Sikapi Kebijakan Pemerintah Perjuangkan Palestina, MUI: Anti-Penjajahan Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas di Jakarta, Selasa (5/11/2019). ANTARA/Anom Prihantoro

Merahputih.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai sikap pemerintah Indonesia dalam menyikapi, membela serta memperjuangkan nasib rakyat Palestina merupakan cerminan dari kebijakan antipenjajahan di muka bumi.

"Sikap yang diambil Indonesia mencerminkan konsistensi negeri ini yang anti-terhadap penjajahan seperti tercantum dan diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945," kata Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas melalui keterangan tertulis, Kamis (13/2).

Baca Juga

Pemukim Yahudi Bakar Pohon-Pohon Zaitun Milik Warga Palestina

Dalam amanat UUD 1945 tersebut dinyatakan kemerdekaan adalah hak segala bangsa, oleh karena itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Atas sikap yang diambil pemerintah melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi tersebut, Anwar meyakini seluruh rakyat Indonesia akan mendukung penuh karena menjunjung tinggi perikemanusiaan dan perikeadilan itu sendiri.

"Selamat berjuang Ibu Menlu. Doa kami untuk Anda," kata dia dikutip Antara.

Warga Palestina demo di Gaza. Foto: AFP Photo/Mohammed Abed
Warga Palestina demo di Gaza. Foto: AFP Photo/Mohammed Abed

Sikap yang ditunjukkan oleh pemerintah tersebut juga membuktikan Indonesia konsisten dalam membela dan memperjuangkan nasib rakyat Palestina.

Ia mengatakan Presiden AS Donald Trump dan zionis Israel dengan berbagai upaya telah memengaruhi negara-negara anggota PBB untuk mendukung rencana perdamaian yang mereka usung dan menafikan sama sekali kedaulatan rakyat Palestina atas Yerusalem.

Baca Juga

Palestina: Deal of The Century Langkah Tipu Daya Donald Trump

Namun, pemerintah Indonesia dengan lantang lewat Menlu tetap konsisten serta berani menyuarakan kebenaran, meskipun secara jelas akan mendapat tantangan berat dari negara adikuasa tersebut beserta sekutunya.

"Bersama Tunisia, Indonesia akan tetap berjuang dan memrakarsai pertemuan khusus Dewan Keamanan PBB untuk membahas nasib rakyat dan bangsa serta negara Palestina," beber Anwar Abbas. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH