Simak Nih Pendapat Ulama Sampang Tentang Imunisasi Campak Rubella Gubernur Jatim Soekarwo (ketiga kanan) didampingi istri Nina Kirana Soekarwo (ketiga kiri) menghadiri pemberian vaksin di Sampang. (ANTARA FOTO/Saiful Bahri)

MerahPutih.com - Ulama Pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhsan Kabupaten Sampang di Pulau Madura KH Mahrus Abdul Malik angkat bicara soal imunisasi campak rubella yang belakangan menjadi berdebatan. Menurutnya, imunisasi campak rubella merupakan "fardu ain" alias wajib.

"Jadi, itu sudah 'fardu ain' bukan dalam wacana halal dan haram lagi," kata KH Mahrus Abdul Malik kepada wartawan di sela-sela acara kunjungan kerja Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Sabtu (19/8).

Umat Islam, lanjut dia, tidak perlu khawatir dengan program tersebut. Sebab, karena fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang imunisasi sudah jelas, yakni halal.

Sebelumnya, Komisi Fatwa MUI sudah menerbitkan Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi. Fatwa ini diterbitkan pada 23 Januari 2016. Isinya, antara lain, menyebutkan bahwa bahwa ajaran Islam sangat mendorong umatnya untuk senantiasa menjaga kesehatan, yang dalam praktiknya dapat dilakukan melalui upaya preventif agar tidak terkena penyakit, dan berobat manakala sakit agar diperoleh kesehatan kembali, yaitu dengan imunisasi.

Dalam fatwa itu juga dijelaskan, bahwa imunisasi, sebagai salah satu tindakan medis untuk mencegah terjangkitnya penyakit tertentu, bermanfaat untuk mencegah penyakit berat, kecacatan, dan kematian. "Apa yang disampaikan MUI sudah jelas, dan MUI ini merupakan kumpulan semua ulama dari berbagai ormas Islam yang ada di Indonesia," ujar KH Mahrus.

Oleh karenanya, sambung dia, para ulama di Kabupaten Sampang, Madura sangat mendukung program pemerintah melakukan pencegahan penyakit melalui program imunisasi tersebut. Kabupaten Sampang merupakan salah satu kabupaten di Pulau Madura yang masuk kategori kabupaten tertinggal dengan jumlah penderita gizi buruk dan kekurangan gizi tinggi.

Berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang disiarkan dari Jakarta belum lama ini menyebutkan enam kabupaten di Jawa Timur memang dinilai kronis masalah gizi buruk yakni Kabupaten Probolinggo, Sampang, Bangkalan, Jember, Sumenep, dan Lamongan.

Di Kabupaten Bangkalan jumlah balita yang menderita gizi buruk sebanyak 3.247 orang, Kabupaten Probolinggo 4.657 orang, Lamongan 4.403 orang, Sumenep 3.319 orang, Sampang 3.537 orang, dan Jember berjumlah 8.035 orang.

Selain kasus gizi buruk, jenis kasus lainnya yang juga banyak ditemukan di kabupaten ini adalah campak dan difteri. Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhsan KH Mahrus Abdul Malik, Islam merupakan agama yang menganjurkan untuk menjaga kesehatan sebagai bekal untuk mengabdi dan beribadah kepada Allah SWT.

"Karena kesehatan itu penting, maka menjaga agar kita tetap sehat, sehingga bisa beribadah dengan sempurna, maka juga menjadi penting, termasuk mencegah dari berbagai serangan penyakit yang bisa mengganggu kesehatan, seperti imunisasi ini," ujar Kiai Mahrus.

Ia juga menjelaskan, saat ini, para ulama pengasuh pondok pesantren di Sampang, termasuk di tiga kabupaten lain di Madura telah kompak untuk mendukung dan mensukseskan program imunisasi yang dicanangkan pemerintah tersebut. (*)


Tags Artikel Ini

Thomas Kukuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH