Image
Author by : Bukit Bintang Yogyakarta

Bukit Bintang bukan hanya tempat wisata di Negeri Jiran. Di negeri sendiri, nama ini cukup familiar di telinga. Nama "Bukit Bintang" tak hanya berada di satu tempat, melainkan lebih dari satu. Bukit Bintang Bandung dan Bukit Bintang Yogyakarta.

Dari namanya memang tempat-tempat tersebut menunjukkan keindahan alam di malam hari. Bintang-bintang bertaburan. Tidak hanya di langit, di hamparan mata memandang pun tampak seperti lautan bintang. Suasana malam Kota Yogyakarta dengan gemerlap lampunya juga sangat terlihat jelas di tempat ini.

Pedagang jagung bakar pun berderet di pinggir jalan. Di trotoar jalan. Tiap dua meter para pedagang itu menadahkan barang dagangannya, membuat lapak. Mereka memanfaatkan trotoar jalan sepanjang sekira 30 meter.

Karena itu, Bukit Bintang Yogyakarta menjadi pilihan mereka yang ingin ngabuburit sambil wisata. Sehabis berbuka dengan jagung dan berbagai takjil es lainnya yang dijajakan pedagang, menikmati suasana kota malam hari merupakan pemandangan yang menarik.

Image
Author by : Candi Ijo

Candi Ijo adalah sebuah kompleks percandian bercorak Hindu, berada 4 kilometer arah tenggara dari Candi Ratu Boko atau kita-kira 18 kilometer di sebelah timur kota Yogyakarta. Candi ini diperkirakan dibangun antara kurun abad ke-10 sampai dengan ke-11 Masehi pada saat zaman Kerajaan Medang periode Mataram.

Selain menikmati keindahan warisan budaya di masa lalu, pemandangan di kawasan wisata Candi Ijo cukup memukau, jika menghadap ke arah barat kemudian memandang ke bawah, kamu bisa melihat pesawat take-off dan landing dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta. Pemandangan itu bisa dijumpai karena Pegunungan Seribu tempat berdirinya candi Ijo menjadi batas bagian timur bandara.

Tentu suasana itu menjadi daya tarik bagi mereka yang ingin menikmati keindahannya sambil menunggu waktu berbuka. Namun, bagi Anda yang ingin berbuka di tempat favorit wisatawan berbuka puasa ini, Anda harus membawa takjil sendiri. Pasalnya, penjaja takjil di sini tidak sebanyak di tempat-tempat ngabuburit lazimnya.

Image
Author by : Candi Ratu Boko

Ratu Boko merupakan situs arkeologi kerajaan Mataram Kuno dari abad 8 Masehi. Di dalam area situs ini terdapat peninggalan cerita masa lalu berupa gerbang utama, candi pembakaran dan sumur suci, paseban (ruang tunggu), pendopo, kolam, goa, dan keputren atau ditafsirkan sebagai tempat berkumpulnya wanita kerajaan. Semua itu layak untuk dijadikan objek wisata sejarah.

Keraton Ratu Boko terletak di dataran tinggi, sekira 3 km selatan Prambanan. Bukitnya memiliki ketinggian 195,97 meter di atas permukaan laut, dengan luas sekira 160,898 meter kubik. Di titik ketinggian Ratu Boko inilah keindahan Prambanan dan puncak bukit Gunung Merapi tersaji.

Tak ayal, Ratu Boko terkenal akan panorama mataharinya. Baik itu matahari pagi maupun di waktu senja. Tak jarang para pengunjung kerap menikmati pagi di kawasan taman wisata ini untuk menghirup udara segar sembari mengucurkan keringat kecil. Sementara di waktu senja, hampir semua pengunjung memfokuskan pada keindahan matahari di ufuk barat.

Nah, tempat favorit lainnya untuk ngabuburit sambil menikmati panorama matahari di waktu senja ialah Ratu Boko. Sama seperti di Candi Ijo, Anda harus membawa takjil di lokasi ini.

Image
Author by : Kawasan Malioboro

Malioboro dikenal sebagai pusatnya keramaian wisatawan. Ada banyak daya tarik di sini, di antaranya hiburan jalanan dari seniman jalanan, pusat perbelanjaan, hingga spot-spot bersantai di tepi jalan.

Tempat ini penuh wisatawan di saat hari-hari libur nasional dan akhir pekan.

Ternyata, Malioboro tidak hanya menarik untuk berwisata. Tempat yang bernilai sejarah bagi pertumbuhan ekonomi kerajaan Ngayogyakarta ini juga menjadi tempat berkumpulnya mereka yang berpuasa. Mereka menjadikan kawasan Malioboro tempat ngabuburit. Sambil menunggu azan maghrib, umumnya mereka yang ngabuburit di sini memanfaatkan spot-spot yang terbilang instagramable. Menanti azan sambil berfoto ria. Mereka memanfaatkan latar gedung-gedung klasik, monumen, sisi Jalan Malioboro, hingga kawasan Titik Nol Kilometer. (Fre)