Simak Nih, Cara BPKP Hitung Kerugian Negara Rp 2,3 Triliun di Proyek e-KTP Terdakwa kasus korupsi pengadaan KTP elektronik Setya Novanto (tengah) menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (8/3). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

MerahPutih.com - Auditor Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) Suaedi menjadi salah satu saksi untuk terdakwa Setya Novanto dalam sidang perkara korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin (12/3).

Dalam kesaksiannya, Suaedi membenarkan kerugian negara yang timbul karena korupsi proyek e-KTP adalah sebesar Rp 2,3 triliun.

"Kami lakukan (perhitungan kerugian keuangan negara) atas permintaan penyidik KPK terkait e-KTP," kata Suaedi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin (12/3).

Menurut Suaedi, unsur kerugian negara terdiri atas pengadaan blangko e-KTP, pengadaan hardware dan software, pengadaan sistem AFIS dan jaringan komunikasi data serta gaji help desk pendamping kecamatan dan kota.

"Berdasarkan hal-hal itu, hasil audit proyek e-KTP dari 2011 hingga 2012 mencapai Rp 2,3 triliun," jelas Suaedi.

Selain berdasarkan penelitian dari auditor BPKP, kata Suaedi, pihaknya juga telah meminta keterangan dari sejumlah ahli yang dianggap kompeten dalam pengadaan e-KTP.

"Kami gunakan beberapa pendapat dan laporan ahli, seperti ahli pengadaan barang dan jasa. Ahli analisis material plastik, ahli pengadaan kartu chip, serta ahli komputer dan teknologi informasi," pungkas Suaedi.

Dalam perkara ini, Setnov didakwa telah memperkaya diri sendiri dan orang lain dalam kasus e-KTP. Atas perbuatannya tersebut, negara rugi sekurang-kurangnya Rp 2,3 triliun dalam proyek pengadaan e-KTP tahun anggaran 2011-2012 itu.

Selain itu, jaksa menyebut mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung telah melakukan intervensi dalam proses penganggaran dan pengadaan barang serta jasa proyek e-KTP. (Pon)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Setnov Benarkan Keponakannya Ikut Alirkan Uang Panas Proyek e-KTP

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH