Simak Nih, Penjelasan PVMBG Soal Jalur Magma Gunung Agung ilustrasi magma (pixabay)

Merahputih.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan kondisi jalur magma Gunung Agung saat ini mengalami sistem terbuka.

Hal itu mengindikasikan magma bisa naik ke permukaan. Namun, bukan tidak mungkin jalur magma juga bisa tersumbat, karena suplai magma yang berkurang sehingga lava di permukaan kawah bisa mengeras.

"Saat mengeras itu lah, jika ada suplai magma dari bawah, maka bisa terjadi akumulasi suplai magma, namun tidak keluar secara langsung, karena lava bagian atas kawah mengeras," kata Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana di Pos Pengamatan Gunung Agung, Desa Rendang, Karangasem, Sabtu (7/7).

Untuk mengalami erupsi kembali jika lava kawah mengeras, maka perlu suplai magma lebih banyak dengan ditandai gempa vulkanik. Namun, gempa vulkanik yang terdeteksi saat ini belum terlalu dominan dan jumlahnya belum signifikan, sehingga pihaknya belum khawatir jika adanya potensi erupsi yang lebih besar.

"Jika nanti gempa vulkaniknya lebih signifikan, kami akan melakukan upaya pemodelan bahaya jika perluasannya melebihi radius empat kilometer dari puncak Gunung Agung. Sehingga, kami juga akan melakukan evaluasi status dan rekomendasi gunung ini," jelasnya.

Untu itu, ia mengimbau warga Karangasem yang memiliki kediaman didekat bantaran sungai agar mewaspadai bahaya banjir lahar hujan.

Petugas melakukan pengamatan terhadap Gunung Agung di Bali (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

"Saya mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai agar waspada dengan ancaman lahar hujan,"

Hal ini disampaikan, mengingat erupsi Gunung Agung dengan sejumlah material vulkanik yang dikeluarkan sudah beberapa kali terjadi, disertai adanya hujan di dekat gunung yang cukup tinggi dapat berakibat banjir lahar hujan.

Tidak hanya itu, Devy juga mengimbau kepada warga di luar radius empat kilometer dari puncak Gunung Agung wajib menggunakan masker guna mencegah terpaparnya abu vulkanik terhirup ke saluran pernafasan.

"Dengan menggunakan masker dapat meminimalisir terhirupnya abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan pernafasan," ujarnya.

Hingga saat ini untuk status dan rekomendasi Gunung Agung masih masuk level tiga atau siaga dengan radius bahaya masih empat kilometer dari puncak Gunung Agung.

"Saat ini potensi erupsi dengan abu relatif masih ada dan penyebaran abu vulkanik ini tergantung dari arah dan kecepatan angin," ujarnya. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH