Sidang Terdakwa Pemerkosaan 12 Santri Berlangsung Tertutup, Kejati Jabar Jadi JPU Kepala Kejati Jawa Barat Asep N Mulyana, (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

MerahPutih.com - Sidang terdakwa kasus pemerkosaan terhadap 12 santriwati di Bandung berlangsung tertutup. Agenda sidang kali ini menghadirkan saksi-saksi anak atau di bawah umur. Sidang pun berlangsung secara daring dan luring.

Terdakwa HW, mengikuti sidang daring dari rumah tahanan di Bandung. Sementara para saksi menggelar sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Selasa (12/21). Para saksi pun terbagi secara luring dan daring.

Sementara, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Asep N Mulyana turun langsung sebagai jaksa penuntut umum (JPU) untuk kasus yang menghebohkan dan menjadi perhatian nasional ini.

Baca Juga:

Buntut Kasus Pencabulan Santri di Bandung, Menag Perketat Izin Boarding School

Sebelumnya, JPU untuk kasus ini dipegang Agus Mudjoko. Dalam dakwaan disebutkan bahwa kasus ini mulai dilakukan penyidikan sejak 1 Juni 2021. Selama itu, HW menjalani penahanan yang berlangsung hingga berkas perkara dilimpahkan ke PN Bandung.

Disebutkan bahwa perbuatan terdakwa HW dilakukan di banyak tempat antara 2016 hingga 2021, terhadap sedikitnya 12 santriwati yang juga muridnya. Perbuatan bejat pelaku dilakukan di yayasan pesantren, sejumlah hotel dan apartemen di Bandung, dan tempat-tempat lainnya.

“Bahwa terdakwa sebagai pendidik/guru pesantren, antara sekitar tahun 2016 sampai dengan tahun 2021 telah melakukan perbuatan asuslia terhadap anak korban santriwati di lingkungan pesantren,” demikian petikan surat dakwaan JPU.

Sementara itu, Plt Aspidum Kejati Jabar Riyono mengatakan, terdakwa HW mendapat dakwaan primair Pasal 81 ayat (1), ayat (3) jo Pasal 76.D UU R.I Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Dakwaan subsidairnya, Pasal 81 ayat (2), ayat (3) jo Pasal 76.D UU R.I Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Baca Juga:

Buntut Pencabulan Belasan Santri, Dewan Pengawas Pesantren Akan Dibentuk

Ancaman pidana untuk HW berdasarkan dakwaan tersebut 15 tahun penjara dengan pemberatan hukuman menjadi 20 tahun.

“Perlu digarisbawahi, di sini ada pemberatan (hukuman) karena dia tenaga pendidik,” kata Plt Aspidum Riyono.

Kasus pemerkosaan oleh HW membuat berang banyak pihak, terlebih peristiwa ini terjadi ketika kasus kekerasan seksual sedang menjadi sorotan. Kelakuan HW dinilai mencoreng profesi guru, ustaz, dan lembaga pendidikan. Sementara akibat perbuatan HW, sejumlah santrinya ada yang hamil dan melahirkan.

Kementerian Agama telah mencabut izin operasional Pesantren Manarul Huda Antapani, Bandung, yang didirikan HW. Selain itu, Pesantren Tahfidz Quran Almadani yang juga diasuh HW ditutup. Lembaga ini dinyatakan belum memiliki izin operasional dari Kementerian Agama. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Usulan Hukum Kebiri untuk Guru Pemerkosa 12 Santri di Bandung

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pengelola Mal di Depok Sepakat Pembatasan Jam Operasional
Indonesia
Pengelola Mal di Depok Sepakat Pembatasan Jam Operasional

Para seluruh pengelola mal atau pusat perbelanjaan di Kota Depok, Jawa Barat, sepakat mengikuti kebijakan pembatasan jam operasional yang berakhir pukul 19.00 WIB.

Legislator PKS Minta PTM 100 Persen Dievaluasi
Indonesia
Legislator PKS Minta PTM 100 Persen Dievaluasi

Pembelajaran tatap muka (PTM) dengan tingkat kehadiran siswa 100 persen diminta dievaluasi.

Bahas Sanksi untuk Rusia, Biden Bertemu Pemimpin Eropa dan NATO
Dunia
Bahas Sanksi untuk Rusia, Biden Bertemu Pemimpin Eropa dan NATO

Presiden AS Joe Biden meninggalkan Gedung Putih di Washington pada Rabu (23/3), 08.40 waktu setempat (19.40 WIB), untuk berangkat ke Brussels.

Berbikini di Jalan Buntut PPKM Diperpanjang, Dinar Candy Diamankan Polisi
Indonesia
Wamenag Minta Masyarakat Tak Pertentangkan Perbedaan Awal Ramadan
Indonesia
Wamenag Minta Masyarakat Tak Pertentangkan Perbedaan Awal Ramadan

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi meminta masyarakat tidak mempertentangkan perbedaan awal puasa yang ditetapkan pemerintah dengan Muhammadiyah.

13 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan Bus di Imogiri
Indonesia
13 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan Bus di Imogiri

Dari keterangan saksi yang ada di bus, bahwa saksi melihat sopir panik sambil mempermainkan 'persneling gigi kendaraan.

KPK dan TNI Perkuat Sinergitas Pemberantasan Korupsi
Indonesia
KPK dan TNI Perkuat Sinergitas Pemberantasan Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima kunjungan kerja dari Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI dalam rangka memperkuat sinergisitas dan koordinasi upaya pemberantasan korupsi, Selasa (21/9).

Tenteng Celurit Cari Lawan Sambil Live di Instagram, Geng Motor Diringkus Polisi
Indonesia
Tenteng Celurit Cari Lawan Sambil Live di Instagram, Geng Motor Diringkus Polisi

"Ada 2 pemuda berhasil diamankan berikut senjata tajam jenis Celurit," kata Kasat Samapta Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Agus Rizal, Minggu (13/6).

Pemerintah Prioritaskan Industri Kesehatan  di Tengah Pandemi
Indonesia
Pemerintah Prioritaskan Industri Kesehatan di Tengah Pandemi

Industri kesehatan menjadi salah satu sektor prioritas investasi menyusul kondisi pandemi yang melanda dunia.

[HOAKS atau FAKTA]: Orang yang Rajin Berdoa Dijamin Aman dari COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Orang yang Rajin Berdoa Dijamin Aman dari COVID-19

Sebuah akun Twitter bernama @SuremetO membalas cuitan yang membantah bahwa wudhu dapat mencegah dari COVID-19.