Sidang 'IDI Kacung WHO' Jalan Terus Meski Jerinx 'Walk Out' Jerinx SID dilimpahkan dari Polda Bali ke Kejati Bali, di Polda Bali, Kamis (27/8). (Antara/Ayu Khania Pranisitha)

Merahputih.com - Pengadilan Negeri Denpasar tetap melanjutkan persidangan I Gede Ari Astina alias Jrx atas dugaan kasus pencemaran nama baik IDI Bali dan ujaran kebencian. Hal itu setelah Jerinx meninggalkan persidangan (walk out) karena menolak sidang online. Jaksa Penuntut Umum yang dikoordinatori oleh Otong Hendra Rahayu tetap membacakan surat dakwaan meski terdakwa I Gede Ary Astina alias Jrx bersama 12 kuasa hukumnya telah meninggalkan persidangan yang berlangsung secara virtual tersebut karena menolak sidang dilakukan secara online, Kamis (10/8).

Baca Juga

PSI Nilai Jerinx Sudah Tepat Diganjar Pakai UU ITE

"Dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi berupa postingan/unggahan pada akun instagram @jrxsid milik terdakwa pada 13 Juni 2020 dan 15 Juni 2020 yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) kepada IDI Bali," jelas Jaksa Penuntut Umum Otong Hendra Rahayu saat membacakan surat dakwaan pertama secara virtual di PN Denpasar, Kamis (10/9).

Atas perkara ini, Jrx didakwa dengan dua Pasal yaitu pertama Pasal 28 ayat (2) Jo. Pasal 45A ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Dalam dakwaan kedua, Jrx didakwa dengan Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Awalnya, Jrx SID mengunggah postingan akun Instagram @jrxsid 13 Juni 2020 berisi postingan kata-kata "gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan RS seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan dites COVID-19. Sudah banyak bukti kalau hasil tes sering ngawur kenapa dipaksakan? Kalau hasil tesnya bikin stress dan menyebabkan kematian pada ibu/bayinya. Siapa yang tanggung jawab?" Kemudian terdakwa menulis di kolom komentarnya @jrxsid, "Bubarkan IDI saya gak akan berhenti menyerang kalian @ikatandokterindonesia sampai ada penjelasam perihal ini. Rakyat sedang diadu domba dengan IDI/RS? Tidak, IDI dan RS yang mengadu diri mereka sendiri dengak hak-hak rakyat".

Sidang Jrx SID dengan agenda dakwaan secara virtual di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (10/9/2020). (Antara/Ayu Khania Pranisitha/2020)

Selain itu, pada 15 Juni 2020, akun @jrxsid kembali membuat postingan dengan kata-kata "Tahun 2018 ada 21 Dokter Indonesia yang meninggal. Ini yang terpantau oleh media saja ya. Sayang ada konspirasi busuk yang mendramatisir situasi seolah Dokter meninggal hanya tahun ini agar masyarakat ketakutan berlebihan terhadap CV19. Saya tahu darimana? Silahkan salin semua link yang ada di foto, post di FB/IG anda. Lalu lihat apa yang terjadi! Masih bilang CV19 bukan konspirasi? Wake the fuck up Indonesia!".Selanjutnya, Ketua IDI wilayah Bali yaitu saksi Dr I Gede Putra Suteja melaporkan pemiliki akun IG @jrxsid ini ke Polda Bali."Bahwa terdakwa secara sengaja membuat postingan pada media instagram melalui akun @jrxsid, karena terdakwa mengetahui postingan tersebut akan mendapatkan perhatian dari masyarakat banyak dan menjadi ramai di media sosial serta memperoleh kementar yang beragam, oleh karena terdakwa adalah publik figur sebagai anggota band Superman Is Dead (SID), yang memiliki fans cukup banyak tersebar di seluruh Indonesia bahkan sampai mancanegara," ucap Jaksa Otong.Jaksa Otong mengatakan bahwa postingan media sosial instagram berupa gambar dan/atau tulisan yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik pada 13 Juni 2020, dan 15 Juni 2020 terhadap IDI. "Sehingga IDI merasa sangat terhina dan dibenci oleh sebagian masyarakat Indonesia dan dirugikan baik materiil maupun immateriil akibat dari postingan tersebut," kata Jaksa Otong.

Baca Juga

Jerinx Ditahan, Ini Pembelaan Koalisi Masyarakat Sipil

Dalam persidangan secara virtual tersebut, sebagaimana dikutip Antara, majelis hakim memerintahkan ke Jaksa Penuntut Umum untuk menghadirkan kembali terdakwa pada persidangan yang ditetapkan pada Selasa, 22 September 2020 pukul 10.00 wita. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Amien Rais Lempar Isu Masa Jabatan Jokowi Diperpanjang, Istana: Mungkin Faktor Uzur
Indonesia
Amien Rais Lempar Isu Masa Jabatan Jokowi Diperpanjang, Istana: Mungkin Faktor Uzur

Menurut Ngabalin, seharusnya Amien ingat bahwa ucapannya berpotensi mempengaruhi ruang publik

Manajer Holywings Ditetapkan Tersangka, Wagub DKI: Jadi Pelajaran bagi Semua
Indonesia
Manajer Holywings Ditetapkan Tersangka, Wagub DKI: Jadi Pelajaran bagi Semua

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menanggapi penetapan tersangka Manajer Kafe Holywings Kemang.

Minta Maaf, Mendag Beberkan Maksud Jokowi Promosikan Bipang Ambawang
Indonesia
Minta Maaf, Mendag Beberkan Maksud Jokowi Promosikan Bipang Ambawang

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi meminta maaf atas kesalahpahaman video Presiden Jokowi yang mempromosikan bipang Ambawang khas Kalimantan Barat.

KPK Bakal Sita Aset Tersangka Korupsi Tanah di Munjul
Indonesia
KPK Bakal Sita Aset Tersangka Korupsi Tanah di Munjul

KPK memastikan bakal menyita aset milik para tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Keren! LBH Baru Ini Didirikan untuk Berikan Layanan Gratis kepada Masyarakat Kecil
Indonesia
Keren! LBH Baru Ini Didirikan untuk Berikan Layanan Gratis kepada Masyarakat Kecil

LBH yang diberi nama Cahaya Keadilan Rakyat (Cakra) ini akan memberikan bantuan hukum kepada masyarakat kecil yang membutuhkan secara gratis.

KPK Periksa Pejabat BUMD DKI Terkait Korupsi Tanah Munjul
Indonesia
KPK Periksa Pejabat BUMD DKI Terkait Korupsi Tanah Munjul

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kabid Usaha Transportasi, Properti, dan Keuangan Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta, Ahmad Giffari.

Novel Khawatir Sikap Dewas Bikin Firli Cs Semakin Berani Lakukan Pelanggaran
Indonesia
Novel Khawatir Sikap Dewas Bikin Firli Cs Semakin Berani Lakukan Pelanggaran

"Saya khawatir kalau sikap Dewas seperti ini justru membuat pimpinan KPK semakin berani untuk membuat pelanggaran-pelanggaran. Kenapa? Ya karena Dewasnya begitu berpihak," kata Novel

Ada Euforia Belanja Karena Lebaran Tahun Lalu Tak Beli Baju Baru
Indonesia
Ada Euforia Belanja Karena Lebaran Tahun Lalu Tak Beli Baju Baru

Saat malam takbiran, pusat perbelanjaan dan mal di Kota Bandung, bakal tutup lebih cepat. Padahal, aturan yang diterapkan maksimal pukul 21.00 WIB.

Tidak Ada Zona Merah, Warga Sidoarjo Dipersilahkan Gelar Salat Id Berjamaah
Indonesia
Tidak Ada Zona Merah, Warga Sidoarjo Dipersilahkan Gelar Salat Id Berjamaah

"Khutbah pun dilakukan secara singkat dengan tetap melakukan rukun khutbah paling lama 20 menit," tutur Gus Muhdlor.

Bawaslu NTT Telusuri Keabsahan Surat Kedubes AS Terkait Status Cabup Sabu Raijua
Indonesia
Bawaslu NTT Telusuri Keabsahan Surat Kedubes AS Terkait Status Cabup Sabu Raijua

"Kami telusuri kembali. Bukan kami meragukan, melainkan kami akan memastikan lagi keabsahan dan kebenaran dokumen tersebut," ucap Ketua Bawaslu Provinsi NTT, Thomas Djawa