Sikapi Pertemuan Jokowi dan Prabowo, PA 212 Gelar Ijtima Ulama Keempat Novel Bamukmin (kanan) didampingi kuasa hukumnya Ali Lubis (MP/Abi)

MerahPutih.Com - Persaudaraan Alumni (PA) 212 berencana menggelar Ijtima Ulama yang keempat. Hal ini untuk membahas sikap politik setelah Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertemu Prabowo Subianto.

Jubir PA 212 Novel Bamukmin mengatakan, pertemuan yang berlangsung kemarin harus disikapi secara serius.

Baca Juga: Lupakan Rizieq Shihab Saat Bertemu Jokowi, PA 212 Pastikan Tak Dukung Prabowo

"Insya Allah segera diadakan ijtima ulama ke-4 sebagai sikap tegas dari PA 212 dan simpatisannya,” kata Novel kepada wartawan di Jakarta, Minggu (14/7).

Ijtima Ulama ketiga di Jakarta
Penggagas Ijtima Ulama III, Bachtiar Nasir. (MP/Kanugrahan)

Ijtimak juga akan membahas mengenai dugaan kecurangan terstruktur, sistematis dan masif dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Mereka juga akan membahas tewasnya sejumlah orang dalam kerusuhan 22 Mei dan kriminalisasi ulama, tokoh dan aktivis.

Ijtimak Ulama adalah pertemuan yang digelar oleh sejumlah organisasi masyarakat pendukung Prabowo dalam pilpres 2019.

Novel mengatakan mereka tak pernah berkomunikasi dengan Prabowo mengenai rencana pertemuan dengan Jokowi. Dia mengatakan PA 212 bahkan sudah tak pernah berkomunikasi dengan Prabowo sejak putusan sengketa pilpres di MA 28 Juni 2019.

Kadiv Hukum PA 212 Damai Hari Lubis menyebut Ijtimak Ulama kedua bertujuan mengajarkan Prabowo tata cara beradab terhadap ulama.

Baca Juga: Pengamat Soroti Peran Senyap Kepala BIN Saat Ajak Prabowo Temui Jokowi

"Ijtimak Ulama kedua intinya adalah untuk mengajarkan PS bagaimana cara beradab terhadap ulama dengan memilih cawapresnya, Sandi, tanpa melalui konsultasi kepada para ulama pendukungnya. Nyatanya pada akhirnya PS lagi-lagi membuat putusan yang tanpa konsultasi atau tabayun mengambil keputusan," jelas Damai.

Usai tak lagi bersama Prabowo, PA 212 akan kembali kepada komando Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab. Mereka tidak akan mengikuti Prabowo lagi.

"Maka jelas kami 212 sesuai fakta sejarah, tidak atau bukan tunduk kepada PS melainkan kepada para ulama di bawah imam besar kami, HRS yang ada di Kota Suci Mekah," tutup Damai Lubis.(Knu)

Baca Juga: Paparkan Visi Kebangsaan, Jokowi Bakal Bahas Nasib Koalisi Indonesia Kerja



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH