Simulasi Gempa Dahsyat NTB: Sirkuit MotoGP Mandalika Habis Tersapu Tsunami Penampakan desain Sirkuit MotoGP Mandalika (Foto: instagram @triplombok.id)

MerahPutih.com - Hasil simulasi dan pemodelan tsunami (Tsunami Modeling) yang dilakukan di wilayah Lombok Selatan ternyata menyimpan gempa megathrust berkekuatan 8,5 magnitudo dan gelombang tsunami hingga lima kilometer dengan ketinggian mencapai 20 meter.

"Kapan waktunya tidak ada yang tahu bahkan teknologi secanggih apapun tidak bisa memprediksi dan mengetahui kapan akan terjadi gempa itu," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mataram, NTB Agus Riyanto, di Universitas Nahdatul Ulama (NU) NTB, Mataram, dikutip dari Antara, Jumat (5/7).

BACA JUGA: Korban Meninggal Dunia Gempa Lombok Jadi 82 Orang

Menurut Agus, berdasarkan hasil simulasi pemodelan tsunami wilayah dengan kekuatan 8,5 magnitudo itu imbasnya sampai perairan Kuta, Awang, Selong Blanak, Lombok Barat dan Mataram.

BMKG NTB
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) Agus Riyanto. (ANTARA/Nur Imansyah).

Untuk wilayah Kota Mataram imbasnya hanya mencapai 2 kilometer. Namun, kawasan Mandalika yang tengah dipersiapkan untuk sirkut jalan raya MotoGP juga bakal tersapu tsunami dalam simulasi tersebut.

"Kalau selatan kurang lebih 3-5 kilometer rendaman tsunaminya, termasuk rendamannya mengenai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika," tegas pejabat BMKG itu.

BACA JUGA: Resmi, Sirkuit Mandalika Jadi Venue MotoGP, ini Fakta-Faktanya

Lebih jauh, Agus merujuk pada sejarah dan hasil penelitian gempa besar pernah terjadi di perairan selatan, khususnya Lombok pernah terjadi pada tahun 500-1000 tahun yang lalu. Sejarah tsunami besar ini dibuktikan dari jejak pasir sisa tsunami yang tertinggal.

Rumah warga roboh akibat gempa
Kerusakan akibat gempa Lombok tahun 2018 lalu . Foto: Mora NTB

Sedangkan, gempa terakhir yang besar terjadi pada tahun 1977 di wilayah Sumba Kabupaten Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga berimbas pada wilayah selatan NTB dan hingga sekarang tidak pernah terjadi lagi, namun tetap saja hal tersebut menurutnya harus tetap diwaspadai.

BACA JUGA: Di Depan Jokowi, Bos MotoGP Kaget dengan Keindahan Sirkuit Mandalika

Oleh karena itu, Agus mengingatkan simulasi dan pemodelan tsunami ini penting untuk diketahui, sehingga pemerintah dan semua pihak bisa melakukan antipasi dan edukasi tentang mitigasi bencana secara menyeluruh ke masyarakat, termasuk mengimbau masyarakat untuk membangun rumah yang tahan gempa.

"Sekarang belum ada aktivitas lagi, kalaupun ada kita harap gempanya kecil-kecil dan intensitasnya banyak, sehingga terlepas. Tapi kalau diam itu terlalu lama itu artinya sedang mengumpulkan energi dan ini yang tidak kita harapkan. Karena sifatnya di selatan itu seperti itu, hampir sama dengan selatan Bali, Jawa hingga Sumatra bisa ratusan tahun seperti yang terjadi di Aceh itu ratusan tahun terulang kembali pada tahun 2004 gempa besar dan tsunami," beber Agus. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PPKM Mikro Bikin Pengendalian COVID-19 Efisien dan Terfokus
Indonesia
PPKM Mikro Bikin Pengendalian COVID-19 Efisien dan Terfokus

Kapasitas tempat isolasi bagi warga yang terkonfirmasi positif ,yaitu Rumah Lawan COVID-19 juga ditambah sebanyak 150 tempat tidur.

Sindir Blusukan Risma, PKS: Menteri Skala Kebijakannya Nasional Bukan Hanya Jakarta
Indonesia
Sindir Blusukan Risma, PKS: Menteri Skala Kebijakannya Nasional Bukan Hanya Jakarta

Menurut Suhaimi, Menteri Risma seharusnya jangan hanya fokus mengatasi gelandangan di ibu kota. Pasalnya jabatan menteri ruang lingkupnya nasional bukan saja Jakarta.

Jenderal Andika Jamu KSAD AS dengan Makanan Tradisional Indonesia
Indonesia
Jenderal Andika Jamu KSAD AS dengan Makanan Tradisional Indonesia

Jenderal TNI Andika Perkasa menjamu Chief of Staff of The United Army General James C McConville yang berkunjung dengan makanan tradisional Indonesia.

Jokowi Disebut 'King of Lip Service', BEM UNS: Cara Kami Mencintai Bangsa Ini
Indonesia
Jokowi Disebut 'King of Lip Service', BEM UNS: Cara Kami Mencintai Bangsa Ini

"Padahal itu cara kami mencintai bangsa ini, dengan mengingatkan pejabat terkait. Yang disampaikan itu bisa dipertanggungjawabkan, ada kajiannya, ada fakta realita," kata dia.

Vaksinasi COVID-19 di Daerah Banjir Tetap Akan Dilaksanakan
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 di Daerah Banjir Tetap Akan Dilaksanakan

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Jawa Barat tetap akan melaksanakan vaksinasi COID-19 di daerah yang dilanda banjir.

Masjid di Jakarta Siap Gelar Vaksinasi COVID-19 pada April
Indonesia
Masjid di Jakarta Siap Gelar Vaksinasi COVID-19 pada April

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyebut, dimungkinkan bulan depan masjid yang berada di Jakarta di pakai untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

Penghentian Hukuman Mati Bagi Terpidana Kasus Narkoba Dinilai Membahayakan Bangsa
Indonesia
Penghentian Hukuman Mati Bagi Terpidana Kasus Narkoba Dinilai Membahayakan Bangsa

"Saya khawatir bangsa ini akan hancur jika pelaku terpidana mati kasus narkotika dihentikan atau dihapus," ucap Musa

Menhub Ingin Ada Regulasi Ketat Penggunaan Drone
Indonesia
Menhub Ingin Ada Regulasi Ketat Penggunaan Drone

Jika tidak diatur dan dikelola secara tepat, maka drone dapat menimbulkan masalah sehingga perlu ada langkah yang harus dilakukan.

Sambut Baik Pencabutan Gugatan Asimiliasi, Menkumham: Waktunya Kita 'Move On'
Indonesia
Sambut Baik Pencabutan Gugatan Asimiliasi, Menkumham: Waktunya Kita 'Move On'

Gugatan atas kebijakan asimilasi dan integrasi saat wabah COVID-19 itu dilayangkan oleh sekelompok advokat Kota Solo

Setengah Juta Warganya Nganggur, Ini Kata Anies
Indonesia
Setengah Juta Warganya Nganggur, Ini Kata Anies

Selama periode pandemi, sektor formal kehilangan 453.295 pekerja tetapi hanya 259.597 pekerja mampu diserap oleh sektor informal. Akibatnya, 193.698 orang kehilangan pekerjaan.