Sidang Lanjutan Jiwasraya, Hakim Diminta Kembalikan Uang Rp 20 Miliar Sidang lanjutan kasus jiwasraya (Ist)

Merahputih.com - Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Saefuddin Zuhri dimohon untuk membuka rekening saham milik salah satu korban kasus Jiwasraya, Nie Swe Hoa yang disita Kejaksaan Agung (Kejagung). Pasalnya, rekening senilai Rp 20 Miliar yang disita Jaksa, tidak ada hubungannya dengan perkara tersebut.

"Yang mulia, boleh saya mengajukan permohonan? Rekening saham yang saya miliki, hasil keringat saya sendiri, hasil kerja saya selama 30 tahun disita negara. Tega sekali negara merampas harta dari warganya," ujar Nie Swe Hoa sambil menangis saat memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan perkara Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Senin (10/8).

Baca Juga

Saksi Ungkap Eks Dirkeu Jiwasraya Pernah Beli Saham Anak Perusahaan Bakrie Group

Dalam kesaksiannya, Nie Swe Hoa mengaku telah meminta kepada penyidik agar tidak menyita rekening saham milikinya. Namun permintaannya diabaikan Jaksa. Bahkan Jaksa mengatakan setuju atau tidak, penyitaan akan dilakukan secara sepihak.

"Waktu mau disita, saya ajukan keberataan kepada Jaksa. Namun Jaksa tetap menyita. Kata Jaksa, Ibu setuju atau tidak tetap saja kami lakukan sita secara sepihak," jelasnya.

Dia menjelaskan, nilai nomimal dari rekening yang disita itu sebesar Rp 20 Miliar. Namun rekening saham yang disita itu tidak ada kaitan dengan Jiwasraya. Uang itu merupakan hasil keringatnya sendiri.

"Itu hasil kerja saya selama 30 tahun," jelasnya.

Logo Jiwasraya (ANTARA)

Sambil menangis, Nie Swe Hoa mengaku tidak dapat menerima jika dia harus membayar kerugian yang dibuat orang lain. "Ini tidak adil. Kejahatan yang dibuat orang lain yang saya tidak menerima manfaat sedikit pun," imbuhnya.

Ketua Majelis Hakim, Saefuddin Zuhri merespon permintaan Nie Swe Hoa. "Ini masih dalam proses. Kita lihat pemeriksaannya," jawab Zuhri.

Sementara itu, Tim Kuasa Hukum Direksi PT Jiwasraya Tbk periode 2008-2018, Dion Pongkor mempertanyakan hubungan antara rekening Nie Swe Hoa yang disita Jaksa ini dengan Heru Hidayat.

Namun Nie Swe Hoa menegaskan, rekening yang disita itu tidak ada hubungan dengan Heru Hidayat. Bahkan, Nie Swe Hoa siap diperiksa Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana direkening mililknya itu.

"Saya siap diperiksa PPATK. Karena memang tidak ada aliran dana dari saya ke pak Heru, demikian juga dari pak Heru ke saya," tegasnya.

Baca Juga

Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Kasus Jiwasraya

"Jadi, yang disita Jaksa itu milik pribadi saya. Ini rekening yang tidak ada hubungannya dengan Heru Hidayat," jawabnya.

Dalam persidangan ini, JPU sempat menyampaikan keberataan. Namun Dion menegaskan Nie Swe Hoa ini diperiksa Jaksa karena ada hubungan dengan Heru Hidayat. "Intinya, rekening yang disita itu tidak ada hubungannya dengan Heru Hidayat. Demikian juga dengan Asuransi Jiwasraya," pungkasnya. (Ayu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bertemu Firli Cs, Kabareskrim Komjen Agus Bahas Ini
Indonesia
Bertemu Firli Cs, Kabareskrim Komjen Agus Bahas Ini

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mendatangi KPK untuk memperkuat kerja sama dalam penegakan hukum terutama terkait tindak pidana korupsi.

Evakuasi Dilanjutkan, Besok Tim SAR Fokus Pencarian Korban Sriwijaya Air
Indonesia
Evakuasi Dilanjutkan, Besok Tim SAR Fokus Pencarian Korban Sriwijaya Air

Tim SAR Gabungan memutuskan untuk melanjutkan kembali operasi pencarian jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Kuasa Hukum tak Bisa Jenguk Munarman, Polri: Kasusnya Kelas Berat
Indonesia
Kuasa Hukum tak Bisa Jenguk Munarman, Polri: Kasusnya Kelas Berat

"Jadi saya jawab alasannya (tidak bisa dijenguk) karena hukum acara pidana kasus terorisme itu berbeda," kata Ramadhan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (30/4).

Pakar Hukum Nilai Pernyataan Joseph Paul Zhang Sudah Masuk Pasal Penistaan Agama
Indonesia
Pakar Hukum Nilai Pernyataan Joseph Paul Zhang Sudah Masuk Pasal Penistaan Agama

Hukum harus tetap berlaku meski nantinya yang bersangkutan meminta maaf

Novel Baswedan Cs Tetap Akan Dipecat
Indonesia
Novel Baswedan Cs Tetap Akan Dipecat

Ghufron menjelaskan sikap itu diambil berdasarkan Pasal 69 c Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK

Enam Orang Kelompok MIT Diminta Serahkan Diri, Masih Ada Kesempatan Bertobat
Indonesia
Enam Orang Kelompok MIT Diminta Serahkan Diri, Masih Ada Kesempatan Bertobat

Kapolda Sulteng Irjen Abdul Rakhman Baso bersama jajaran Satgas Madago Raya telah bertolak dari Poskotis Tokorondo Poso menuju wilayah Poso Pesisir Selatan

Kompolnas: Densus 88 Salah Satu Detasemen Antiteror Terbaik di Dunia
Indonesia
Kompolnas: Densus 88 Salah Satu Detasemen Antiteror Terbaik di Dunia

Kompolnas sebagai pengawasan fungsional Polri, termasuk Densus 88 di dalamnya, sangat mengapresiasi kinerja Densus 88 yang sangat efektif dan profesional

[Hoaks atau Fakta]: Guru Dapat Kuota 125GB Gratis Buat Ngajar Online Periode Lebaran
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Guru Dapat Kuota 125GB Gratis Buat Ngajar Online Periode Lebaran

Informasi subsidi kuota internet bagi siswa, mahasiswa, guru, dan dosen hanya dapat diakses pada situs kuota-belajar.kemdikbud.go.id

PKS Solo bakal Jadi Mitra Kritis Pemerintahan Gibran-Teguh
Indonesia
PKS Solo bakal Jadi Mitra Kritis Pemerintahan Gibran-Teguh

Ia menegaskan PKS akan tetap menjadi mitra kritis bagi Pemkot Solo terutama di tingkat DPRD, yang mana PKS Solo punya lima kursi.

Jokowi Terima 7 Duta Besar Anyar Untuk Indonesia
Indonesia
Jokowi Terima 7 Duta Besar Anyar Untuk Indonesia

Penyerahan surat kepercayaan duta besar negara sahabat tersebut dimulai dengan seremonial upacara penyambutan di halaman depan Istana Merdeka.