Sikat Jenderal Terlibat Kasus Djoker, Kapolri Bersih-bersih Institusi Irjen Napoleon Bonaparte. (Foto: Kanugrahana).

MerahPutih.com - Kasus dugaan suap Djoko Tjandra mayoritas sudah dilimpahkan ke Jaksa. Nantinya, para tersangka yang terdiri dari sejumlah penegak hukum ini bakal dilimpahkan ke Jaksa.

Kapolri Jenderal Idham Azis memastikan, penuntasan kasus Djoko Tjandra merupakan bentuk komitmennya dalam penegakan hukum. Sekaligus upaya bersih-bersih di tubuh Polri.

Idham menegaskan, pihaknya akan menindak tegas siapapun yang melakukan pelanggaran pidana meskipun pelakunya adalah orang dengan jabatan atau pangkat tinggi akan tetap diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Transparan, tidak pandang bulu, semua yang terlibat kami sikat," tegasnya dalam keteranganya, Sabtu (17/10).

Baca Juga:

Tak Ada Rekaman CCTV, Irjen Napoleon Mengaku Enggak Terima Duit dari Djoko Tjandra

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Awi Setiyono di Kantor Bareskrim Polri mengatakan, ada empat tersangka yang diserahkan penyidik Bareskrim ke Kejaksaan secara bersamaan yakni tersangka Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte, Brigjen Prasetijo Utomo dan Tommy Sumardi.

Untuk tersangka Irjen Napoleon Bonaparte, Brigjen Prasetijo Utomo dan Tommy Sumardi diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Sementara tersangka Djoko diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

"5 Oktober lalu berkas perkara red notice JST dkk telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh JPU (jaksa penuntut umum) sehingga pada hari ini Jumat, penyidik tipikor telah menyerahkan tahap II dengan menyerahkan tersangka dan barang bukti ke Kejari Jaksel untuk tersangka PU, TS dan NB, sedangkan JST diserahkan ke Kejari Jakpus," tutur Awi.

Napoleon
Irjen Napoleon Bonaparte. (Foto: Antara).

Sementara Kajari Jaksel Anang Supriatna mengatakan, untuk Djoko Tjandra dan Brigjen Prasetijo Utomo masih ditahan di Rutan Salemba Cabang Mabes Polri karena keduanya berhadapan dengan perkara lain.

Untuk Irjen Napoleon Bonaparte rencananya dititipkan di Rutan Salemba Cabang Mabes Polri dan Tommy Sumardi di Rutan Salemba Cabang Kejari Jakarta Selatan.

"Dalam waktu 14 hari ke depan secepatnya nanti penuntut umum melimpahkan ke pengadilan karena ada batas waktunya juga," kata Anang.

Baca Juga:

Praperadilan Irjen Napoleon Ditolak, Bareskrim Punya Bukti Kuat Dugaan Suap

Kredit : joseph_kanugrahan


Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH