cirebon
Geliat industri wisata Cirebon di masa pandemi COVID-19. (Foto: MP/Mauritz)

Ketua Pelaksana Simulasi City Tour, Fajar Bahari, menjelaskan bahwa pelaku pariwisata di wilayah 3 Cirebon sudah membentuk organisasi bernama Gabungan Pelaku Pariwisata wilayah 3 Cirebon. Organisasi ini bertujuan untuk membangkitkan pariwisata di Kota Cirebon.

“Kegiatan ini aksi nyata dari tujuan kita untuk membangkitkan pariwisata di wilayah 3 Cirebon,” ungkap Fajar. Namun dengan tetap menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sebagai bentuk pencegahan penyebaran, sejumlah langkah sudah mereka siapkan. Diantaranya menyemprot disinfektan sebelum bus digunakan, penggunaan masker dan handsanitizer tidak pernah dilupakan.

“Hari ini kita akan berkunjung ke Grage Hotel untuk sektor perhotelan, nasi jamblang bu Nur untuk kuliner dan ke Keraton untuk sektor bangunan budaya,” ungkap Fajar.

Dilanjutkan dengan membeli oleh-oleh di Toko Daud, makan siang di empal gentong Apud serta ke rumah kerang dan rotan yang diakhiri dengan simulasi kunjungan ke batik Trusmi dan Goa Sunyaragi. (Mauritz/Jawa Barat)

Baca Juga:

Pantai Selatan Gunungkidul akan Dibuka Kembali dengan Protokol New Normal

Kredit : mauritz


Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH