Sidang Ditunda, Jaksa KPK Ancam Politikus PDIP Utut Adianto Wakil Ketua DPR RI, yang juga mantan Grandmaster Catur Indonesia, Utut Adianto. (ANT)

MerahPutih.com - Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengancam akan menjemput paksa Wakil Ketua DPR Utut Adianto untuk menjadi saksi dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terhadap Bupati Nonaktif Purbalingga, Tasdi, jika tidak hadir dalam persidangan.

Ancaman itu disampaikan JPU Roy Riyadi usai sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (5/12). Roy akan merealisasikan ancamannya jika politikus PDIP itu jika terus tidak hadir memenuhi panggilan sebagai saksi dalam sidang Tasdi.

Dalam sidang, jaksa menyampaikan surat izin ketidakhadiran Utut yang masih menjalankan tugas dinas ke Myanmar. "Saksi yang akan kami hadirkan tidak bisa hadir, kami minta waktu 1 minggu untuk menghadirkan saksi pada sidang pekan depan," kata Roy, dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Antonius Widijantono.

Jika sampai tiga kali panggilan Utut tidak memenuhi panggilan, jaksa berencana memanggil paksa. KPK beralasan kesaksian Utut sangat dibutuhkan karena yang bersangkutan memberikan uang langsung kepada terdakwa.

Bupati Purbalingga Tasdi (tengah) mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan KPK, Jakarta, Selasa (5/6). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Dalam dakwaan, sebagaimana dilansir Antara, diketahui Utut memberikan Rp150 juta kepada Tasdi. Artinya, kata Jaksa Roy, kesaksian Utut tidak bisa jika hanya dibacakan berdasarkan berita acara pemeriksaannya, tetapi wajib hadir langsung untuk dikonfrontasi.

Atas ketidakhadiran Utut, Majelis Hakim Tipikor Semarang terpaksa menunda sidang hingga pekan depan untuk melanjutkan pemeriksaan saksi. (*)



Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH