Sidang e-KTP, Ganjar Pranowo Akui Pernah Ditawari Uang oleh Mustokoweni Ganjar Pranowo (kiri) saat bersaksi di sidang e-KTP, Pengadilan Tipikor Jakarta. (MP/Dery Ridwansah)

MerahPutih.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku pernah ditawari sejumlah uang oleh salah satu anggota Komisi II DPR Mustokoweni saat proses pembahasan proyek e-KTP berlangsung. Namun, Ganjar mengklaim menolak uang tersebut.

Hal tersebut disampaikan Ganjar saat bersaksi untuk terdakwa korupsi e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Jumat (13/10).

"Saya menolaknya, dia bilang, 'dek iki jatahmu (dari proyek e-KTP), tapi dia tidak katakan itu duit dari mana. Saya bilang enggak usah. 'Nah terus bagaimana?' 'Buat kamu saja'," ujar Ganjar.

Ketua majelis hakim Jhon Halasan Butar-butar lantas menanyakan apakah anggota Komisi II lainnya juga mendapat tawaran serupa dari Mustokoweni. Eks pimpinan Komisi II DPR itu mengaku tak tahu sama sekali.

"Mungkin. Tapi karena saya bukan mereka, jadi saya tidak tahu," jawab Ganjar.

Sementara itu, anggota majelis hakim Frangki Tambuwun mengajukan pertanyaan mengenai wajar atau tidaknya pembagian uang dalam pembahasan proyek di DPR. Ganjar menyebut hal itu tidak wajar.

"Tidak. Makanya saya berani menyampaikan itu. Saya sampaikan, sudahlah kita sudah punya pengalaman buruk. Kita harus sadar, sudah cukup," timpal Ganjar.

Dalam dakwaan dan tuntutan perkara ini, nama Ganjar disebut menerima aliran dana sebesar US$ 520 ribu. Namun Ganjar berkali-kali membantah penerimaan uang tersebut.

Dalam kesaksiannya pada persidangan dengan terdakwa dua mantan pejabat Ditjen Dukcapil Kemendagri Irman dan Sugiharto, Ganjar mengaku tak pernah menikmati bancakan proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.

Namun, bantahan Ganjar tersebut dipatahkan oleh Muhammad Nazaruddin. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu menyebut penolakan uang oleh Ganjar lantaran nilainya terlalu kecil. Awalnya Ganjar diberi uang oleh Andi Narogong senilai US$ 150 ribu.

Penolakan oleh Ganjar, kata Nazar, lantaran Ganjar Pranowo merasa dirinya sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR pada saat itu. Ganjar minta jatah bancakan tesebut sama dengan pimpinan DPR lainnya.

"Ribut dia (Ganjar). Dia minta posisinya sama kayak Ketua. Minta nambah. Dikasih 500 ribu (US$)," ujar Nazar di hadapan Majelis Hakim Tipikor beberapa waktu lalu. (Pon)

Baca juga berita lainnya terkait Ganjar Pranowo dalam artikel: Ini Pengakuan Ganjar Pranowo Soal Bagi-bagi Uang Proyek e-KTP


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH