Silsilah Pohon Sukarno di Padang Arafah bang_fajr/instagram

Hubungan antara Kerajaan Arab Saudi dengan Indonesia sudah terjalin sejak lama, kedekatan dua negara ini bermula dari hubungan Presiden Sukarno dengan pemimpin-pemimpin Timur Tengah dan Afrika pada masa perang dingin.

Pada masa kepemimpinan Raja Abdulazis Al Saud, Sukarno berkunjung ke Arab Saudi guna melakukan kerjasama antar dua negara pada tahun 1950-an. Tidak disangka kunjungan Sukarno kala itu menjadi kenangan yang tak terlupakan hingga saat ini oleh Kerajaan Arab maupun masyarakatnya.

Hal ini dikarenakan gagasan Sukarno untuk melakukan penghijauan di Padang Arafah yang gersang. Berdasarkan dari berbagai sumber, ketika itu Sukarno membawa ratusan bibit pohon mimba dan para ahli botani dari Indonesia ke Arab Saudi untuk melakukan penghijauan di Arafah.

Hal itu pun disetujui oleh Kerajaan Arab Saudi, hingga akhirnya pohon-pohon tersebut tumbuh besar dan dijadikan tempat berteduh oleh para jemaah Haji yang tengah wukuf di Arafah.

Karena gagasannya itu, masyarakat Arab Saudi menamai pohon mimba dengan nama Pohon Sukarno. Pohon Sukarno kini bukan hanya ada di padang Arafah tapi juga banyak tumbuh di beberapa lokasi di Mekah dan Madinah.

Selain itu Sukarno juga membuat gagasan pembuatan tiga jalur tempat sa’i atau lari-lari kecil bolak-balik tujuh kali dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah dan sebaliknya. Agaknya, gagasan itu direspon Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Karenanya, kini tempat sa’i antara Bukit Safa dan Marwa terbagi menjadi tiga jalur.

Jalur pertama adalah dari Bukit Safa ke Bukit Marwa. Jalur kedua adalah dari Bukit Marwa ke bukit Safa. Jalur ketiga berada di tengah-tengah antara jalur pertama dan kedua yang diperuntukkan bagi orang-orang yang sudah uzur atau cacat fisik dengan menggunakan kursi roda.

Jadi sangat tidak heran jika masyarakat Arab Saudi memiliki hubungan dekat dengan Indonesia.



Ana Amalia

YOU MAY ALSO LIKE