Silaturahim Baik bagi Kesehatan Jiwa Bersilaturahim di hari raya banyak manfaatnya. (foto: ikhtisarislami)

LEBARAN sudah di depan mata. Tradisi utama dalam merayakan hari kemenangan itu ialah dengan melakukan silaturahim. Ajang bertemu dan saling mengunjungi tersebut memang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Meskipun demikian, masih ada beberapa orang yang enggan bersilatturahim dengan berbagai alasan. Kesibukan, jarak yang jauh, hingga adanya masalah pribadi menjadi alasan. Rugi banget jika kamu tidak melakukan silaturahim. Pasalnya, kegiatan satu ini punya banyak manfaat, salah satunya untuk kesehatan mental. Berikut manfaat silaturahim bagi kesehatan jiwa, seperti dilansir Go-Dok.


1. Meredakan stres dan rasa cemas

Bersilaturahim meredakan rasa cemas. (foto: the spruce)

Selama ini kamu mungkin mengalami banyak masalah secara bertubi-tubi dalam kehidupan. Tentu masalah yang bejibun akan membuat kamu merasa stres dan merasa cemas dalam memikirkan jalan keluarnya. Para ahli setuju bahwa bersosialisasi dan bersilaturahim dengan keluarga atau teman dekat dapat meringankan beban serta mengurangi rasa stres itu sendiri.


2. Memecahkan masalah

Apakah saat ini kamu punya satu masalah yang sepertinya sulit untuk dipecahkan? Jika iya, bersilaturahim bisa jadi merupakan cara untuk mendapatkan pencerahan. Pasalnya, ketika bersilaturahim, kamu dan sanak saudara akan bercerita tentang berbagai macam hal. Tak tertutup kemungkinan di sela-sela obrolan tersebut terselip sesuatu yang bisa menjadi ide dalam memecahkan masalah kamu.


3. Membuat umur lebih panjang

Para ahli menyatakan bahwa melalui pengamatan, mereka yang banyak bersosialisasi cenderung berumur lebih panjang jika dibandingkan dengan mereka yang gemar mengisolasi diri.


4. Meningkatkan sistem imun

Bagi lansia, bersilaturahim meningkatkan sistem imun. (foto: pixabay)

Interaksi sosial dengan manusia lain memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan sistem imun kamu. Semakin banyak kamu bersosialisasi, akan semakin besar kesempatanmu untuk memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat. Hal itu terutama berlaku bagi kamu yang telah menginjak usia senja. Dengan bersilaturahim, lansia akan lebih kuat untuk mengatasi flu, pilek, dan bahkan mungkin penyakit kanker.


5. Meminimalisasi risiko demensia

Menurut para ahli, banyak bukti menunjukkan manfaat positif sosialisasi bagi kesehatan otak. Mereka yang sering bersilaturahim dan aktif secara sosial, memiliki daya ingat serta kemampuan kognitif yang lebih baik. Hal itu bisa mengurangi risiko terkena demensia dalam jangka panjang.


6. Baik untuk kesehatan mental

Bertemu dan berinteraksi lewat silaturahmi baik untuk kesehatan mental. (foto: videoblocks)

Secara keseluruhan, dari mengurangi rasa depresi, stres serta kecemasan akan suatu masalah, silaturahim memang baik untuk kesehatan jiwa kamu. Tak hanya itu, bercengkerama dengan kawan sejawat dan sanak saudara juga dapat meningkatkan mood serta menimbulkan perasaan bahagia.

Yuk, bersilaturahim dengan keluarga dan kawan di hari raya.(*)



Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH